Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
21. Menyusuri pegunungan


__ADS_3

Zahra tampak tenang dan mencoba membuat api unggun untuk membuat tubuhnya tetap hangat, karena ia sudah mulai kedinginan.


Zahra yang memang tahu resiko melakukan hiking, tidak lah mudah oleh karena itu ia tidak sedikit pun takut, karena Zahra memang orang yang cukup tangguh dan unggul dari teman temannya di California saat melakukan perjalanan hiking bersama mereka.


Zahra pun terus membuat api unggun tetap menyalah agar dirinya tetap hangat.


Adri pun angkat bicara ketika dia melihat kekhawatiran dari raut wajah Ricard yang sedang memikirkan Zahra.


"Ricard, kamu jangan terlalu menghawatirkan kesayangan. Hal seperti ini sudah sering terjadi kepadanya." ucap Adry meyakinkan Ricard.


"Maksud kamu apa.!!" timpal Fahreza dengan marah.


Adri pun mulai menceritakan semua kejadian yang terjadi di California. "Ini bukan kali pertama Zahra tersesat saat melakukan hiking. Saat di California, Zahra sempat hilang dari teman temannya. Mereka pun mencari keberadaan Zahra dengan bantuan beberapa Tim namun sayang nya semua pencarian di berhentikan karena situasi pegunungan sangat ekstrim dan licin di karena kan hujan yang cukup lebat." jelas Adry dan berhenti sejenak sebelum melanjut kan.


"Seminggu pun berlalu, situasi pegunungan sudah dalam kondisi baik dan kami pun memulai pencarian nya hingga sore hari dan alangkah terkejut nya kami mendapati Zahra di sebuah gubuk yang di bangun nya sendiri, ketangguhan yang Zahra miliki kita pun tahu semua, ia bisa bertahan hidup di hutan belantara sendirian tanpa rasa takut." ucap Adry kembali.

__ADS_1


"Jelasin semua nya kepada kami! bisa-bisa nya kamu menyembunyi kan nya dari kami!" balas Fahreza dengan kemarahan nya. Adry yang melihat raut wajah kemarahan dari Fahreza pun dengan tersenyum melanjut kan bicara.


"Waktu itu, aku juga ikut mencarinya. Pencarian berlangsung kurang lebih 8 hari baru lah kami menemukannya. Aku juga ada vidionya 4 tahun lalu waktu Zahra berumur 22 tahun. Adri pun mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan vidio ketika mereka menemukan Zahra. Ini saat di California. Ada juga vidionya Zahra saat di Italya setahun setelah kejadian di California. Zahra pun menghilang dipagi hari waktu itu aku lagi perjalanan bisnis dengannya hampir sebulan.


Tapi saat itu ia tidak pergi bersama teman-temanya yang dari California terkecuali pria yang dari California itu yang ikut dengannya dan lainnya teman-teman nya asli Italya." jelas nya kembali.


Fahreza pun bertanya kepada Adri. "Siapa pria yang selalu bersama Zahra setiap kali Zahra hiking.?" tanya Fahreza.


Adri pun menceritakan. "Pria itu adalah Dr.Bimo Mark, sahabat dekat Zahra waktu di California. Namun setelah Dr.Bimo menyatakan cintanya kepada Zahra, Zahra pun mulai menjaga jarak dengannya karena salah seorang sahabat wanita Zahra mencintai dr.Bimo." balas Adry.


"Iya, setelah kejadian Zahra menolaknya di Italya, Dr.Bimo memilih pergi ke Canada dan kami pun kembali ke indonesia. Hingga sekarang pun mereka masih menjalin komunikasi yang cukup baik."


"Dr.Bimo yang mengetahui Zahra yang sudah tidak menetap lagi di California pun datang ke Indonesia untuk mencari Zahra kembali."


"Pada saat itu, kami sedang sarapan di sebuah restoran di Batam dan tiba-tiba Dr.Bimo datang dengan teman temannya yang sedang bertugas di Indonesia. Zahra pun yang menganggap Dr.bimo seorang sahabat meminta Dr.Bimo untuk duduk bersama kami untuk sarapan. Sebulan itupun kedekataan antara mereka berangsur angsur membaik."

__ADS_1


Raut wajah Ricard seketika berubah. Fahreza melihat perubahan raut wajah Ricard yang tidak dapat di artikan setelah menonton vidio Zahra dan mendengarkan kedekatan Zahra dengan seorang Dokter membuat Fahreza mesara tidak enak hati, secepat nya pun ia mengalihkan topik pembicaraan.


"Kenapa kamu tidak pernah memberitahukan itu pada kami. Dan bagaimana kalau terjadi sesuatu kepadanya. Apa kau sanggup menatap mata Paman." timpal Fahreza dengan kemarahannya.


"Aku tidak memberitahukan nya kepada Kakak, karena aku sudah berjanji kepada Zahra untuk tidak menceritakan semua kejadian itu. Maafkan aku Kak." balas Adry dengan rasa bersalah nya.


"Kita lakukan pencarian besok saja, karena waktu sudah tidak memungkinkan kita untuk menyusuri pegunungan dalam keadaan gelap seperti ini. Kasian yang lain sudah tampak kecapean." ucap Fahreza kembali.


Ricard tidak bisa tidur karena memikirkan Zahra yang bertahan hidup sendirian di hutan dan mengingat jelas wajah pria yang begitu perhatian kepada Zahra saat di Italya dan California. Begitu pun dengan Fahreza, Prily, dan Alfian yang tidak bisa memejamkan matanya karena memikirkan Zahra.


Akhirnya Fahreza dan Alfian kembali duduk dan berbincang dengan Ricard. Setelah hampir sejam mereka berbincang Prily pun keluar dan bergabung bersama mereka.


"Prily kok kamu gak tidur!" tanya Fahreza.


"Aku kepikiran sama Bos. Bagaimana jika terjadi sesuatu kepadanya, aku gak bisa bayangin itu." ucap Prily di ikuti dengan tangisan.

__ADS_1


"Prily kamu gak usah mikir macem-macem, besok kita akan mencarinya kembali. Masuk dan tidur lah, ini sudah sangat larut." balas Fahreza meyakinkan Prily atas kekhawatiran nya.


__ADS_2