
Setelah menjelaskan kini Zahra kembali ke ruangan VVIP namun tidak dengan Ricard. Melihat Ricard yang tidak ikut masuk bersamanya membuat Zahra merasa sangat bersalah terhadap Ricard.
Zahra pun menarik pergelangan tangan Ricard dan berkata. " Ricard Apa kau masih marah terhadapku,?" tanya Zahra.
Ricard menatap Zahra begitu dalamnya dan tersenyum. "Tidak, tapi ada masalah yang harus aku selesaikan malam ini, kamu masuklah jangan membuat kesalah pahaman antara kamu dan juga kekasihmu." jawab Ricard dengan lembutnya.
"Ricard.!" panggil Zahra dengan pelannya.
"Masuklah Zahra, aku harus pergi dan sampaikan salamku buat yang lainnya termasuk kekasihmu." Ricard pun berjalan meninggalkan Zahra yang masih berdiri mematung.
Ricard tampak hancur mengingat perkataan Zahra namun ia tidak ingin terlihat oleh Zahra maupun yang lainnya jika ia sangat rapuh saat ini.
Zahra pun masuk dan menyapa ke 4 pria yang sedari tadi menunggunya. "Leon maafkan aku sudah membuatmu khawatir tapi aku cukup lega akhirnya satu persatu masalah ini terselesaikan." jelas Zahra.
Leon pun memeluk erat wanita yang teramat di cintainya.
"Ricard mana sayang,?" tanya Fahreza.
"Katanya ada urusan jadi gak bisa kumpul bareng kita." jawab Zahra santai walau dalam hatinya masih merasakan rasa bersalah yang cukup besar.
__ADS_1
Fahrezah menyadari jika Ricard berusaha menghindari Zahra karna tidak mungkin Ricard akan bergabung bersama mereka sedangkan Zahra dan Leon sangat romantis.
Ricard menangis sejadi jadinya di dalam mobil dan menyesali apa yang di lakukan dirinya dengan Sally Jhou membuat ia kehilangan sosok yang sangat di cintainya.
"Sally aku akan ikut serta dalam permainanmu, dan mari kita lihat siapa yang akan hancur dalam permainan ini, kau lah penyebab dari ke hancuranku dan kau pun akan merasakan kehancuran yang ku rasakan." monolog Ricard
Ricard kini kembali ke Mansion Chandra dan kali ini ia berpapasan dengan Donny dan juga Prily yang baru tiba.
"Ricard, Apa yang terjadi,? kamu menangis,?" tanya Donny yang ikut merasakan kesedihan yang Ricard rasakan. "Sayang, Mas temani Ricard dulu ya, kamu masuklah dan tidur lebih awal." ucap Donny.
"Tidak apa-apa, Mas temani Kakak aja, aku masuk dulu." seraya meninggalkan Ricard dan Donny.
"Tidak masalah, kita bicarakan itu di club saja." jawab Donny.
Keduanya pun berlalu menuju club yang tidak jauh dari Mansion. Sesampainya di sana Donny memesan Wine dan mulai membuka pembicaraan.
"Ricard aku tahu yang kau rasakan saat ini, namun inilah hidup, kita harus siap menerima kenyataan sekali pun itu sakit untuk di terima." perkataan Donny kali ini membuat Ricard terlihat agak tenang.
"Apa sebesar itu kebencian Zahra terhadapku Don, sehingga ia harus memalsukan kematiannya dan sekarang ia kembali setelah aku bangkit dari keterpurukan dan memberiku kejutan bahwa ia akan menikah dengan pria lain." Keluh kesah Ricard.
__ADS_1
"Aku tahu, semua ini tidak harus seperti ini namun takdir yang menentukan semua ini dan jika kelak takdir berpihak padamu mungkin kau akan kembali bersamanya atau sebaliknya kau harus mencoba membuka lembaran baru dan menerima wanita lain sebagai gantinya." ujar Donny.
"Setelah perdebatanku dan Zahra, aku berpikir untuk kembali ke Prancis, dan mungkin itu jalan satu-satu agar aku bisa menata hidupku kembali." ucap Ricard kembali.
"Jika menurutmu itu yang terbaik maka lakukanlah tapi bagaimana kau bisa hidup berjauhan dengan sih kecil." tanya Donny kembali karna ia tau betul jika Ricard tidak bisa jauh dari anaknya.
"Aku dan Zahra sudah sepakat jika kami akan merawat sih kecil bergantian dan aku pun di perbolehkan menjemput sih kecil kapan saja." jelas Ricard.
"Yang sabar bro, ya sudah kita ganti topik pembicaraan lain saja biar lebih santai gitu." ucap Donny.
"Oh iya, besok aku sama Prily mau foto prewed namun aku tidak dapat menyewa lokasi yang akan aku jadikan latar belakangnya." jelas Donny.
"Alasannya,! mungkin aku bisa membantumu." balas Ricard.
"Di pesisir pantai tepatnya di pulau nubut karna keindahan alam terbuka dan pasir putih membuat aku dan juga Prily ingin menjadikan lokasi itu untuk pengambilan foto prewed." jelas Donny kembali.
"Aku tahu pemiliknya, besok kita kesana, sekalian aku ingin jalan-jalan agar bisa sedikit rileks gitu." jawab Ricard.
"Ok, thanks bro." Keduanya pun menyesap habis wine itu dan berlalu kembali ke Mansion.
__ADS_1