Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
75. Ayah Janji


__ADS_3

Ricard yang sudah menyelesaikan pekerjaannya di Indonesia memilih kembali ke Prancis, karna ia tidak tahan ketika di pertemukan dengan Zahra dan Leon yang terlihat sangat kompak dalam setiap hal.


Keluarga besar Zahra saat ini sedang sarapan pagi, Ricard yang sudah hampir seminggu tak kunjung pulang sejak kedatangan Zahra, pagi itu pun membesarkan hati untuk pulang agar ia bisa berbicara kepada keluarga bahwa ia akan kembali ke Prancis.


Selamat pagi, Ricard ayo duduk kita sarapan bersama, pinta sang Ayah.


Ayah aku tadi udah sarapan bersama clienku, sebenarnya niat aku kesini pagi ini untuk berpamitan, jawabnya dengan pelan.


Maksud kamu apa,? tanya Reza bersamaan Adriyansyah.


Iya, sejam lagi penerbanganku, aku udah cukup lama meninggalkan perusahan jadi aku sudah memilih untuk kembali ke Prancis.


Gimana dengan Aggrita,? Apa kamu tega ninggalin dia,? tanya Reza kembali.


Masalah itu, setiap bulan sekali aku akan menjemputnya dan membawanya ke Prancis. Kamu tidak keberatankan Zahra.?


Tidak masalah, kita kan sudah sepakat waktu itu untuk berbagi waktu untuk menjaga sih kecil, jawab Zahra.


Baiklah aku ingin membawa sih kecil jalan-jalan sebentar, sebelum keberangkatanku. Ricard pun berjalan menuju anaknya yang sedang berada di kamarnya.


Hallo putri Ayah.


Ayah Grita kangen Ayah. Ayah kemana saja, kenapa Ayah baru datang,? tanya sang anak.


Maafin Ayah sayang, Ayah terlalu sibuk sehingga melupakan kamu nak. Tapi kali ini Ayah ingin menemani putri kesayangan Ayah jalan-jalan di taman. Mau gak jalan sama Ayah?


Mau mau Ayah tunggu Grita berganti pakaian ya dengan polosnya sang anak menjawab.


Ricard tersenyum melihat tingkah sang anak.


Kakak kenapa baru datang,? kasian loh si kecil nyariin kakak berapa hari ini. Prily berkata.


Ly ini adalah cara terbaik untuk tidak membuat kesalapahaman antara aku dan Leon, Ly kamu harus berjanji sama kakak untuk selalu menjaga si kecil sebelum kamu dan Donny menikah. Oh iya gimana prewed kamu sama Donny.

__ADS_1


Syukurlah berkat bantuan kakak kami di izinkan memakai lokasi itu, dan mengenai si kecil itu pasti kakak, aku sudah berbicara dengan Mas Donny dan kami sepakat untuk tinggal di sini setelah kami menikah karna Mas Donny pun tidak ingin jauh dari si kecil.


Ly sejam lagi keberangkatanku, aku mau ajak Grita jalan-jalan sebentar.


Apa Grita tau mengenai ini kakak,?


Belum, kakak ingin memberitahukannya saat kakak bawa dia jalan-jalan, mungkin saja dia akan mengerti dengan situasi ini.


Baiklah kakak.


Ayah ayo, Grita sudah selesai.


Putri Ayah cantik banget, Ly kami pergi dulu ya.


Prily pun tersenyum dan mengangguk.


Bunda, Deddy, Oppah, Paman. Grita jalan dulu ya sama Ayah.


Ricard begitu hancur mendengar sebutan Deddy yang keluar dari mulut sang anak namun dengan cepatnya Ricard membawa sang anak keluar dari Mansion karna ia tidak ingin terlihat kecewa oleh yang lainnya.


Baik Nak, kalian hati-hati di jalan.


Kini Ricard dan sang anak sudah berada di sebuah taman yang tidak jauh dari Mansion. Ricard maupun sang anak tampak bahagia. Ricard pun membelikan beberapa permainan untuk sang anak.


