
Setelah kepergian Fahrezah dan yang lainnya termasuk Ricard Alziro.
Dokter pun menutup kembali pintu ruang operasi dan memulai dengan tahap-tahap mengembalikan detak jatung Zahra, hampir dua jam Dokter dan para medis melakukan tindakan Akhirnya Zahra kembali sadar.
Dokter dan para tenaga medis begitu bahagia melihat Zahra siuman kembali setelah suntikan mematikan itu, para Dokter hendak meninggalkan ruang Operasi dan akhirnya menghentikan langkahnya karna Zahra berkata.
"Aku akan menjadi donatur di rumah sakit ini, katakan Apa yang kurang di rumah sakit ini. Saya dengan senang hati bisa memberikannya," dan saya melakukan semua ini untuk membalas kebaikan Dokter sekalian karna telah membantu saya.
"Kami memerlukan mesin Apheresis untuk penderita leukimia," salah satu Dokter berbicara.
Baiklah kalian akan mendapatkannya besok. kata Zahra dengan cepat
Para Dokter terbelalak ketika Zahra mengatakan kata besok, para Dokter pun tersenyum dan meninggalkan Zahra.
Zahra pun di pindahkan ke ruangan pasien.
Kini Zahra menjalani kehidupannya tanpa ada yang tahu jika ia hanya berpura-pura meninggal.
Setelah Zahra dipindahkan ke ruang VVIP. Zahra menyuruh salah seorang perawat untuk membelikannya ponsel baru.
Perawat kembali dengan membawa pesanan Zahra, Zahra secepatnya menelpon seseorang
Hallo Prily
Bos teriak Prily
Kecilkan suaramu, dengarkan aku baik-baik.
Kamu belikan mesin Apheresis dan tujuan barang itu ke rumah sakit Ambruzo Italya dan satu lagi jangan mengatakan apapun mengenai pembicaraan kita. Jika suatu saat Tuan Alziro mengatakan apapun kau jangan buka mulut, dengarkan saja apa yang dikatakannya begitu pula dengan kakakku, Kamu mengertikan.
Baik Bos.
Ya sudah Saya tutup dulu.
Kini hanya Prily yang tahu jika Zahra masih hidup.
Fahrezah, Adriyansyah dan Donny Balldy kini tiba di Airport International Hang Nadim.
Kini ketiga pria itu memberanikan diri untuk pulang ke kediaman Chandra.
__ADS_1
Mereka pun sampai tepat di rumah yang begitu mewah dengan lahan parkir yang begitu besar yaitu kediaman Chandra.
Fahrezah masuk ke dalam rumah bersama Adriyansyah dan Donny Balldy dan di sambut oleh Tuan Laksmana Chandra dan Ommah Diana.
Kedua orang tua itu kaget melihat Fahrezah menggendong seorang bayi.
Tuan Laksmana kaget melihat Donny Balldy ada di depannya, dengan penuh kasih sayang Tuan Laksmana memeluk Donny Balldy.
Tuan Laksamana sudah mengenal Donny Balldy. Donny Balldy bersalaman dan mencium tangan Tuan Laksmana dan Ommah Diana.
Ketika bayi mungil itu menangis, Tuan Laksmana bertanya kepada Fahrezah.
"Reza itu Anak siapa kok ada di kamu sih, kasian anaknya nangis terus pasti dia merindukan ibunya."
Ketika mendengarkan apa yang di katakan sang Paman, Reza menitihkan butiran bening.
Reza kok kamu nangis nak, tanya Tuan Laksmana.
Ardiyansyah berbicara. Paman Laks sama Ommah duduk dulu, ada yang ingin kami bicarakan sama Paman dan Ommah.
Paman, Ommah sebenarnya Bayi ini anak Zahra,.
Reza pun menjelaskan. Awalnya ketika Dokter memberi aku pilihan, aku memilih Zahra namun saat aku akan menandatangi surat persetujuan itu, salah seorang perawat keluar dan mengatakan Adik memanggilku.
Aku pun masuk, saat itu aku tak memikirkan apapun, yang ada di pikiranku saat itu keselamatan Adik, namun dia memintaku untuk mempertahankan Anaknya dan Aku menunggu hampir beberapa jam Akhirnya Dokter keluar dan menyatakan Zahra tidak terselamatkan.
