
Mengelilingi seluruh rumah sakit namun sosok yang di cari keluarga besar Zahra tak kunjung di dapati seketika itu pun membuat semua keluarga tampak ketakutan jika terjadi sesuatu kepada Aggrita.
"Apa kalian sudah mencarinya di seluruh sudut rumah sakit,? tidak mungkinkan anak itu di culik.!" tutur Tuan Laksmana.
"Kami sudah menyitari seluruh rumah sakit namun tak menemukannya Paman" timpal Reza dan Alfian.
"Kalian jangan panik, sekarang semuanya ikut Paman pergi ke ruang keamanan CCTV, kita pasti akan mengetahui keberadaannya." tutur Tuan Laksmana kembali.
Kini tanpa terkecuali semuanya berjalan menuju ruang kendali CCTV. Hampir sejam akhirnya mereka menemukan keberadaan si kecil yang seperti sedang menelpon seseorang dan berjalan menuju ruang ICU.
"Tidak mungkin, mengapa kita tidak memikirkan itu! dan bagaimana jika ia memberitahukan kondisi Leon kepada Zahra." ujar Reza.
"Jangan berpikir macem-macem, ayo kita susul si kecil sekarang, mungkin ia sangat merindukan Leon dan ingin memiliki waktu lebih lama bersamanya." timpal Tuan Laksmana.
__ADS_1
"Tapi Laks, bagaimana jika ia sudah mengatakan segalanya kepada Zahra. Apa yang harus kita katakan kepadanya saat dia kesini dan menanyakan perihal mengenai keadaan Leon yang kita tau pasti dan tidak menceritakan segalanya kepadanya." tambah Ommah Diana saat semuanya hendak berjalan menuju ruang ICCU.
"Ibu, kita akan pikirkan itu setelahnya, kalian fokuslah dulu pada kondisi mental Almira dan juga kesehatan Leon. Mengenai Zahra, aku yang akan menjelaskan segalanya agar tidak ada kesalah paham antara kita dan juga Zahra." jelas Tuan Laksmana
Semuanya pun mengakhiri perdebatan dan berjalan menuju ruang ICCU. Sedang Aggrita yang mereka cari sejak beberapa jam yang lalu sedang berkeluh kesah di samping Leon.
"Deddy, Grita ingin Deddy sembuh, Deddy adalah Deddy terhebat yang Grita miliki. Maafkan Grita yang tidak bisa menjaga Deddy sehingga Deddy jatuh sakit dan Grita janji Grita akan memarahi Bunda saat Bunda kesini besok karna Bunda juga tidak menjaga Deddy dengan baik sehingga Deddy jatuh sakit seperti ini. Deddy bangun.. Grita ingin bicara empat mata dengan Deddy mengenai teman Grita yang begitu menyebalkan." kata demi kata telah di ucapkan oleh si kecil dan itu seperti sebuah mantra karna sebuah keajaiban besar Leon pun melewati masa kritis dan bangun dari komanya.
Melihat itu semua orang yang melihat itu dari balik kaca menitihkan butiran bening tanda mereka bersyukur jika Aggrita memiliki ikatan batin yang cukup kuat dengan Leon walaupun Leon bukan Ayah kandungnya.
"Deddy, Grita takut jika terjadi sesuatu terhadap Deddy. Grita gak tau jika kelak Deddy gak ada, Grita pasti akan sangat sedih dan merindukan Deddy, tapi Deddy harus janji sama Grita untuk selalu sehat agar Deddy bisa menemani Grita bermain dan selalu menyayangi Grita." ujar Aggrita dengan polosnya membuat hati Leon seperti di tusuk-tusuk beribu pisau saat mengetahui isi hati anak kecil di sampingnya yang menganggap dirinya sangatlah penting dalam hidupnya.
"Deddy janji akan selalu sehat agar Deddy bisa melihatmu tumbuh nak walau kamu bukan darah daging Deddy tapi kau adalah separuh jiwa wanita yang sangat Deddy cintai.Deddy janji akan selalu menyayangimu sebagai darah daging Deddy sendiri." balas Leon dengan berlinang air mata.
__ADS_1
"Paman, ada apa,? kenapa kalian seperti sedang menangis,?" tanya Almira yang baru saja selesai pemeksiaan seusai dirinya pingsan.
"Lihatlah, berkat malaikat kecil kita akhirnya Leon melewati masa kritisnya dan bangun dari koma" jawab Prily dengan butiran bening yang masih menempel di pipinya.
"Baiklah aku akan memeriksa keadaan kakak agar secepatnya bisa di pindahkan di ruang rawat agar Paman dan lainnya bisa berbicara dengan leluasa." ujar Almira.
Tanpa pikir panjang Almira segera masuk ke ruangan ICCU untuk memeriksa keadaan Leon namun ia tidak dapat menahan rasa harunya saat mendapati perbincangan Leon dan Aggrita yang menurutnya sangat menyentuh hati bagi setiap orang yang mendengar curahan hati keduanya.
"Ponakan Aunty di sini ya, kakak apa ada yang sakit atau kakak merasakan sesuatu, jika ada katakanlah kakak." tanya Almira beruntutan.
"Aunty kalau nanya satu-satu dong, kan Deddy bingung mau jawabnya." jawab Aggrita dengan spontan sehingga membuat Leon maupun Almira menatapnya dan tertawa dengan Lepasnya.
"Hahahah...Anak siapa si ini, kok pinter banget," ujar Almira dan segera berjalan menuju Aggrita dan menggendongnya. Terima kasih sayang berkat Grita akhirnya Deddy bangun, Aunty bersyukur bisa milikin ponakan yang sangat pintar dan baik hati.
__ADS_1
"Aunty jangan gendong aku, aku bukan anak kecil lagi tau." celote Aggrita dan membuat kakak beradik tertawa kembali.