
Zahra pun kembali duduk dengan Ricard.
Ketika Ricard hendak meminum minuman yang di pesan Zahra.Dengan cepat nya Zahra menarik tangan Ricard dan berkata "Hentikan, sudah cukup kamu minum-minum disini. Aku akan menyuruh seseorang mengantarmu pulang. Tunggu aku disini." ucap Zahra dan berlalu menghampiri Rangga dan bertanya keberadaan para Kakaknya.
"Rangga. apa kamu melihat kakakku!" tanya Zahra. Rangga pun menunjuk ruangan di lantai 2. Zahrapun langsung menuju kearah ruangan lantai 2. Seketika Fahreza yang melihat Zahra yang berjalan ke arah ruangan nya pun berpura pura berbincang bersama sahabat dan kekasih nya.
Tok tok...
Masuk.
"Kak, aku ada sedikit masalah tapi aku butuh bantuan kakak. Ceritanya panjang kakak, bantuin aku dong." ucap Zahra dengan cepat nya.
"Emang apa Dik?" tanya Fahreza.
"Kakak bisa gak bantui aku, buat anterin Ricard pulang." ucap nya dengan jujur.
"Nanti Kakak minta bantuan Mas Erick aja, gak enak jika Kakak ninggalin Kak Rizal bersama kalian." jawab Fahreza dengan cepat. Mereka pun saling menatap satu sama lain.
Zahra pun turun kembali bersama Fahreza dan di ikuti Nay bersama Rizal di belakang nya.
__ADS_1
"Ricard, ayo kami akan mengantar kamu kembali." Fahreza dan Rizal pun membopong Ricard menuju mobil Ricard namun Zahra berpikir jika menggunakan mobil Ricard bagaimana cara Erick karyawan nya kembali.
"Mas Erick, pakai mobil aku aja!" ucap Zahra saat melihat Fahreza dan Rizal hendak membawa Ricard ke mobilnya.
Fahreza pun mendudukkan Ricard di samping kemudi sedangkan Zahra menutup pintu mobil. Dan berlalu masuk ke club kembali setelah memastikan Erick pergi.
"Aku harus menjaga jarak dengan Ricard! aku tidak ingin ia salah paham dengan semua sikapku kepadanya." membatin Zahra.
"Ricard maafkan aku, namun aku belum siap menjalani hubungan dengan siapapun termasuk dirimu." membatin nya kembali.
Pagi pun tiba, senyum kebahagia terlihat jelas di wajah Zahra. Zahra yang sudah bersiap untuk berolahraga kaget ketika ia keluar dari kamar, tampak sang kakak yang sedang tidur di lantai. Zahra yang begitu menyayangi Fahreza tidak tega melihatnya tidur dilantai.
Zahra yang sampai di Apartement langsung menuju dapur dan mulai memasak. 1 jam pun berlalu Zahra yang tampak kelelahan akhirnya bisa menyajikan beberapa hidangan yang lezat. Setelahnya Zahra kembali ke kamar untuk mandi.
Selesai mandi dan bepakaian santai Zahra pun keluar dari kamarnya membawa 2 buah selimut untuk dirinya dan juga sang kakak.
Zahra yang awalnya ingin menunggu Fahreza bangun untuk sarapan, malah ikut tertidur di lengan Fahreza beralaskan lantai.
Fahreza yang merasa kebas di lengannya pun perlahan membuka mata. Fahreza sadar dan begitu terkejut melihat kesayangannya ikut ikutan tidur di lantai bersamanya.
__ADS_1
Fahreza pun berjalan menuju dapur dan ia tidak percaya jika adik yang selama ini cuek dan juga keras kepala ternyata sangat lihai dalam memasak. Fahreza pun menghampiri zahra dan memeluknya hingga akhirnya Zahra pun terbangun.
"Kakak sudah bangun! ayo kita sarapan." ucap Zahra dengan suara serak bangun tidur.
"Kenapa juga kamu ikut ikutan tidur dilantai, gimana kalau kamu sakit." Fahreza yang marah akan sang adik.
Zahra yang tau sifat para kakaknya, langsung memeluk Fahreza dan menariknya ke ruang makan.
"Jelasin apa yang terjadi semalam, sehingga kamu pulang lebih awal." Fahreza bertanya.
"Ini enak banget, kamu pesan di mana sayang.!!" tanya Fahreza kembali.
"Enak aja, pesan-pesan, itu aku loh yang masak. Pagi tadi pas bangun aku ngeliat kakak tiduran dilantai. Aku gak tega dong, jadi aku pikir buat masakin sarapan untuk kakakku tersayang. Selesai masak aku main gadget berharap kakak segera bangun, eh malah aku yang ikut ketiduran di lantai." jelas Zahra dengan memanyunkan bibir nya.
"Jelasin juga mengenai semalam!" pungkas Fahreza kembali.
"Aku merasa capek aja kak!" jawab nya dengan berbohong.
"Sayang, hari jumat sampai lusanya kamu ada kegiatan gak, sebelum ujian tesis minggu depan. Soalnya semalam kakak udah sepakat bersama kedua kakakmu sebelum kamu dan Naysila ujian kita trip. Mau gak?" tanya Fahreza.
__ADS_1
"Itu yang ku tunggu-tunggu, kenapa gak dari kemarin-kemarin ngajaknya kak." seru Zahra dengan bahagia.