Aku juga punya rekaman pembicaraan kami.
Reza memutar rekaman pembicaraan antara dia dan Zahra, diruangan itu hanya terdengar isak tangis mereka ketika mendengar Zahra memohon kepada sang Kakak.
Tuan Laksmana yang mendengar rekaman itu langsung jatuh dan mengalami serangan jantung.
Donny Balldy dan Adriyansyah langsung membawa Tuan Laksmana ke rumah sakit sedangkan Fahrezah menjaga Anak zahra bersama Ommah.
Ommah memeluk cicitnya, Ommah begitu bahagia di usianya yang tidak muda lagi bisa mendapatkan cicit yang begitu cantik namun hatinya begitu sakit mendapatkan cicit namun dia harus kehilangan seorang cucu perempuan satu-satunya.
Fahrezah dan Ommah saling berpelukan mengingat tidak adalah lagi tawa saat mereka berkumpul, karna kebahagian mereka ada pada diri Zahra.
Di sisi lain Bunda sudah hampir setahun tak sadarkan diri dari koma, kini kami kehilangan Zahra dan mendapatkan tambahan anggota keluarga baru namun kini Paman Laks serangan jantung dan mengalami koma,gumam Fahrezah dan terus menangis melihat sesosok bayi kecil di hadapannya.
__ADS_1
Kita harus sabar menerima cobaan hidup ini, dibalik semua ini kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya, balas Ommah Diana yang menatap Fahrezah yang terus menangis.
Sudah hampir seminggu lebih di rumah sakit Akhirnya Tuan Laksmana Chandra bangun dari koma.
Donny Balldy lah yang selalu merawat Ayahnya Zahra. Setelah siuman Ayah Zahra memilih untuk pulang, karna dia begitu merindukan cucunya.
Donny Balldy begitu siaga menjaga Ayah mendiang kekasihnya.
Donny Om ingin pulang sekarang, Om ingin bertemu cucu Om.
Baiklah Om, aku pun begitu kangen dengan si kecil.
Hampir sejam akhirnya Donny dan Tuan Laksmana tiba di kediaman Chandra.
Adriyansyah, Fahrezah, Alfian dan Ommah Diana sudah menunggu kedatangan Tuan Laksmana dan juga Donny Balldy.
Mereka pun saling berpelukan, kini giliran Ayah Zahra memeluk si kecil.
Cucu Opah maaf ya, Opah tidak menyambut kedatanganmu ketika kamu tiba disini. Opah kangen banget sama kamu sayang. Tak henti-hentinya Tuan Laks mengecup dahi si kecil.
Laksmana Apa kau sudah punya nama untuknya.Tanya Ommah Diana kepada sang Anak.
Kita berinama Zahra saja Ommah kata Alfian, namun dengan cepat Fahrezah membantah.
Paman, ia aku lupa Zahra sudah memberikan nama kepadanya dengan sebutan baby Aggrita.
Baiklah kita ikuti kemauan Zahra saja. Kata Tuan Laksmana sambil menitihkan butiran bening.
Paman ada satu lagi yang tidak kalian ketahui. Sebenarnya Ayah dari baby Aggrita adalah Ricard Alziro.
Semua yang ada di ruangan itu begitu kaget mendengarkan apa yang di bicarakan Fahreza.
"Jangan ada yang menyalahkan Ricard atas apa yang terjadi sekarang" itulah kata-kata terakhir yang di ucapkan adik untuk kita.
Apa Ricard sudah mengetahui Zahra sudah lahiran,? tanya Tuan Laksmana.
Sebenarnya saat Zahra kritis Ricard berada disana dan selama beberapa bulan Ricard hidup bersama Zahra di Italya dan Ricard lah yang selama ini menjaga dan merawatnya selama Zahra mengasingkan diri ke Italya.
Ricard memohon untuk memilih Zahra namun Zahra lebih memilih baby Aggrita. Ricard pun ingin menafkahi baby Aggrita dan Aku mengizinkannya.
__ADS_1