Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
152. Perdebatan kecil.


__ADS_3

Mereka pun kini telah tiba di rumah sakit, dan kabar mengenai Leon yang sedang sakit sudah di ketahui oleh seluruh keluarga. Tampak sang Ayah begitu mengkhawatir kan Leon. Dengan segera pun seluruh keluarga tanpa terkecuali berangkat menuju Italya.


Menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam, seluruh keluarga pun tiba di rumah mewah Leon. Semua nya pun segera melangkah memasuki rumah namun hanya kesunyian yang mereka jumpai di sana.


"Mbok, Zahra sama Leon kemana?" tanya Prily kepada salah seorang maid di rumah tersebut.


"Ibu sama Bapak pergi ke rumah sakit sama Non Mira beserta Den Ervan." balas sang Mbok dengan sopan nya.


"Ya sudah, mbok lanjutin aja kerjaan nya." balas Prily dan berlalu kembali ke ruang keluarga.


"Gimana Ly, apa kata Mbok!" tanya Reza.


"Kakak sama yang lain nya, sedang ke rumah sakit. Bentar lagi balik." jelas Prily.


"Semoga saja penyakit Leon gak kambuh lagi." ucap Alfian merasa khawatir dengan kondisi sang ipar.


"Hey, jangan bilang jika kalian lupa dengan kejutan yang sudah di rencana kan Zahra besok hari." seru Ommah yang ingat akan ulang tahun Leon.


"Pasti nya kami tidak lupa dong Ommah. Kami sudah menyiap kan segala nya dengan bantuan Ervan dan juga Al." jawab Fahreza dan Donny bersamaan.


"Ommah akan memberi kan kalian hadiah, jika pesta nya selesai dengan lancar." timpal Ommah kembali dengan senyum nya.


"Kami tidak akan mengecewa kan kalian semua. Di tungguh hadiah nya Ommah." balas para anak muda dengan girang nya.


Kini Zahra sedang berada di ruang pemeriksaan, dokter Andra pun memijat pelan perut Zahra, setelah nya menuang sebuah jell di perut Zahra untuk memastikan jika Zahra sedang hamil. Setelah menarik ke sana kemari alat kecil itu, dokter Andra pun tersenyum.

__ADS_1


"Selamat, Nyonya anda positif hamil." ucap sang dokter dengan senyum mereka.


Zahra tak kuat menahan haru, ia pun menitih kan butiran bening. "Dok, bisakah kau merahasia kan ini dari suami dan adik ipar ku dulu, aku hanya ingin memberi mereka kejutan saat pesta perayaan ulang tahun Leon besok hari." mohon Zahra kepada dr.Andra.


Sang dokter pun tersenyum dan menyetujui permintaan Zahra. "Baiklah Nyonya, saya akan merahasia kan nya dulu." balas sang dokter sembari memberi kan foto hasil usg tersebut kepada Zahra.


Kedua nya pun segera keluarga dari ruang pemeriksaan. "Maaf, Nyonya Zahra tidak sedang hamil." ucap sang dokter saat sudah duduk berhadapan dengan Leon dan juga Zahra.


Leon tahu jika Zahra pasti sedih, ia pun mencoba menghibur nya. "Sudah lah, mungkin Tuhan belum mengijin kan kita untuk mendapat kan seorang bayi, yang paling penting saat ini kita sudah memiliki Grita. Baik lah dokter kalau begitu kami pamit dulu." ucap Leon dan berpamitan kepada sang dokter.


Al beserta Ervan sudah harap-harap cemas. Leon dan Zahra pun keluar dari ruang dr.Andra. "Apa kata dr.Andra, kakak?" tanya Al yang antusias.


Leon memberi kode kepada Al dan Ervan, seperti mengerti dengan kode sang kakak, Al pun memeluk Zahra. "Tidak masalah jika kakak ipar belum hamil, toh pernikahan kalian juga baru beberapa bulan." ucap Al menenang kan sang kakak ipar.


Zahra pun mengangguk kan kepala nya. "Ya sudah, ayo kita pulang." seru Leon.


"Daddy, daddy lagi sakit ya?" tanya sang anak dengan polos nya.


