Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
110. Menyusun rencana


__ADS_3

Fahreza yang sejak kemarin menjadi tawanan lawan pesaing Leon mencoba membuka ikatan di tangannya. Berulang kali mencoba namun ia gagal hingga pada saat ia hendak melepaskan ikatan itu ia di pergoki oleh orang suruhan pesaing Leon dan kali ini ia di hajar habis-habisan oleh mereka.


Ini adalah kali pertama ia di perlakukan layangnya seekor binatang. Kekuatan yang di miliki Irchan Kwal membuat ia tidak berkutik sama sekali.


Di sisi lain Adri dan Almira menunggu kedatangan Alfian di bandara, tidak membutuhkan waktu lama akhirnya mereka berkumpul dan bergegas menuju rumah sakit yang dimana Ervan di tangani. Namun sesampainya mereka di sana tak kunjung melihat sosok sang kakak tapi sebelum bertanya mereka begitu syok melihat Ervan yang terbujur kaku di ruangan ICU.


"Apa yang terjadi? dan di mana kakakku saat ini!" tanya Adri.


"Kemarin saat kami tiba di sini dan hendak menuju lokasi jet pribadi Bos besar kami di cekal oleh kawanan orang yang di pimpin oleh saingan bisnis Bos besar dan terjadi perkelahian dan mengakibatkan Tuan Ervan terkena pukulan benda tumpul di kepalanya hingga mengalami Tuan Ervan koma." jelas salah seorang pegawal.


"Tapi, kenapa sejak tadi kami tidak melihat Fahreza.?" tanya Adri kembali dengan selidik.


"Saat perjalanan mengantar Tuan Ervan kami di cekal kembali di perjalanan dan Tuan Fahreza turun dan bertarung dengan orang itu dan hingga siang tadi tak kunjung kembali tapi dari informasi yang di dapat, Tuan Fahreza saat ini menjadi tawanan mereka dan akan melepaskannya jika Tuan Leon melepaskan proyek pembangunan di Paris." jelasnya kembali.

__ADS_1


"Sialan, bisa-bisa mereka memakai trik licik seperti itu kepada kita!" ucap Alfian dengan amarahnya.


"Kita jangan terpancing dengan mereka, tapi kita ikuti permainan ini dan lihat sampai di mana mereka akan bertahan dengan kesombongan mereka.!" timpal Adri dengan tenangnya.


"Tapi kak, apa kita akan membiarkannya melakukan sesuatu kepada kak Reza dan kita hanya berdiam diri saja di sini?" bantah Alfian dengan tidak setuju.


"Udahlah Dek, kita harus memikirkan cara yang matang agar tidak membahayakan nyawa kak Reza. Dan menurut kakak sebentar malam adalah waktu yang tepat untuk kita barter dengan mereka, setelahnya kita akan membebaskan kakak dari sana. Tapi sebelum itu, kirim Ervan bersama beberapa orang yang terluka dan juga Al ke Italya karna keselamatan mereka adalah utama." jelas Adri walau ia tau jika Almira pasti tidak akan setuju.


"Aku tidak akan kembali sebelum aku menemukan keberadaan kakakku dan aku yakin kamu tidak akan membiarkanku dalam situasi yang sulit." balas Almira dengan pendiriannya.


"Ok, tapi kamu harus janji untuk selalu bersama dengan kami dan tidak akan bertindak dengan gegabah." ucap Adri seraya memeluk Almira.


Setelah perdebatan itu mereka pun segera mengantar Ervan dan beberapa orang yang terluka ke Airport sebelum keberadaan mereka di ketahui oleh Irchan Kwal.

__ADS_1


Setelah memastikan perginya pesawat yang di naiki Ervan dan lainnya, Adri, Alfian dan juga Almira beserta yang lainnya kembali ke markas yang telah di siapkan oleh salah seorang teman mereka dan mulai menyusun rencana.


Namun kabar berita mengenai Ervan yang di cegat oleh sekawanan orang berpengaruh di Malaka membuat keheboan di beberapa surat kabar karna semua tau jelas jika ia bekerja kepada Leon Alexander yang sangat di hormati dalam berbisnis dan memiliki pengaruh yang sangat besar bagi kemakmuran para masyarakat kelas bawah salah satunya perusahan Leon tersebut sering merekrut pegawai dengan tingkat pendidikan rata-rata.


Mendengar perbincangan beberapa orang saat ia jalan-jalan bersama sang anak membuat dirinya ingin tau lebih lanjut mengenai masalah yang menerpa Ervan sang asisten Leon yang di serang tiba-tiba oleh beberapa orang di Malaka.


"Reymont, bisakah kamu membantuku untuk menggali informasi mengenai masalah yang menerpa Ervan." ucapnya memohon kepada sang teman.


"Baiklah Zahra, aku akan secepatnya mengabarimu jika sudah mendapatkan informasi mengenai Ervan." jawab Reymont dengan lembut.


"Terima kasih Reymont aku tidak tau lagi harus membalas semua kebaikanmu dengan cara apa. Jika kamu tidak keberatan aku akan mentraktirmu sebentar nanti sekalian ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan denganmu." jelas Zahra.


"Sama-sama Zahra, tapi bagiku menjadi sahabatmu sudah cukup untukku asalkan kamu tidak akan pernah memutuskan persahabatan kita apapun yang terjadi. Dan mengenai traktiranmu sepertinya asik juga dan sudah lama juga kita tidak jalan bersama. Baiklah kamu kirimkan lokasinya kepadaku. Ya sudah aku selesaikan pekerjaanku dulu." balas Reymont dengan bahagia.

__ADS_1


Perbincangan keduanya pun berakhir dan Zahra pun mulai membereskan Apartementnya yang terlihat seperti kapal pecah dan semua itu di ciptakan oleh sang anak, namun ia bahagia bisa meluangkan waktunya bersama sang anak beberapa bulan terakhir ini.


__ADS_2