Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
81. Kekhawatiran Leon.


__ADS_3

Kinanti dan Aldo pun mengantar Almira kembali ke Mansionnya. Sesampainya di depan Mansion Almira turun.


Terima kasih kalian telah mengantarku. Aku baik-baik saja, jika aku memerlukan bantuan kalian aku akan mengabari kalian. Ucap Almira.


"Baiklah kamu jangan sungkan mengatakannya kepada kami." Jawab Aldo dan Kinanti bersamaan.


Almira pun masuk dan mulai mengingat kembali kenangan saat ia bersama Alfin.


Alfin aku sangat merindukanmu, mengapa kau pergi, kau sudah berjanji kepadaku untuk selalu bersamaku dan maafkan aku yang telah menuduhmu berselingkuh. Kau adalah kenangan terindah yang tuhan berikan kepadaku dan terima kasih untuk kebahagian sebulan yang kau berikan kepadaku. Keluh kesah Almira akhirnya terucap di depan foto Alfin.


Sudah 2 hari Almira tak kunjung keluar kamar, seorang pelayan kepercayaan keluarga mereka merasa khawatir dengan sang Nona muda dan memilih mengabari bos besarnya.


Hallo Tuan besar.


Ada apa bi,? tanya Leon.


Ini Tuan, Nona muda sudah 2 hari tak kunjung keluar kamar, saya takut terjadi sesuatu sama Nona muda.


Baiklah bi, saya akan mencoba menghubunginya dan terima kasih bi sudah mengabariku. Leon berucap.


Leon kini begitu khawatir memikir apa yang terjadi dengan sang adik. Leon pun terus menerus menelpon sang adik namun tak kunjung di angkat. Dengan segera Leon memesan penerbangan untuknya. Setelah selesai memesan penerbangan Leon pun mencari Zahra di dapur.

__ADS_1


Sayang, aku akan kembali ke Italya pukul 10 nanti. Ucap Leon.


Apa terjadi sesuatu di perusahan.? tanya Zahra.


Tidak, barusan aku dapat kabar dari rumah, katanya Almira sudah 2 hari tak kunjung keluar dari kamar. Aku takut terjadi sesuatu kepadanya.


Apa kamu sudah mencoba menghubunginya.? tanya Zahra kembali.


Berulang kali aku menelponnya namun tak di angkat, aku sungguh takut terjadi sesuatu kepadanya.


Baiklah, aku akan pergi bersamamu. Le pesankan tiket untukku juga, aku akan ke kamar untuk mengemas. Zahra pun berjalan meninggalkan Leon dan menuju kamar.


Setelah selesai berkemas Leon maupun Zahra berpamitan dengan keluarga, keduanya kini sudah berada di Airport.


Zahra maupun Leon yang sudah tiba di Italya di jemput oleh Ervan. Menempuh perjalanan kira-kira 1 setengah jam akhir mereka tiba di Mansion. Leon dan Zahra pun segera turun dan berjalan masuk ke dalam.


Maafkan saya Tuan, yang telah mengganggu acara keluarga Tuan dan Nyonya.


Tidak masalah bi. Oh iya, apa Nona muda masih tidak keluar kamar juga,? tanya Zahra.


Iya Nyonya, sejak Nona muda pulang bersama dr.Aldo dan dr.Kinanti saat itulah Nona muda tak kunjung keluar dari kamarnya dan terus menerus mengurung diri di dalam. Jelas sang Bibi.

__ADS_1


Sayang bukannya Almira udah lama gak berhubungan dengan dr.Kinanti.? Apa ini ada hubungannya dengan mendiang Alfin.? tanya Zahra dan segera berlari menuju lantai 2.


Ohh now! teriak Leon.


"Mira, buka pintunya" teriak Leon dari luar kamar.


Tak ada jawaban...


" Apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa kau mengunci diri seperti ini?" teriak Leon kembali, Leon tampak frustasi memikirkan keadaan sang adik.


"Mira, ini aku, kamu bukalah dulu pintunya dan ceritakan kepadaku apa yang terjadi." teriak Zahra.


"Sayang bagaimana ini, kamu pikirkan cara untung membuka pintu ini. Aku tidak ingin terjadi sesuatu terhadapnya di dalam."


Leon yang sudah sangat khawatir akhir mendobrak pintu Almira.


Brakk....


Pintu kamar Almira terbuka dan di lihatlah Almira dengan raut wajah yang sangat sembab, wajah pucat, dan rambut yang berantakan.


Leon berlari memeluk sang adik. " Ssst sayang, tenanglah. Kakak ada di sini dan akan selalu menjagamu" bisik Leon pada Almira yang sedang menangis dan pandangan yang masih kosong.

__ADS_1


" Kamu harus kuat dan bertahanlah demi kakak" bisik Leon kembali sambil mencium puncak kepala Almira.


Zahra tak bisa menahan tangisnya karna ia sungguh melihat ketulusan dan kasih sayang yang besar dari Leon untuk Almira yang sama seperti cara ketiga kakaknya memperlakukan dirinya.


__ADS_2