Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
79. Aku yang bertanggung jawab


__ADS_3

Malam itu saat hendak kembali ke sini kakak mencium Almira di mobil, kakak tidak tahu apakah kakak mencintainya atau kakak hanya ingin main-main bersamanya. Tapi setelah mendengarkan Almira kembali hati kakak seperti di tusuk-tusuk.


Bagaimana dengan Almira saat kakak menciumnya.?


Awalnya Almira menolak tapi saat kakak menciumnya kembali ia tidak marah ataupun menolaknya.


Kakak pleace jangan pernah menyakiti gadis sebaik Almira. Dan jika kakak berani menyakiti Almira aku tidak akan lagi menganggap kakak sebagai kakakku dan ini semua aku lakukan bukan karena Almira adalah adik Leon melainkan Almira adalah sahabatku.


Jika kakak benar-benar mencintai Almira kejarlah ia dan ceritakan isi hati kakak yang sebenarnya tapi jika kakak berpikir untuk mempermainkannya lebih baik kakak menjauh darinya. Aku keluar dulu kakak, semua keputusan ada di tangan kakak dan menurutku kakak tahu mengapa Almira memilih kembali ke Italya.


Zahra keluar dan menemui Leon karna bagaimana pun Almira adalah adik Leon dan Leon berhak tahu mengenai kejadian ini.


Le ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Aku tunggu kamu di kamar.


Zahra pun berjalan menuju kamarnya karna ia begitu gugup untuk menceritakan kejadian antara Almira dan juga Adri.


Ada apa sayang.? tanya Leon.


Sayang duduklah ada yang ingin aku diskusikan denganmu mengenai kepergian Almira sebenarnya.

__ADS_1


Leon menatap Zahra dengan binggung.


Kamu ingat gak saat Almira kembali dari supermarket dengan kak Adri.


Iya aku, ada apa, katakan sayang apa yang sebenarnya terjadi.


Terserah kamu mau marah atau apa tapi aku tidak mau menyimpannya sendiri seperti janji kita yang akan saling terbuka satu sama lain.


Sebenarnya kak Adri mencium Almira saat mereka hendak kesini namun kak Adri tidak tahu mengenai perasaan sebenarnya kepada Almira. Apakah di benar-benar mencintai Almira atau hanya sebatas mengagumi saja.


Sayang Adri maupun Almira bukan anak kecil lagi dan masalah Adri mencium Almira itu adalah hal yang wajar untuk orang dewasa seperti kita dan menurutku Almira juga sepertinya mulai jatuh hati kepada Adri.


Kamu ingat saat pertama kali kita datang kesini aku melihat tatapan yang begitu dalam dari Almira untuk Adri begitupun dengan Adri yang menatap Almira.


Makasih Sayang kamu bisa mengerti dengan situasi ini.


Sama-sama sayang dan aku bahagia memiliki wanita sehabat kamu yang masih bisa memikirkan kebahagian untuk Adikku.


Almira yang sudah tiba di Italya merasa kesepian karna kali ini ia sendiri tanpa ada kakak dan juga kakak iparnya. Almira pun mencari kesibukan dengan pergi ke Rs.

__ADS_1


Dr.Mira apa kabar,? sapa dr.Jack.


Aku baik. Oh iya bisakah kita berbicara sebentar di ruanganku.


Baiklah keduanya pun berjalan menuju ruangan Almira.


Bagaimana dengan keadaan pasien patah tulang yang baru saja di bawah.? tanya Almira.


Napasnya tersengal-sengal, berkeringat, membiru, wajah pucat dan emosinya tidak stabil. tapi napasnya hilang-hilang tiap 3 detik dan kami sedang menunggu hasil dari lab. karna pasien saat ini telihat lemah. Jawab dr. Jack.


Napas hilang setiap tiga detik dan kembali memompa hingga membuat emosi pasien tidak stabil. Kesimpulannya pasien mengalami patah pada bagian tulang rusuk karna pasien tidak memiliki luka besar dan kehilangan darat tidak begitu parah. Cepat lakukan operasi karna pasien mengalami pneumotoraks akut dan akan menyebabkan paru-paru pasien menyusut dengan cepatnya.


Tapi dr.Mira bukannya kita harus menunggu hasil lab keluar.


Apa anda ingin menunggu hingga pasien meninggal baru anda akan bertindak. Cepat siapkan ruang Operasi saya yang akan bertanggung jawab dan minta persetujuan dari keluarga korban 15 menit lagi kita lakukan operasi.


Baiklah dr.Almira.


Hampir 2 jam lamanya Almira berada di ruang operasi untuk menyelamatkan pasien tabrak lari yang mengalami gejala penyusutan pada paru-paru. Almira yang sudah selesai melakukan operasi pun kembali keruangannya namun ia begitu terkejut melihat banyaknya panggilan di ponselnya tapi ia tak menyangka ketika melihat id penelpon yaitu orang yang ia cintai diam-diam selama sebulan lebih.

__ADS_1


Almira pun menelpon Adri kembali namun belum sempat berbicara salah seorang pasien memanggilnya.


dr.Mira ada keadaan darurat dan kami membutuhkan anda saat ini. Almira pun segera berlari dan lupa mematikan ponselnya. Namun Adri dengan senang hati menunggu Almira kembali dan tidak mematikan sambungan telpon tersebut.


__ADS_2