Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
90. Berbohong demi kebahagiaan


__ADS_3

Setelahnya keduanya pun beranjak menuju meja makan, namun Zahra merasa ada sesuatu yang di sembunyikan Leon darinya.


"Le, apa yang terjadi? dan mengapa matamu sebam, apakah kamu habis menangis? Le, katakan kepadaku apa yang terjadi!" tanya Zahra terus menerus.


Leon yang sedang menyantap makan malamnya terhenti dan menatap Zahra dengan dalamnya. "Kamu bisa gak, saat makan tidak berbicara! aku capek mau tidur" ini kali pertamanya Leon membentak Zahra sejak mereka memutuskan untuk menjenjang hubungan yang serius.


Zahra tampak terkejut mendengar nada bicara Leon yang tidak biasanya. "?Maafkan aku, jika kamu ingin tidur, pergilah." jawab Zahra dengan berlinang air mata.


Leon pun beranjak dan menuju kamar. Di dalam kamar Leon mengacak acak ramburnya dan mengutuk dirinya karna telah berkata dengan kasarnya kepada Zahra. " Zahra, maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu sedih tapi aku harus melakukan ini agar kelak saat aku tidak ada lagi kamu tidak akan merasa kehilangan dan terpuruk atas kematianku." monolog Leon dengan butiran bening yang sudah membasahi pipinya.



Hari pun berlalu begitu cepat di mana Leon setiap paginya keluar tanpa berpamitan kepada Zahra. Zahra begitu binggung dengan sikap Leon sejak kepulangannya malam itu.


"Apa sebenarnya yang terjadi,? ia selalu keluar pada pagi hari dan kembali di larut malam dalam keadaan mabuk setiap harinya, ia seperti sedang membuat jarak denganku." monolog Zahra di sofa pada larut malam saat menunggu kepulangan Leon.


Hingga pukul empat dini hari Leon tak kunjung kembali. Zahra berulang kali menelponnya namun tak di jawab.


"kamu tidurlah dan jangan menungguku lagi, aku sedang berkumpul bersama teman-temanku di club, aku bosan denganmu yang selalu bertingkah kekanak kanakan" Leon dengan besar hati mengirimi pesan teks kepada Zahra agar Zahra mau meninggalkannya.



Zahra begitu hancur ketika melihat isi pesan yang di kirimkan Leon kepadanya. Zahra menangis seperti anak kecil namun dengan cepatnya ia bergegas pergi ke club malam yang terletak di pusat Kota Toulouse.

__ADS_1


"Apa dia marah saat aku menemui Ricard?" gumam Zahra dengan tangisan dan memukul-mukul setir mobilnya berulang kali.


Leon yang melihat Zahra dari kejauhan meminta bantuan salah seorang sahabat perempuannya untuk berpura pura menjadi kekasihnya, namun Carel Abraham menolaknya karna tidak ingin terlibat dalam masalah Leon dan kekasihnya. Setelah perdebatan panjang akhirnya Carel setuju.


Zahra terbelalak mendapati Leon yang sedang bermesraan dengan seorang wanita di sudut ruangan bersama teman-temannya.


"Leon, apa yang kau lakukan,? dan siapa wanita ini? jika kau ingin mengakhiri hubungan ini aku bisa menerimanya tapi jangan lakukan ini kepadaku," teriak Zahra dengan mata yang sudah merah karna menangis sejak menerima pesan itu, ia pun menarik pergelangan tangan Leon dan dengan cepatnya Leon menghempaskan tangan Zahra.


"Kau pergilah Zahra, aku sudah tidak mencintaimu lagi, kau kembalilah kepada Ricard, kalian akan menjadi keluarga yang sangat bahagia dengan adanya anak kalian dan aku akan tetap di sini bersama kekasih baruku." teriak Leon dengan menahan sakit di hatinya karna ia kali ini sudah membuat wanita yang teramat di cintainya menangis di depan orang banyak.


