Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
146. Kesalah pahaman.


__ADS_3

Setelah Leon membaca isi surat dari Ricard, seluruh keluarga pun mulai berunding untuk acara pernikahan Zahra maupun Leon. Namun siapa sangka jika Zahra menolak mentah-mentah pernikahan itu. Bukan karena ia tidak cinta lagi dengan Leon, melain kan menurut nya ini semua tidak pantas, di mana ia berbahagia di atas kesedihan keluarga besar dari Ayah sang anak yang baru saja berkagun atas kepergian Ayah dari sang anak.


"Maaf! aku tidak bisa melangsung kan pernikahan ini." seru Zahra dan perkataan nya kali ini berhasil membuat ke dua keluarga yang sedang berunding tampak bungkam.


"Apa maksud mu, Zahra?" tanya Donny memastikan.


"Aku tidak bisa!" ucap Zahra kembali. Dan perkataan nya kali ini membuat hati Leon sakit dan berdegub kencang, pasal nya Leon tidak mengira jika Zahra akan menolak pernikahan yang sudah sejak lama mereka persiap kan.


Leon membisu, ia tidak dapat mencernah lagi segala ucapan yang terlontar dari mulut wanita yang sangat di cintai nya. Leon pun memilih pergi dari ruangan itu, namun seketika pergelangan tangan nya di tahan oleh Zahra.


"Duduk lah! ada hal yang ingin aku sampai kan kepada kalian, terlebih aku tidak ingin kamu salah paham atas penolakan ku." ucap Zahra sembari menatap punggung Leon yang seperti sedang terisak.


"Tidak ada yang perlu di jelas kan lagi, kamu sudah menolak pernikahan ini, dan aku hanya lah orang asing yang bergabung bersama kalian." balas Leon masih dengan memunggungi Zahra. Setelah berucap Leon pun segera berjalan keluar dari rumah tersebut. Melihat itu Almira pun mulai tersulut emosi.


"Daddy, jangan pergi. Grita baru kehilangan Ayah, Grita gak mau kehilangan Daddy juga." ucap si kecil dengan memohon. Mendengar itu hati Leon seperti di iris-iris.


"Sayang, Daddy gak bakalan ninggalin Gritaa, kapan pun Grita ingin bertemu Daddy, Daddy akan menanti kan Grita, mana mungkin Daddy meninggal kan anak cantik Daddy, tapi untuk saat ini Daddy gak bisa nemenin Grita, Grita harus janji sama Daddy jika Grita gak akan cenggeng dan selalu tersenyum, ok." ucap Leon sembari berjongkok menyetaran kan posisi dengan calon anak sambung nya.

__ADS_1


"Daddy gak bohong kan? jika Daddy ijinin, Grita ingin ikut Daddy saja, Grita bosan dengerin semua orang ngomong urusan masing-masing dan selalu saja mengabai kan Grita." celetuk sang anak dengan polos, mendengar itu seluruh keluarga pun saling menatap satu sama lain, karena yang di katakan sang anak ada benar nya juga, jika beberapa hari ini mereka memang mengabai kan si kecil.


"Sayang gak boleh ngomong gitu, semua orang sayang dan cinta sama Grita, jika Grita ingin ikut Daddy, minta ijin dulu kepada Bunda dan lain nya, bagaimana pun juga Daddy tidak memiliki hak untuk membawa Grita karena saat ini Daddy hanyalah orang asing di sini." ucap Leon dengan sindiran.


"Grita hilang aja gak ada yang nyariin, ngapain juga Grita minta izin. Ayo Dad bawa Grita dari sini, Grita benci semua nya, gak ada yang sayang Daddy sama Grita juga di sini." celetuk sang anak kembali. Dan berhasil membuat semua orang terkejut dengan perkataan nya.


"Grita, gak boleh ngomong gitu.! gak sopan." bentak Zahra yang marah akan sikap sang anak.