"Daddy sehat kok, hanya saja dua hari belakangan ini mungkin Daddy masuk angin. Tapi kata dokter Dad baik-baik aja kok." jelas Leon dan menggendong si kecil serta memberi kecupan bertubi tubi di wajah si kecil.


Perbincangan pun makin seru, tatkalah si kecil bercoleteh ria dengan Al. "Aunty, aunty udah putus ya sama Paman Adry?" tanya si kecil tanpa dosa.


Semua pun hanya menyaksi kan semburan malu dari wajah Al. "Dasar anak kecil rempong, tau dari mana sih!" balas Al tak terima jika anak kecil di depan nya terlalu kepo.


"Kemarin Paman nelpon dan di samping Paman ada gadis bule nama nya aunty Alexa, kata aunty itu gini. hey little girl, introduce me alexa, uncle adry's girlfriend. Lebay kan aunty? Grita kan gak nanya." jelas sang anak dengan polos nya namun mimik wajah nya berubah kesal mengingat perkataan Alexa yang menurut nya sang lebay.

__ADS_1


Semua pun tertawa tatkalah melihat kekesalan di wajah si kecil di ikuti dengan mimik wajah Al yang tidak berekpresi sedikit pun.


"Kok wajah aunty gitu! apa aunty gak cemburu ngebayangin kedekatan Paman sama Aunty Alexa?" tanya sang anak dan segera berlari ketika mendapat pelototan tajam dari Al. Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Tanpa di ketahui orang lain, Alfian diam-diam sedang melakukan panggilan vidio dengan Adry. Adry pun sudah melihat dengan jelas jika Al tidak terusik sama sekali dengan perkataan sang keponakan. Tanpa berkata pun Adry memutus kan telpon secara sepihak.


"Apa kemarahan mu, sudah menutup cintamu untuk ku? jika benar ada nya, aku akan mencoba move onn dari mu. Dan membuka lembaran baru di sini." monolog sang pria sembari menyesap secangkir kopi di tangan nya.


Hari pun berlalu dengan cepat nya, persiapan pesta ulang tahun Leon sudah mencapai 80%, undangan telah di sebar kan kepada para colega dan teman-teman Leon maupun Zahra. Pesta perayaan kali ini di buat semewah mungkin karena mereka pun ingin mengumum kan pernikahan Leon dan Zahra yang di lakukan empat bulan yang lalu.


Tepat pukul tujuh malam, keluarga besar Zahra sudah bersiap siap, Leon yang belum mengetahui pesta kejutan itu pun merasa penasaran dengan seluruh keluarga yang sudah tampak rapi.


"Ayah, kalian mau kemana? kok pada rapi semua." tanya Leon yang masih dengan pakaian casual nya.


"Oh itu, kami di undang oleh teman Ayah, untuk menghadiri pesta pernikahan anak nya." jelas sang Ayah untuk mengelabui Leon agar tidak mencurigai mereka.


"Baiklah, hati-hati di jalan." balas Leon dengan tersenyum.


Rumah mewah itu pun kembali sepi setelah kepergian seluruh keluarga. "Bund, kamu di mana sih!" teriak Leon saat tidak mendapat kan sosok sang istri.


"Dad, Bunda di ruang ganti lagi siap-siap." balas Zahra yang sedang mengenakan sebuah gaun berwarna nafi.


Mendengar itu pun Leon menyergit kan alis nya, ia pun segera masuk ke kamar menuju walk in closet.


"Dad, kok belum siap-siap sih, kita kan akan menghadiri pesta ulang tahun Reimont." ucap Zahra memanas manasin Leon.


"What? emang Bunda ada bilang sama Dad kalau kita mau ke pesta ulang tahun Reimont, gak kan!" ketus Leon saat mengetahui Zahra akan pergi ke perta ulang tahun Reimont dan melupakan ulang tahun suami nya sendiri.

__ADS_1


"Lah kan kita di undang sejak sebulan yang lalu, gak mungkin dong Bunda lupa sama ulang tahun teman Bunda." Zahra mencoba memprofokasi Leon lagi.


"Pergi aja sendiri, itu kan teman Bunda bukan Daddy." balas Leon ketus dan segera berlalu meninggal kan Zahra menuju ranjang. Zahra yang melihat itu pun hanya tersenyum.


__ADS_2