Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
108. Tak kunjung pasti


__ADS_3

Melihat kedatangan Prily dan Donny, semua tampak terkejut melihat sosok si kecil tak bersama mereka.


"Seharusnya aku tak menampar Zahra, jika saja itu tidak terjadi mungkin saat ini mereka masih ada bersama kita." ucap sang Bunda dengan penyesalan.


"Tidak ada yang salah, semua ini sudah takdir dari Tuhan, dan pasti semua itu akan indah pada saatnya. Biarkan adik pergi untuk sementara waktu, agar ia bisa menenangkan diri sejenak atas keterkejutannya mengenai semua ini, Bunda." balas Reza yang coba menenangkan sang Bunda.


"Tapi kita semua tau sikap Zahra, ia selalu memegang teguh perkataannya. Dan bagaimana jika ia pergi sejauh mungkin dari kita. Apa yang harus kita lakukan." ucap sang Bunda kembali.


"Bunda tenang saja, aku sudah menyuruh seseorang mengikuti kemana saja mereka pergi tanpa Zahra mengetahuinya." balas Reza.


"Tuan, kalian di minta Tuan Ervan untuk keruangan keamanan CCTV sekarang." pintah salah satu pengawal.


Semua pun segera berlarian menuju ruang keamanan karna mereka binggung atas kepergian Leon yang tiba-tiba.


"Apa yang terjadi nak,? Apa kamu menemukan sesuatu.?" tanya Tuan Laks.


"Aku menemukan keberadaan Leon. Tapi awalnya aku mengira dia hanya ingin jalan-jalan saja ke lantai atas rumah sakit, namun beberapa menit kemudian sebuah jet pribadi mendarat di atas rumah sakit ini. Tepatnya itu adalah Jet pribadi milik Leon." jelasnya singkat namun semua tau kelanjutan cerita mengenai Leon.


"Tidak, kakak tidak mungkin meninggalkan aku di sini sendirian. Ervan cari tau kemana jet itu pergi membawa kakakku." pintah Almira dengan tangisnya.

__ADS_1


"Baiklah Mira, tapi kamu harus janji untuk menjaga kondisimu. Aku segera mengabarimu jika menemukan keberadaan Leon secepatnya." balas Ervan dengan tenang.


Keluarga besar Zahra mencoba menenangkan Almira agar ia tidak terlalu memikirkan Leon dengan kondisinya yang baru saja bangun dari pingsan.


"Nak, kamu tidak harus seperti ini, semua yang ada di sini sangat menyayangi kamu dan juga Leon karna bagi kami kalian sudah seperti keluarga. Paman menganggap kalian seperti putra dan putri sendiri, begitupun dengan yang lainnya." ucap Tuan Laksmana yang mencoba menenangkan Almira.


"Terima kasih Paman, aku mengucap syukur kepada Tuhan karna telah memberiku dan kakak keluarga yang penuh dengan kasih sayang yang begitu tulus seperti kalian yang mencurahkan kasih sayang kepada kami." balas Almira seraya memeluk Tuan Laksmana.


Hari pun berlalu begitu cepat, sebulan telah berlalu, Almira dan juga Adri selalu menunggu kabar dari Leon yang tak kunjung di temukan keberadaannya. Kekuatan yang di miliki keluarga besar Zahra maupun Donny telah di kerahkan untuk mencari keberadaan Leon namun semuanya sia-sia. Begitupun dengan Ervan yang sudah bekerja keras menyuruh anak buahnya untuk mencari sahabatnya namun saat sudah menemukan titik terang ia mendapati kesulitan saat berada di Malaka.


Salah seorang pesaing bisnis mereka membuat beberapa strategi untuk menggagalkan pencarian Leon. Karna beberapa bulan yang lalu Leon memenangkan tender milliaran dollar dan tender itu terbengkalai saat Ervan sibuk dengan mencari keberadaan Leon.


"Oowww, kalian rupanya sedang mencari keberadaan Bos kalian! tapi sayangnya kalian tidak bisa masuk di area ini. Karna area ini adalah batas kekuasaanku, siapapun yang ingin masuk kesini harus meminta ijin dariku terlebih dahulu." ucapnya dengan sombong.


"Kamu kembalilah le Italya, karna kedatangan kalian tidak di terima di sini." balasnya dengan senyum picik.


"Jangan mencari masalah dengan kami, karna sekalipun nyawa taruhannya, aku tidak akan pernah meninggalkan Negara ini sebelum aku menemukan keberadaan Leon." balas Ervan dengan marah.


"Serang mereka dan jangan biarkan mereka terlihat di sini lagi jika perlu bunuh mereka semua tanpa terkecuali." ucapnya dengan ancaman.

__ADS_1


Ervan dan juga para pegawalnya kini sedang bertarung melawan anak buah dari pesaing bisnis Leon yang memiliki pengaruh yang cukup sebanding dengan Leon di Italya, namun pada kenyataannya kekuasaan itu tidak ada apa-apanya di bandingkan kekuasaan keluarga besar Zahra yang memiliki banyak sejarah dalam dunia gangster.


Mira yang saat ini sedang duduk di teras bersama Andri dan juga Reza di kejutkan dengan dering telpon dari seseorang.


"Hallo, Nona, saat ini kami sedang bertarung dengan seseorang di Malaka dan Tuan Ervan saat ini mengalami luka yang cukup serius di lengannya. Saya mohon ijin untuk membawa Tuan Ervan kembali ke Italya saat ini juga." jelas sang kepala keamanan.


"Kamu bawalah Ervan kembali, dan pastikan keselamatannya." balas Almira dengan ketakutan.


"Mengapa di saat seperti ini ada yang mencari masalah dengan Ervan.? dan siapa orang yang berani mengusik Ervan saat ini." ucap Almira dengan lamunannya.


"Apa yang terjadi Al?" tanya Adri namun tak kunjung di jawab Almira karna ia masih dalam lamunannya.


"Sayang ada apa?" tanya Adri kembali dengan memegang kedua tangan Almira sehingga ia sadar dari lamunannya.


"Ervan di cekal oleh pesaing bisnis kakak. Dan saat ini Ervan terluka parah. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada Ervan karna bagiku ia sama seperti kakakku sendiri" jelas Almira singkat dengan gugup.


"Sialan! siapa yang berani mengganggu Ervan? siapapun itu harus berhadapan dengan kami!" balas Reza dengan sorot mata yang begitu tajam seperti harimau yang sedang lapar.


"Dek, kamu jaga Mira di sini. Kakak akan pergi ke Malaka sekarang juga, dan mungkin hanya memerlukan beberapa jam untuk tiba di sana. Tapi sebelum kakak tiba di sana, kakak akan mengabari orang-orang kita di sana untuk membantu Ervan terlebih dahulu." jelas Reza kembali dengan kemarahannya.

__ADS_1


"Baiklah kakak. Hancurkan siapapun yang membuat kekacauan di sana." balas Adri tak kalah dengan kemarahan yang sedang memuncak karna dia menyesali melewati saat-saat seperti ini demi menemani kekasih hatinya yang sedang rapuh.


"Mira, Mas Reza pergi dulu. Kamu jangan terlalu banyak pikiran, secepatnya kami akan menemukan keberadaan Leon." ucap Reza sembari menenangkan Almira yang terlihat ketakutan.


__ADS_2