Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
50. Dia adalah Ayahnya


__ADS_3

Bagaimana pun Aggrita adalah darah


dagingnya, ucap Tuan Laksmana. Dan biarkan Ricard bertemu dengan si kecil.


Baiklah Paman Laks.


drrrrg.....drrrggg


ponsel Prily berbunyi.


Prily Apa kamu sudah sampai di alamat yang saya kirimkan. tanya Zahra


Sudah Bos.


Prily ingat yang kukatakan jangan sampai ada yang curiga padamu.


Saya mengerti Bos, ucap Prily.


Masuklah!


Baik Bos.


Tok...tok..tok


Alfian membukakan pintu.


Cari siapa mba, tanya Alfian kepada Prily.


Apa benar ini rumah Bu zahra.


Iya bener ini rumahnya. Masuk dulu mba nanti bicara di dalam, dengan lembutnya Alfian mempersilahkan Prily masuk.


Siapa yang datang Dek,? tanya Fahreza. Namun ia kaget melihat Prily.


Kapan kamu kesini Prily, ayo duduk dulu kata Fahreza.


Paman Laks, Ommah, kenalin ini Prily. Ia Assisten Zahra di Prancis .


Prily pun menyalami Tuan Laks dan Ommah Diana. Jadi gini mas Reza, maksud kedatangan saya kesini. Sebelumnya saya Mohon maaf, tapi sebelum Bu zahra lahiran, Bu Zahra sempat menelpon saya, dan menyuruh saya untuk menjaga baby Aggrita.


Jika di perkenankan Saya ingin merawat baby Aggrita disini sebagai balas budi Saya kepada Bu Zahra yang begitu baik terhadap Saya.


Kamu tahu dari mana Zahra sudah meninggal, tanya Fahreza.


Jadi sehari sebelum Bu Zahra lahiran Bu Zahra memberikan nomor ponsel saya kepada pihak rumah sakit dan pada saat Bu Zahra meninggal pihak rumah sakit pun menelpon saya dan memberitahukan bahwa Bu Zahra telah tiada.


Apa tidak merepotkanmu Nak Prily.


Tidak sama sekali Tuan.


Jangan panggil Tuan, panggil om saja.


Baik Tu--, Om


Alfian kamu antarkan Prily ke kamar baby Aggrita. Biarkan baby Aggrita tidur dengan Prily.

__ADS_1


Terima kasih Om. Prily pun berlalu ke kamar baby Aggrita bersama Alfian.


Nyonya besar makan siangnya sudah siap.


Ayo kita makan dulu, Mereka pun berlalu menuju ruang makan.


Om biarkan Saya menidurkan baby Aggrita. Pinta Prily.


Prily kamu makan dulu, biar bibi yang peluk baby Aggrita.


Terima kasih Om, tapi Saya sudah makan tadi pas mau kesini.


Ya sudah, Cucu Opah sama mba Prily dulu ya.


Prily mengambil Aggrita dari pelukan Tuan Laksmana dan berlalu ke kamar. Prily mengunci pintu kamar lalu mengambil ponsel dan melakukan Vidiocall bersama Zahra.


Hallo Bos, ini aku sama baby Aggrita. Prily pun mengarahkan kamera ke arah baby Aggrita.


Hallo Anak Bunda, Zahrapun menitihkan butiran bening ketika melihat Anaknya pertama kali. Sayang maafkan Bunda untuk saat ini, tidak bisa melihat mu tumbuh. Tapi Bunda janji saat Kau berumur lima tahun Bunda akan kembali bersama kamu dan juga keluarga Bunda. Jangan rewel ya sayang. Bunda sayang kamu.


Prily nanti setiap harinya kamu telpon aku ya, biar Aku bisa tau perkembangnya Aggrita.


Baik Bos.


Zahra memutuskan sambungan telponnya. Kini Zahra menjadi seorang pelukis Abstrak. Kali ini dia memakai identitas sang Anak di setiap sudut bawah hasil Lukisnya.


Pihak rumah sakit sangat berterimah kasih kepada Zahra karna berkat Zahra lah rumah sakit mendapatkan alat medis yang begitu susah mereka dapatkan.


Nyonya Zahra, Dokter dari Rs.Ambruzo mengundang Anda untuk Acara makan malam di Rs.Ambruzo.


katakan kepada Dokter Sisco Arahap dengan senang hati saya akan hadir.


Selamat datang Ny.Zahra, para Dokter telah menunggu Anda di ruang Meeting.


Baiklah, Suster Natri bisa tolong temani saya ke ruangan Meeting.