"Jika kau tidak mengijin kan ia ikut dengan ku, aku tidak akan membawa nya ikut bersama ku, namun jangan pernah kau membentak nya di depan ku! sekali pun aku bukan Ayah biologis nya, karena itu bisa memperngaruhi mental nya." ucap Leon dengan marah karena ia tidak ingin ada yang membentak calon anak sambung nya sekalipun itu Zahra. Setelah mengatakan itu Leon pun mengecup kedua pipi sang anak dan berlalu meninggal kan kediaman Papah Fikry.


"Ra, aku kecewa kepadamu! jika kau tidak lagi mencintai kakak ku bicara kan itu saat kalian hanya berdua, bukan seperti ini. Kau terkesan membuat nya malu di hadapan keluarga mu dan keluarga mendiang suami mu! ternyata penilaian ku kepada mu selama ini memang salah." ucap Almira berapi api sembari menekan kedua kata terakhir nya.


"Apa? kau juga ingin memojok kan ku seperti adik mu memojok kan kakak ku di depan kedua keluarga ini!" balas Al tak kalah dengan suara meninggi. Dan itu berhasil membuat Adry dengan refleks nya menampar Al.


Plaakkk..


Semua orang terlonjak kaget. "Dry, apa yang kau lakukan? kau tak seharus nya menampar Al, semua ini hanya salah paham saja." marah Reza kepada sang adik.

__ADS_1


"Tamparan yang kau berikan ini, akan selalu ku ingat! dan tamparan ini pun pertanda jika hubungan kita berakhir!" ucap Al dengan dingin, ia tidak menyangka jika Adry akan menampar nya.


"Al, maafin aku! sungguh aku tidak bermaksud menampar mu." mohon Adry sembari menahan pergelangan Al, namun tangan nya di tepis dengan kasar oleh Al.


"Maaf tidak cukup untuk membalik kan keadaan Dry, kelak kita tidak akan bertemu lagi. Sampai kapan pun kejadian ini akan selalu ku ingat, camkan itu!" ucap Al kembali dengan mata yang sudah memerah seperti sedang menahan butiran bening itu untuk jatuh.


Adry pun menjambak rambut nya dengan kasar, ia sangat menyesali sikap nya yang sudah tega menampar wanita yang sebentar lagi akan menyandang status sebagai istri nya.


Melihat keadaan yang sudah sangat kacau balau pun, membuat Zahra angkat bicara, setelah melihat Al berjalan menuju pintu rumah.


"Bukan penolakan yang seperti kalian pikir kan, aku sangat mencintai Leon, namun aku tidak bisa menikah secara mewah, bagaiamana pun keluarga Papah Fikry baru saja berkagum, aku tidak ingin menjadi pusat perbincangan di karena kan berbahagia di atas kepedihan keluarga Papah Fikry dan Mamah Lindah yang baru saja kehilangan Ricard. Aku akan menikahi Leon tapi kami akan menikah secara tertutup, dengan tamu undangan hanya kerabat dekat saja." jelas Zahra panjang lebar dan itu berhasil membuat Al menghenti kan langkah nya.


Zahra pun berjalan menuju Al yang berdiri mematung di ambang pintu. "Al, maafin aku!" ucap Zahra sembari memeluk Al dari belakang.


Al masih saja diam, namun butiran bening itu tidak segaja jatuh di lengan Zahra. Zahra pun segera membalik kan tubuh Al menghadap ke arah nya. "Jangan marah lagi ya! aku tahu aku seharus nya menjelas kan segala nya sebelum terjadi kesalahan seperti ini." ucap Zahra dan membersih kan butiran bening tersebut dari pipi Al dengan lembut nya, setelah nya kedua nya pun saling berpelukan dengan erat nya.


"Maafin aku juga Ra, kamu kan tahu jika aku tidak suka jika ada orang menyakiti kakak ku, terlebih orang itu adalah kau." balas Al sembari mengerat kan pelukan mereka.

__ADS_1


"Tunggu aku di sini, aku akan mencoba menjelaskan segala nya kepada Leon. Ayah, Zahra keluar dulu ya, ada hal yang ingin Zahra selesai kan dengan Leon." ucap Zahra kembali dan segera berlari keluar.


__ADS_2