Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
71. Jangan menyentuh wanitaku.


__ADS_3

Fahreza pun membawa Zahra masuk kedalam club namun saat masuk Fahrezah melihat sosok pria yang tadi berbicara kepada mereka sedang berdiri di lantai dua sambil melayangkan senyum.


"Sayang apakah kamu mengenalnya." tanya Fahreza.


"Dia adalah calon suamiku kakak, kami kesini untuk meminta restu kalian karna bagiku kalianlah yang berhak atas diriku, apapun keputusan kakak aku maupun Leon akan menerimanya." jelas Zahra dengan memohon.


"Apa kamu sungguh mencintainya,? dan mengapa kamu memilih pria seperti dia,? apa bagusnya dia,?" tanya Fahrezah beserta Adriyansyah dan juga Alfian.


"Kakak apa kalian tidak menyukainya, apakah dia sudah menyinggung kalian barusan tetapi Leon lah yang menjagaku beberapa tahun ini." tanya Zahra dengan suara gemetar karna ia tidak ingin Leon meninggalkannya.


"Tapi sayangnya kami menyukai pria seperti Leon, pria yang mampu merelakan kebahagiannya demi membahagiakanmu dan rela melakukan apapun demi wanita keras kepala sepertimu." ucap Fahreza.


Zahra memanyunkan bibir seraya berlari ke arah kekasih hatinya yang sedang menatap ke arahnya.


"Le aku sangat mencintaimu, kau adalah pria yang teramat kucintai." teriak Zahra.

__ADS_1


Leon tersenyum dan membalas pelukan Zahra dengan eratnya, karna sungguh ia bahagia ketika melihat wanita yang di cintai bahagia.


"Sayang kalian ikutlah berpesta dengan kami di ruangan VVIP." seraya berjalan menuju lift dan meninggalkan Zahra dan Leon.


Leon maupun Zahra tidak sempat mengikuti ketiga kakaknya, mereka pun naik lift setelah Fahreza dan kedua adiknya sampai di lantai 4, di dalam lift Leon pun memberanikan diri mencium Zahra dengan ganasnya, Zahrapun tidak marah ataupun menolak karna kini keduanya akan segera melangsungkan pernikahan 3 bulan nanti.


Zahra pun terhayut dalam ciuman Leon begitu pun Leon, ketika mendengarkan denting lift berbunyi Leon pun menyudahi ciuman ganas itu dan berlalu berjalan bergandengan tangan masuk ke ruangan VVIP.


Ricard yang sudah tiba di depan Apartement Sally Jhou pun, segera turun dan membukakan pintu untuk Sally Jhou namun dengan cepatnya Ricard berkata. "Maafkan aku tidak bisa menemanimu malam ini, karna ada beberapa pekerjaan yang harus ku selesaikan." jelas Ricard.


Setelah Sally Jhou masuk Ricard pun segera melajukan mobil dan kembali ke Mansion Chandra karna ia tidak percaya dengan di lihatnya tadi.


Sesampainya di Mansion tidak melihat keberadaan Zahra di sana. Ricard pun menelpon Fahrezah.


drrrrggg...bunyi ponsel Fahrezah.

__ADS_1


Fahrezah tahu pasti apa yang akan di tanya Ricard, ia pun dengan segera berbisik kepada Zahra dan mengatakan jika Ricard menelponnya dan pasti mencari tahu keberadaan Zahra.


"Apa yang harus kakak katakan padanya,? kakak tidak mungkin mengajaknya kesini, bagaimana pun Leon ada bersama kita." jelas Fahrezah karna tidak enak hati dengan Leon.


"Jawablah Reza, tidak masalah, ini yang terbaik, jika ia ingin Zahra menjelaskan semua ini, aku tidak bisa melarangnya, bagaimana pun Ricard adalah Ayah dari si kecil, dia pun berhak tahu mengenai keputusan Zahra lima tahun yang lalu." selah Leon saat Reza berbicara kepada sang Adik.


"Kamu tidak keberatan jika Ricard kesini.?" tanya Fahrezah memastikan.


"Apapun itu selama Ricard tak menyentuh Zahra aku tidak keberatan, namun jika sebaliknya aku akan menghancurkannya malam ini juga." dengan tegas Leon berkata.


"Le makasih ya kamu sudah mau ngertiin aku dan aku janji aku akan menjaga jarak ketika bersama Ricard." Zahra berucap.


"Hallo Ricard." sapa Reza.


"Reza, apa Zahra ikut bersama kalian saat ini,?" tanya Ricard.

__ADS_1


"Kita bicarakan itu disini, dan mengenai Zahra ia ada di sini bersama kami, jika kamu ingin Zahra menjelaskannya segeralah kamu kesini," jawab Fahrezah seraya mengajak Ricard.


__ADS_2