
Setelah pembicaraan panjang antara dirinya dan Prily, Almira pun melajukan mobil menuju Mansion sang kakak namun setibanya di sana Mansion itu tampak tak berpenghuni dan ia pun tidak menemukan Leon di semua ruangan. Ia pun memberanikan diri masuk ke kamar sang kakak saat membuka pintu ia terkejut melihat kamar tersebut seperti kapal pecah semua barang-barang berhamburan di lantai dan juga ranjang.
Ia pun masuk dan mulai menata kamar tersebut namun saat sedang merapikan beberapa barang yang berhamburan di lantai ia menemukan beberapa foto antara sang kakak dan juga sahabatnya yang sebentar lagi akan menjadi kakak iparnya. Perlahan lahan ia pun duduk di lantai dan mencoba mengumbulkan foto kebersamaan sang kakak dan juga Zahra.
Hatinya seperti di tusuk beribu pisau mendapati sebuah pesan dibalik foto mereka ketika mereka bertiga yang tertawa begitu lepas saat melakukan perjalanan ke luar negeri.
"Aku bersyukur kepada Tuhan karna memberikan aku dua wanita yang sangat berarti dalam hidupku namun aku tidak tahu jika kelak nanti aku tak ada di samping kalian mungkin aku tidak dapat menjaga kalian lagi. Kakak berharap untukmu dik bahagia selalu dan kamu bisa hidup bahagia dengan Adri setelah kepergian kakak dan untukmu wanitaku, aku berharap kelak kau bisa menemukan pria baik setelah aku pergi, dan maafkan aku karna tidak bisa mengatakan kebenaran mengenai penyakitku kepada kalian berdua, aku begitu mencintai kalian dan menyayangi kalian namun kalian harus berjanji kepadaku untuk tidak bersedih saat kepergianku. Salam cinta dariku. Leon." Itulah isi pesan yang di tulis Leon di balik foto kebersamaan mereka bertiga yang membuat Almira begitu terpukul.
__ADS_1
"Apa yang kakak pikirkan, kakak tidak seharusnya menyembunyikan kebenaran ini dari kakak ipar, bagaimanapun ia berhak tahu mengenai ini begitupun denganku, aku berjanji akan menemukanmu kakak, aku pasti bisa menyembuhkanmu kakak, aku tidak ingin kehilangan kakak ataupun kakak ipar." gumamnya dalam hati.
" Leon seharusnya kamu jangan merahasiakan ini lagi dari Zahra, bagaimanapun ia berhak tau mengenai kondisimu, dan aku mendapat kabar mengenai Zahra yang menghadiri sidang hak asuh anaknya, namun sesuatu telah terjadi saat persidangan.!" ujar Ervan sang asisten sekaligus sahabat dekatnya sembari menceritakan mengenai keadaan Zahra.
"Ervan kamu harus berjanji kepadaku untuk tidak menceritakan mengenai kondisiku yang lebih memburuk kepada siapapun terlebih Zahra maupun Almira karna aku tidak ingin mereka sedih dan khawatir dengan kondisiku. Dan mengenai Zahra, apa yang terjadi kepadanya,?" tanyanya dengan suara melemah.
"Bisakah kau tinggalkan aku sendiri di sini, aku ingin istirahat sebentar, dan jika Mira menelponmu jangan katakan apapun kepadanya. Katakan jika kau tidak tahu mengenai aku." pinta kepada sang sahabat.
__ADS_1
"Tapi, kamu harus janji untuk tidak memikirkan sesuatu yang bisa membuatmu stres, aku akan secepatnya kembali setrlah menyelesaikan beberapa meting dan mrnemanimu kembali di sini.!" tegasnya Ervan kepada Leon dan berlalu keluar ruangan tersebut.
Ervan yang sudah berlalu meninggalkan Leon tampak menitihkan butiran bening karna ia tidak sanggup melihat kondisi sang sahabat yang awalnya tampak sehat dan tegas kini menjadi sosok pria yang begitu lemah lembut dan ini kali pertamanya Ervan melihat sosok yang dingin dan acuh tak acuh menitihkan butiran bening di depannya.
"Tuhan aku tidak meminta apapun darimu tapi aku mohon berikanlah Leon kesembuhan, aku tidak tahu harus bagaimana menjelaskan keadaannya kepada Zahra maupun Mira." monolog Ervan di dalam mobil dengan butiran bening yang jatuh dengan deras di pipinya.
#Maaf aku baru bisa update bab baru lagi karna aku baru selesai pengobatan paska kecelakaan, dan sulit untuk menulis bab baru๐๐
__ADS_1