Suster Natri pun mengantar Zahra ke ruangan makan malam. Suster Natri yang hendak pergi setelah mengantar Zahra. Kaget ketika Zahra memberikannya sebuah amplop.


Apa ini Ny.Zahra? tanya suster Natri yang binggung.


Suster Natri aku tidak mau menerima penolakan, ambillah ini bentuk terima kasih Saya. Karna kau selalu merawatku selama di sini.


Suster Natri membungkuk dan berterima kasih kepada Zahra, kau adalah orang baik Ny.Zahra.


Zahra tersenyum kepada Suster Natri dan berjalan meninggalkannya.


Tok..tok..


Selamat Malam.


Selamat Malam Ny.Zahra silahkan duduk, kata Docter Sisco Arahap.


Perbincangan antara Zahra dan beberapa Dokter pun terjadi, hingga terdengar tawa. Namun kali ini Zahra telah menjadi salah seorang Inversor terbesar di Rs.Ambruzo.


Setelah acara makan malam dan perbincangan yang mengundang tawa. Akhirnya Zahra berpamitan karna hari sudah begitu larut dan dia harus bertemu salah seorang clien sebelum dia kembali ke Apartementnya.

__ADS_1


Setelah sekian lama tak pernah pulang kerumah orang tuanya kini Ricard Alziro berada di depan kediaman Alziro.


Sayang setelah sekian lama akhirnya Kau kembali, ucap Mamah Linda


Ricard langsung memeluk sang mamah dengan eratnya.


Sayang ada apa sih, ngomong dong sama mamah.


Mamah ada hal yang ingin Ricard katakan sama mamah dan papah tapi Ricard sebelumnya minta maaf, telah melakukan kesalahan besar ini.


Tuan Fikry Alziro yang sedang membaca koran melepaskan koran di meja, terlihat kerutan di alisnya.


Apa yang kau lakukan Nak, tanya Papah Fikry.


Ricard pun turun dari sofa dan duduk di lantai.


Apa yang kau lakukan Ricard, duduklah di atas. Papah Fikry binggung dengan tingkah sang Anak yang biasa bersikap begitu dingin kini seperti anak polos yang melakukan kesalahan dan meminta maaf.


Papah, Mamah, Ricard sungguh mohon maaf kali ini Ricard sudah membuat Papah sama Mamah malu. Sebenarnya Ricard telah menghamili Zahra.


Plaaaak...


Papah Fikry yang begitu marah mendengarnya langsung menampar Ricard.


Kau harus menikahi Zahra, Ricard. Papah akan segera menelpon Paman Laksmana dan menceritakan semuanya.


Papah udah dong dengerin dulu penjelasan Ricard. Mamah Lindah Aldinata Alziro mencoba menenangkan suaminya.


Ricard sangat mencintai Zahra Pah, tapi Zahra sudah tidak ada di dunia ini. Ricard yang menitihkan butiran bening.


Apa maksudmu Ricard,?? tanya Mamah Linda.


Saat Zahra lahiran Zahra mengalami kontraksi dan Dokter memberi Kakaknya pilihan antara Ibu dan Anak, namun Kakak Zahra memilih sang Anak atas permintaan Zahra. Dokter pun menyatakan Zahra telah meninggal.


Mamah Lindah begitu syok mendengar Zahra meninggal.


Apa Tuan Laksmana Chandra tau tentang ini.? tanya Papah Fikry.


Maksud kedatangan ku kesini, aku ingin Papah dan Mamah menemani Ricard bertemu dengan Paman Laks, Ricard ingin sekali meminta maaf dan Ricard ingin bertemu Anak Ricard, apa pun yang akan terjadi Ricard akan menerimanya tapi Ricard tidak mau jauh dari Anak Ricard Pah.


Papah akan coba berbicara dengan Laksmana.


Papah yang begitu terpukul langsung meninggalkan Ricard dan Mamah Lindah diruang keluarga.


Hallo Laksmana


Hallo Fikry


Bagaiman kabarmu Laks.? Laks ada yang ingin Aku bicarakan denganmu, mengenai Zahra dan Ricard.


Kabar Aku baik Fikry. Datanglah ke Indonesia ada yang ingin Aku bicarakan kepadamu dan juga Ricard.


Baiklah Laksmana kami akan segera kesana besok.


Aku akan menunggu kalian besok.

__ADS_1


Papah Fikry keluar dari ruang kerjanya dan menghampiri Ricard dan berkata besok kita akan ke Indonesia.


Terimah kasih Pah.


__ADS_2