Zahra tak tahu apa yang sebenarnya terjadi ketika mendengarkan perkataan Leon Zahra tampak marah dan-


Plaakkk.. "Aku benci kamu, Le!" teriak Zahra dan berlari keluar club.


"Ini adalah satu-satunya cara agar Zahra mau meninggalkanku, sungguh aku tidak ingin melihatnya menangis tapi aku akan terlihat sangat egois jika harus menahan kebahagian Zahra bersama orang yang umurnya tidak lama lagi seperti aku yang saat ini, tinggal menunggu waktu kematianku." curahan hati Leon kepada para sahabatnya.


"Huuss, jangan ngomong gitu, dokter hanya membuat spekulasi saja, toh mereka bukan Tuhan yang bisa seenaknya menentukan kematian seseorang, percayalah Le, jika kamu mau jujur kepadanya mungkin ia akan sangat bahagia jika tau kamu selalu jujur kepadanya." jawab Carel.


Zahra mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi menuju pantai yang begitu indah dengan banyak lampu tanpa mengenakan mantel. Zahra menyusuri pantai dengan tangisan. " Kamu jahat Le, aku benci kamu! teriak Zahra berulang kali di tepi pantai.


Setelah berbincang Leon pun beranjak kembali karna ia khawatir jika Zahra akan melakukan sesuatu pada dirinya, Leon pun membuka pelajak ponsel Zahra dan ia tampak terkejut melihat lokasi Zahra saat ini. Segera mungkin ia mengebut ke lokasi Zahra.


Melihat Zahra dari kejahuan hati seperti di iris-iris dengan beribu pisau, ia menangis sesunggukan karna ia sudah menyakiti Zahra. Setelah beberapa menit ia turun dan berjalan mendekati Zahra.

__ADS_1


Zahra yang sedang duduk melamun tidak menyadari keberadaan Leon di sampingnya.


"Zahra ayo, aku akan mengantarmu kembali." pinta Leon.


Zahra kaget mendengar seseorang yang sedang berbicara kepadanya. Zahra tampak histeris melihat Leon di sampingnya. "Pergilah, aku tidak ingin berbicara denganmu dan jangan memperdulikan aku lagi." teriak Zahra.


"Maafkan aku Zahra tapi ini saatnya untuk mengakhiri hubungan kita" membatin Leon.


"Zahra, ayo kita akhiri hubungan ini dengan baik-baik!" ucapnya.


Zahra melangkah maju dan menampar Leon untuk kedua kalinya.


Plaakkk..


"Aku benci kamu Le, aku tidak ingin melihatmu lagi, setelah beberapa tahun kita berpacaran inikah balasanmu kepadaku dengan pengkhianatmu di belakangku." teriak Zahra sambil memukul mukul dada Leon.


Leon tampak hancur, rapuh ketika melihat orang yang di cintainya menangis karna dia " Maafkan aku sayang yang sudah membohongimu, namun aku melakukan ini demi kebahagianmu" membatin Leon. Ia pun menarik Zahra dalam pelukannya dan dengan eratnya ia memeluk Zahra dan berulang kali mengecup pucuk kepala Zahra dengan butiran bening yang terus jatuh.


"Ra, terima kasih telah mencintaiku dengan tulus dan jika kelak aku tak bisa di sampingmu, aku berharap kau akan selalu tersenyum bahagia." ucapnya kepada Zahra.


Zahra merasakan ke anehan dari perkataan Leon barusan dan mendongak menatap Leon. " Apa maksud dari ucapanmu, Le? aku tahu kamu tidak mungkin melakukan ini tanpa sebab, katakan kepadaku, Le!


"Kamu terlalu berpikir panjang, tidak ada yang terjadi, oh iya, besok aku harus kembali ke Italya ada beberapa file yang memerlukan persetujuanku." ucap Leon kembali.

__ADS_1


Zahra tampak diam dan tak menjawab perkataan Leon.


__ADS_2