
Kelihatan Zahra mendengus kesal karna dia tidak menemukan Ricard di mana-mana.
Prily dan Naysila binggung dengan raut wajah Zahra yang tidak dapat di artikan.
"Kakak mana" tanyanya.
"Mas ada diatas." jawab Naysila.
"Aku mau pergi ke kakak." rengek Zahra.
Zahra berjalan terhuyung huyung menaiki tangga, membuat Prily maupun Naysila tertawa dengan tingkah Zahra yang sudah benar benar mabuk karena selama ini Prily maupun Naysila tidak pernah melihat Zahra minum sampai segitunya.
Di sebuah ruangan kerja yang cukup besar Ricard dan Fahreza sedang asik berbincang, Fahreza menceritakan kehidupan Zahra panjang lebar kepada Ricard.
Ricard merasa bingung terhadap keputusan yang di ambil Zahra. "Ada apa? mengapa Zahra tidak mau menjabat sebagai CEO lagi! apa terjadi sesuatu!" itu lah yang ada di pikiran Ricard saat ini namun ia tidak berani bertanya karena merasa tidak pantas menanya kan privasi seseorang.
Fahreza seperti tahu mengenai apa yang di pikirkan Ricard dan akhirnya Fahreza pun menceritakan awal dari Zahra melepaskan jabatan dan juga perusahannya. "Zahra adalah seorang pemimpin yang baik, ramah dan tidak membedakan status sosial tapi dia tidak suka dalam perusahaan ada yang membangkang dirinya, suatu saat ada seorang pegawai pria yang sangat mencintai Zahra, dia yang mencoba merusak reputasi Zahra dengan mengganti flasdisk presentasi dengan flasdisk yang berisikan foto-foto Zahra yang memakai pakai sexy saat dia berada di sebuah kapal pribadi keluarga, yang pada saat itu Zahra sedang liburan di California." jelas Fahreza dan terhenti beberapa saat sebelum ia melanjut kan berbicara.
"Pada saat itu lah Zahra tidak mau lagi menjabat sebagai CEO di Jerman, melainkan dia ingin ke Prancis untuk melanjutkan study dan juga bisnis yang ia bangun hingga sekarang. Kami juga hanya di perintahkan untuk megawasi Zahra."
__ADS_1
"Apa yang terjadi kepada pria itu setelahnya?" tanya Ricard kembali.
"Karna kemurahan hatinya, Zahra yang tidak ingin membuat orang dalam masalah pun memaafkannya dan memohon kepadaku untuk tidak mempersulitnya. Begitu pun Ayah dan Bundanya tidak pernah melarang apa yang di inginkannya, karna kebahagian Zahra yang terpenting bagi keluarga kami."
"Zahra adalah adik perempuan satu satunya dikeluarga kami, Ommah Diana yang begitu mencintai dan menyayangi Zahra seketika menyuruh kami bertiga kakak beradik untuk menjadi bodyguard pribadi Zahra, pasti kamu heran kenapa hanya aku yang selalu ada untuk Zahra."
"Kedua saudara laki laki ku sama sepertiku mengelola perusahan Om Chandra. Adri di California sedangkan Alfian di Indonesia bersama Om Chandra."
"Ada apa Za?" tanya Ricard saat melihat Fahreza berdiri di selah pembicaraan mereka.
"Kamu pasti akan tahu kok." sambil tersenyum menjawab pertanyaan Ricard dan berjalan menggapai membuka pintu ruangan itu dan dilihatnya Zahra yang sudah jatuh di depan pintu.
"Sayang kenapa kayak gini sih..." seru Fahreza dengan serius.
"Kakak kenapa tinggalin Zahra sendiri dibawa." balas Zahra dan segera memeluk Fahreza dengan isakan tangis.
"Ada apa kok nangis? udah dong sayang, kakak minta maaf ninggalin kamu di bawah tadi." Fahreza yang mencoba menenangkan Zahra.
__ADS_1
Ricard pun dengan spontan menjulurkan tangannya kehadapan zahra yang sedang berpelukan dengan kakaknya dilantai.
Zahra sontak kaget dengan adanya Ricard di ruangan itu bersama kakaknya.
"Kakak antarin Zahra pulang!" renggek Zahra tanpa melihat ke arah Ricard.
Namun Fahreza teringat jika di bawah ada kekasih hatinya yang sedari tadi menunggunya.
"Ya udah tapi kakak mau antarin Nay dulu baru kita pulang ke Apartement." balas Fahreza dengan mengerat kan pelukan nya. Zahra begitu terkejut mendengar ada Naysila.Secepatnya ia menyuruh kakaknya mengantar Naysila.
"Kakak anterin Nay saja, aku bisa pulang bersama Prily." ucap nya secepat mungkin.
Fahreza pun tersenyum karena ia paham betul, jika Zahra begitu menyayangi Naysila seperti saudara perempuannya sendiri.
Dengan suara khas mabuk zahra dan kepolosannya berkata. " Kakak jangan macem- macem sama sahabatku, awas saja buat dia nangis, dia itu separuh hidupku, aku mencintainya.." ucap nya sembari menatap Nay yang berada di bawah tangga.
Karena tingkah Zahra, semua yang melihat perbincangan kedua kakak beradik itu pun tertawa seketika sedangkan Fahreza hanya mengganggukan kepala dengan apa yang di katakan adiknya.
Fahreza pun segera menggangkat Zahra untuk berdiri dibantu Ricard di sampingnya. Fahreza mencium kening adiknya, sambil membopong adiknya menuruni tangga dan menuju mobil Prily.
"Mas kita kembali aja, masalah kencan kita nanti aja deh, kasian loh Zahra nya." bisik Naysila saat Fahreza berjalan di dekat nya.
__ADS_1
"Zahra akan kembali bersama Prily" balas Fahreza singkat.