
Tepat nya di ruang makan sudah berkumpul seluruh keluarga besar Chandra tapi tidak dengan Zahra.
"Ayah, kita akan sarapan tanpa Zahra?" tanya sang Istri.
"Bun, apa Ayah harus membangunkan nya? kita semua tahu kondisi nya saat ini. Sudah hampir dua pekan lama nya, ia tidak pernah sekali pun istirahat dengan baik. Kita akan sarapan tanpa nya dan setelah nya kita akan ke rumah sakit!" ucap nya dengan pasrah.
Tepat pukul 08.00 pagi, seluruh keluarga Zahra pun pergi ke rumah sakit untuk mengetahui perkembangan Leon. Namun setiba nya mereka di sana, mereka tampak terkejut mendapati ruangan tersebut sudah kosong dan bersih.
Adry dan Fahreza pun bergegas keluar mencari informasi.
"Sus, pasien di ruangan VVIP kemana?" tanya Fahreza dengan khawatir.
"Maafkan saya Tuan, tapi saya tidak bisa menjelaskan detail nya. Silahkan Tuan hubungi Dr.Mira saja! karena itu bukan wewenang kami untuk menjelaskan." balas sang perawat dengan raut wajah yang tidak dapat di arti kan.
"Dik, telpon Al sekarang!" ucap Fahreza dengan marah.
"Apa yang terjadi, Apa terjadi sesuatu kepada Leon?" gumam Fahreza.
"Kakak, ponsel nya tidak aktif!" ucap Adry dan terus menerus menekan nomor Almira.
Kedua nya pun segera kembali menuju kamar di mana yang lain nya berada.
"Paman, kami sudah menanyakan kepada semua perawat di sini namun jawaban mereka masih sama. Kita harus bagaimana Paman!" ucap Fahreza frustasi.
"Apa maksud mu Nak?" tanya Tuan Laks dengan bingung.
"Perawat mengatakan jika mereka tidak memiliki kewenangan untuk menjelaskan kemana pergi nya Leon, dan menyuruh kami menanyakan itu semua kepada Mira, namun sejak tadi ponsel Mira tidak aktif." jelas Fahreza.
__ADS_1
Ommah, Bunda dan Tuan Laks seketika melemas dan terduduk di sofa. "Laks cari informasi mengenai mereka!" suara itu menggelegar di ruangan tersebut dengan panik nya.
"Mamah sama Bunda kembali lah lebih awal, kami akan mencari informasi mengenai mereka dan apa sebenarnya yang terjadi!" ucap Tuan Laks menyakinkan kedua wanita nya.
"Alfian, kamu antar Ommah sama Bunda hingga area parkir. Kakak akan menelpon pak Meldy untuk menjemput Ommah dan Bunda. Setelah nya kamu segera kembali kesini." ucap Fahreza.
"Bunda sama Mamah jangan bicarakan ini kepada Zahra dan juga Prily. Kami akan tetap di sini mencari informasi mengenai Leon dan juga Al." ucap Tuan laksmana.
"Baiklah, kami pergi dulu. Kalian hati-hati ya!" balas Ommah Diana.
"Bagaimana ini bisa terjadi, dan mengapa ponsel Al maupun Ervan sejak tadi tidak aktif." ucap Adry dengan kesal nya.
Hari menjelang sore di mana Fahreza dan kedua adiknya sedang sibuk menanyai beberapa Dokter dan perawat mengenai keberadaan Leon dan Almira namun tak kunjung mendapatkan hasil.
Tuan Laks pun tidak berdiam diri, ia sibuk menelpon beberapa kolega nya untuk mencari tahu keberadaan Leon dan almira saat ini. Namun belum sempat ia duduk, tiba-tiba dering ponsel nya berdering, alangkah terkejut nya ia mendapati Id penelpon. Segera pun ia menjawab telpon tersebut.
"Paman, maaf kan Mira. Mira membawa kakak ke Swiss tanpa berdiskusi dengan Paman maupun Zahra. Tapi ini semua Mira lakukan untuk penyembuhan kakak agar secepat nya bangun dari koma nya." jelas Almira dengan tangisan nya.
