
Zahra begitu senang akhirnya ia bisa menyelesaikan study Magisternya dan akan kembali ke Indonesia berkumpul bersama keluarga besarnya.
Saat ini di club malam miliknya ke tiga kakaknya beserta para temannya sedang menyusun sebuah surprise party untuk Zahra tanpa Zahra mengetahui nya.
Kriiingg..(bunyi dering ponsel Ricard).
"Hallo Reza!" sapa Ricard.
"Hallo Ricard, gini loh kan hari ini hari spesial buat kesayangan, kami ingin adakan surprise kelulusan buat nya, jadi kami berharap kamu mau datang dan turut serta dalam pesta ini." jelas Fahreza bersemangat.
......Ricard
"Baiklah Ricard, sampai ketemu malam nanti ya." ucap Fahreza.
Ricard pun menelpon Asistennya dan menyuruhnya untuk menyiapkan kue yang bertuliskan congratulation Zahra dan di antarkan ke club yang sudah ia kirimkan lokasinya.
Prily pun memerankan perannya dan segera menelpon Zahra.
"Hallo bos!" seru Prily seketika.
......Zahra.
__ADS_1
"Segeralah kesini, terjadi beberapa masalah di sini dan aku tidak dapat mengatasinya lagi." jelas Prily.
Zahra pun yang awalnya akan jalan-jalan bersama temannya pun segera bergegas menuju clubnya.
"Rangga, kok sepih?" tanya Zahra.
Rangga tak menghiraukan perkataan Zahra yang sedang bicara kepada nya dan berlalu pergi meninggalkan Zahra.
"Rere sama Prily mana? Rangga kok kamu diem sih, apa aku punya salah sama kamu, kalau aku udah buat kesalahan tolong maafin aku Rangga.Tapi pleace jangan diemmin aku kayak gini. Rangga.." panggilnya dengan suara yang sudah hampir menangis.
"Rangga kamu kenapa sih." Zahra yang sudah meneteskan butiran bening akhirnya berlari ke pintu keluar club dan di tahan oleh Ricard.
"Congratulation Zahra! banyak selamat untuk keberhasilanmu dan untuk gelar barumu lagi." ucap Ricard.
Rangga yang melihat Zahra menangis sungguh tidak tega tetapi ia di suruh oleh Fahreza dan yang lainnya untuk membuat Zahra menangis karena Zahra lebih dekat dengan Rangga.
Rangga menghampiri Zahra dan memeluk Zahra layaknya seorang kakak. "Zahra maafkan aku yang sudah membentakmu tadi, tapi sungguh aku tidak bermaksud membuatmu sedih dan sebenarnya aku di suruh oleh mereka." jelas Fahreza seraya menunjuk ke arah Fahreza dan lain nya.
Zahra pun memukul mukul dada Rangga. "Aku gak suka loh kamu kayak gitu Rangga." ucap Zahra masih dengan tangis kebahagian.
"Udah-udah jangan nangis lagi." ucap Rangga
__ADS_1
Fahreza dan ke 2 adiknya memberi ucapan selamat atas pencapaian Zahra. Mereka pun saling berpelukan
"Kakak makasih ya, kalian ber empat" belum meneruskan berbicara sudah di potong oleh Fahreza.
"Kok berempat sih sayang, kita hanya bertiga." selah Fahreza.
Zahrapun menarik Rangga. "Kalian adalah anugrah yang terindah yang tuhan berikan padaku." ucap Zahra.
Mereka pun saling mengeratkan pelukan. "Dan buat teman dan sahabat yang slalu mensuport aku, aku berterima kasih kepada kalian. Aku bahagia bisa memiliki kalian yang begitu sayang dan peduli terhadapku." ucap nya dengan bahagia.
"Saatnya kita berpesta." teriak Alfian.
Kini suasana di club tersebut sangatlah kacau karena kali ini semuanya mabuk berat namun tidak dengan Ricard dan juga Zahra.
Ricard mulai mengajak Zahra berbicara.
"Zahra menurutmu, mana yang lebih kamu utamakan jika salah satu dari bisnismu ada yang sedang mengalami keterpurukan dan mengharuskan kamu memilih antara bisnismu yang sedang naik-naiknya atau bisnis yang sedang berada di ambang kebangkrutan." tanya Ricard
"Buat aku, kebangkrutan dan keberhasilan itu adalah 2 hal yang berbeda, jika aku di pertemukan dengan 2 pilihan aku akan lebih memilih kebangkrutan, karena di saat mengalami keterpurukan di situlah kita belajar untuk bangkit dan tak semestinya kita menerima semuanya dengan berdiam diri saja. Begitu pun dengan keberhasilan. Kita tidak akan mendapatkan semua itu dengan cara yang instan tetapi memerlukan kerja keras dan tekat untuk membangun sebuah keberhasilan yang telak." ucap Zahra dengan
"Sungguh wanita yang sangat bijak Zahra, aku sepakat dengan pemikiranmu yang begitu luas saat di hadap kan dengan dua masalah yang mungkin tidak dapat di terima orang lain." balas Ricard dan tersenyum
__ADS_1