Saat itu kegundahan di hati Ricard mulai hilang ketika ia melihat senyum kebahagian yang terpancar dari wajah sang anak. Saat melihat jam Ricard pun kembali sedih karna waktunya bersama sang anak sudah habis.


Sayang ayo duduk sama Ayah ada yang ingin Ayah katakan sama Grita. Setelah sang anak duduk Ricard pun mulai menceritakan mengenai keberangkatannya.


Apa yang Ricard takutkan benar-benar terjadi sang anak menangis dengan kerasnya dan berkata. Ayah sudah tidak sayang lagi sama Grita. Grita benci Ayah, semua orang sudah tidak sayang lagi sama Grita. Sang anak pun berlari meninggalkan Ricard.


Ricard pun mengejar sang anak, namun sang anak berlari menuju Mansion. Sesampainya di Mansion semua tampak terkejut melihat Grita berlari sambil menangis dan di kejar oleh Ricard.


Sayang ada apa,? tanya Zahra yang sudah memeluk sang anak.

__ADS_1


Grita gak mau, Grita benci semuanya hanya Aunty Prily yang sayang sama Grita, semua sering ninggalin Grita selain Aunty.


Prily yang mendengar tangis sang kecil pun keluar, kakak ada apa ini? tanya Prily. Sayang kok gitu sih ngomong sama Bunda, gak boleh gitu ya, ucap Prily dengan lembut.


Mendengar suara Prily, Aggrita pun melepas pelukan sang Bunda dan berlari ke Prily.


Udah jangan nangis lagi, ceritain sama Aunty ada apa.


Bunda waktu itu ninggalin Grita dan sekarang Ayah ingin ninggalin Grita juga. Ayah sama Bunda gak sayang sama Grita dengan isak tangis sang anak berkata.


Prily melihat ke arah Ricard dan berkata aku bawa si kecil ke kamar dulu dan akan mencoba menjelaskan situasi ini.


Baiklah makasih banyak Ly.


Kini Ayah Laks mulai menenangkan Ricard, sudahlah nak jangan pikirkan ucapan si kecil kita tunggu beberapa saat lagi, dan mungkin Prily bisa membujuknya.


Semoga saja Ayah. Jawab Ricard.


Kini Prily keluar kembali bersama Grita. Ricard pun mendekat dan mulai berbicara.


Sayang maafkan Ayah tapi kamu akan mengerti situasi ini saat kamu dewasa nanti, dan Ayah berjanji setiap bulannya Ayah akan menjemputmu dan kita akan tinggal beberapa saat setelahnya kamu kembali ke sini.Ayah janji akan selalu menjemputmu setiap bulannya.


Si kecil pun melepaskan pelukannya dari Prily dan memeluk Ricard. Ayah maafkan Grita yang sudah membuat Ayah sedih, Grita janji gak akan seperti itu tapi Ayah harus janji sama Grita untuk datang menjemput Grita setiap akhir bulan.


Ayah janji sayang pasti akan datang menjemput Grita, ya sudah Ayah harus pergi sekarang. Jam penerbangan Ayah hampir tiba.


Baiklah Ayah, Grita sayang Ayah.


Ayah juga sayang Grita.


Ayah Ricard pergi dulu , Ricard pun menyalami sang mertua dan berpelukan bersama Fahreza dan kedua adiknya, Leon pun menyalami Ricard. Zahra pun memeluk Ricard dan berkata pintu ini akan selalu terbuka untukmu, salam buat Mamah Lindah dan Papah Fikry.


Baiklah, aku pergi dulu. Ly sampein salamku buat Donny ya, dan katakan kepadanya jangan melupakan janjinya untuk ke sana 2 pekan mendatang.

__ADS_1


Baik kakak akan aku sampaikan.


Ricard kini meninggalkan Mansion dan berlalu menuju Airport.


__ADS_2