"Paman mengerti dengan perasaan mu tapi bagaimana kita menjelaskan ini semua kepada Zahra! ia pasti hancur Al, mendengar kamu membawa Leon pergi begitu jauh dari nya. Dan bagaimana kondisi Leon saat ini?" balas Tuan Laks dengan lemas nya mengingat kondisi Zahra namun ia begitu mengkhawatir kan Leon.
"Kak baru saja selesai melakukan Chemotherapy. Kita hanya perlu waktu hingga besok hari, jika pada esok hari kakak belum juga sadar, kakak harus melakukan cuci darah." jelas Almira dengan sedih.
"Tapi Paman, Mira mohon jangan mengatakan keberadaan Mira dan kakak untuk saat ini kepada siapa pun termasuk Zahra." ucap Mira dengan menguatkan hati nya ketika terbayang wajah Zahra yang menangisi Leon.
"Baik, tapi kamu harus mengabari Paman setiap saat jika terjadi sesuatu hal kepada Leon. Tapi kamu kesana dengan siapa?" jawab nya dan segera menanyakan siapa yang ikut bersama Almira.
"Di sini ada Dr.Gunawan bersama Kak Ervan yang menemani kami, Paman jangan khawatir. Mira tutup dulu ya, Paman." ucap nya dan segera memutuskan sambungan telepon tersebut.
__ADS_1
Tuan Laksmana pun merasa lega, ketika mengetahui keberadaan Almira maupun Leon. Setelah nya ia beranjak dan menuju keluar ruangan tersebut namun ia tampak terkejut mendapari Zahra yang sudah berdiri di ambang pintu.
"Kemana suami ku! apa yang terjadi." teriak Zahra histeris.
"Sayang, Ayah akan menjelaskan semua nya kepada mu!" ucap Tuan Laks dan berjalan maju mendekati Zahra namun Zahra dengan syok nya jatuh pingsan. Tuan Laks pun menangkap tubuh Zahra dan menggendong nya.
"Dokter, tolong anak saya!" teriak Tuan Laks.
"Sayang, kamu harus kuat, Leon pasti sembuh." ucap Tuan Laks.
Dokter pun yang mendengarkan teriakan tersebut segera berlari menuju kamar VVIP tersebut. Fahreza dan kedua adik nya pun segera berlarian ketika mendapati banyak kerumunan di depan ruangan VVIP tersebut.
"Tuan, Ny.Zahra saat ini dalam guncangan! saya harap kalian bisa bekerja sama untuk membuat nya tidak stres karena ini bahaya bagi penderi depresi berat seperti yang di alami Ny.Zahra." jelas Dokter dan kali ini ucapan itu terngiang-terngiang di telinga Fahreza maupun Adry yang mengingat jelas perkataan Dokter pribadi Zahra di Indonesia.
"Baiklah, terima kasih Dokter." ucap Fahreza dan mengantar Dokter tersebut keluar.
Beberapa jam pun berlalu, Zahra yang tertidur dengan biusan pun perlahan lahan mengerjab kan mata nya. " Aku di mana? di mana Leon! " teriak nya histeris dan mencoba mencabut infus dari tangan nya.
"Sayang, kamu jangan seperti ini! tenang kan pikiran mu. Setelah kamu tenang Ayah akan menjelaskan semua nya kepada mu." ucap Tuan Laks dengan besar hati. Zahra pun perlahan tenang kembali.
"Ayah cerita kan apa sebenarnya yang terjadi dan di mana Leon saat ini?" tanya Zahra beruntutan.
"Sayang sebenarnya Al membawa Leon ke sebuah rumah sakit yang lebih besar tapi kamu tidak perlu mengkhawatir kan Leon karena beberapa saat yang lalu Leon baru selesai menjalani Chemotherapy." jelas Tuan Laks dan dengan seketika Fahreza dan kedua Adik nya tampak melonggo mendengar perkataan Paman mereka.
"Tidak mungkin! mengapa Al melakukan ini! Leon pasti akan mencari ku, aku harus ikut kesana." ucap Zahra dengan histeris dan segera menarik paksa infus di tangan nya dan turun dari pembaringan namun saat hendak berjalan ia pun pingsan kembali.
Fahreza pun segera berlari memanggil Dokter kembali.
__ADS_1