
Leon adalah pria idaman bagi para wanita siapa yang tidak ingin bersamanya Leon seorang pengusaha kaya raya dan juga memiliki ketampanan yang sangat luar biasa. Saat sudah sampai di depan mobil Leon membuka pintu dan mendudukkan Zahra dengan hati-hati setelahnya Leon berputar dan duduk di bangku kemudi.
Keduanya pun dalam perjalan ke Mansion Leon namun Leon tidak ingin terjadi sesuatu terhadap kekasihnya Leon pun dengan segera memutar kembali arah mereka dan menuju rumah sakit milik Adiknya.
Le kita mau kemana, bukannya kita akan kembali ke Mansion. tanya Zahra.
Aku gak mau terjadi sesuatu terhadapmu, jadi aku putuskan kita akan ke tempat Almira sekarang.
Sayang aku beneran gak apa-apa.
Zahra aku gak suka di bantah atau aku akan hancurkan mereka berdua.
Ok baiklah Leon sayang, tapi tujuan kita hanya Sally Jhou bukan Ricard.
Jangan bilang kalau kamu masih mencintainya. ucap Leon sarkas.
__ADS_1
Kamu cemburu ya, tapi bagaimanapun Ricard itu adalah Ayahnya Aggrita dan aku tidak ingin Aggrita merasa sedih. Mengenai perasaan aku terhadap Donny maupun Ricard sudah tidak ada lagi karna saat ini aku sudah memiliki seseorang yang sangat-sangat berarti bagiku. dan seseorang itu adalah seorang CEO berdarah dingin dan kaku seperti Leon Alexander.
Leon pun mengecup pucuk kepala Zahra dengan lembutnya. Hubungan keduanya sangatlah romantis dan juga terpancar aura kebahagian yang menyelimuti wajah keduanya.
Keduanya kini sudah tiba di rumah sakit, Leon dengan sigapnya turun dan menggendong kekasih hatinya masuk ke dalam rumah sakit lagi-lagi mereka menjadi pusat perhatian. semua perawat maupun Dokter sudah mengenali keduanya karna rumah sakit itu milik Almira adik perempuan satu-satunya Leon Alexander dan juga Zahra adalah salah satu pemegang saham di rumah sakit itu.
Leon menuju ruangan Almira. Almira yang melihat tingkah sang Kakak hanya bisa tersenyum lebar karna ini kali pertamanya ia melihat sang Kakak memperlakukan wanita dengan lembutnya.
Kakak, ada apa? apa yang terjadi dengan Kakak ipar? tanya Almira.
Almira dan Zahra saling bertatapan dan dengan kompaknya melihat ke arah Leon dan keduanya pun tertawa lepas.
Leon tampak kesal dengan 2 wanita di depannya. Kok kalian malah ketawa sih? tanya Leon dengan kesalnya.
Ternyata Kakakku yang kaku dan sedingin es balok ini bisa menjadi seorang yang sangat romantis, kesambet apa loh Kakak? atau Kakak salah minum obat. Almira pun tertawa.
__ADS_1
Udah cepetan periksa Kakak iparmu, Kakak ingin bertemu dengan Dokter Gideon ada yang ingin Kakak diskusikan dengannya. Sayang aku pergi dulu, dan ingat setelah selesai tunggu aku di sini. Aku hanya sebentar. Leon pun mengecup puncak kepala Zahra dan berlalu keluar menuju ruangan Dokter Gideon.
Leon yang sudah berada jauh dari ruangan sang Adik langsung menelpon seseorang.
Aku sudah mengirimkan foto seseorang kepadamu, hancurkan reputasinya begitupun dengan anggota keluarganya. Aku akan menunggu kabarmu malam nanti.
Baik Dirut, anda akan menerima kabar 3 jam dari sekarang.
Leon pun memutus sambungan telponnya. Setelah selesai menelpon Leon pergi keruangan Dokter Gideon, hampir sejam Leon berbincang dengan Dokter Gideon akhirnya ia kembali ke ruangan sang Adik.
Leon tersenyum ketika mendapati Zahra yang sudah tertidur dengan pulasnya di ruangan sang Adik. Leon pun segera mendekati wanitanya dan mengecupnya berulang kali. Leon dengan pelannya membangunkan Zahra namun Zahra tak kunjung bangun akhirnya Leon memilih menggendong Zahra menuju mobilnya.
Sayang kenapa gak bangunin aku sih? tanya Zahra dengan suara khas bangun tidur.
Aku gak tega dong bangunin kamu, habisnya kamu tuh tidurnya pules banget. Jadi gak tega bangunin kamu sayang, jawab Leon sambil melayangkan senyum.
__ADS_1
Ricard sungguh tidak tenang setelah pertemuan tadi, akhirnya ia memilih menyuruh seseorang untuk mencari bukti tentang kematian Zahra.