
Tanpa membuang buang waktu, Ricard pun menelpon Donny. " Hallo Don!" sapa Ricard dengan suara serak nya.
"Hey brother, ada apa? tumben nelpon selarut ini!" tanya Donny merasa khawatir saat mendapati Ricard menghubungi nya selarut ini.
"Don, ada hal yang ingin aku pasti kan saja tapi kamu tidak perlu khawatir." jelas Ricard dengan tenang nya.
"Sebisa nya akan aku jawab dengan jujur." balas Donny dengan senang hati.
"Apa saat ini hubungan Zahra dan juga Leon sudah berakhir?" tanya Ricard sedikit gugup.
"Setahu aku sih, saat ini di kediaman Leon, sedang mempersiap kan pesta pernikahan dan seluruh anggota keluarga sedang berkumpul di sana, terkecuali Ommah sama si kecil sedang berada di Val d Orcia menghadiri pembukaan rumah amal Ommah." jelas Donny panjang lebar.
"Ya sudah, mungkin aku saja yang terlalu khawatir." balas Ricard dengan suara yang sangat pelan.
"Jangan bilang jika kamu masih mengharap kan Zahra, ayolah bro, aku yakin kamu pasti bisa menemukan gadis baik dan mencintai mu dengan tulus." ucap Donny untuk mengingat kan Ricard jika ia harus bisa moveon dari Zahra sama seperti diri nya saat itu.
"Don, ada hal penting yang ingin aku katakan kepada mu, tapi berjanji lah untuk menyimpan semua nya dari Prily maupun yang lain nya termasuk Leon." balas Ricard dengan mengumpulkan keberanian.
__ADS_1
"Aku janji demi persahabatan kita, tidak akan ada yang mengetahui pembicaraan kita saat ini." balas Donny dengan tulus mengingat jika Ricard tidak pernah keberatan jika si kecil memanggil diri nya dengan sebutan Papah. Belum sempat Ricard menceritakan hal penting tersebut terdengar suara isakan tangis yang begitu histeris, Donny pun menaruh ponsel yang masih tersambung tersebut di atas meja dan berjalan menghampiri sang Istri.
"Mas, Kakak hilang! saat ini semua orang sedang mencari Kakak di mana pun, namun tak satu pun dari orang suruhan Ayah maupun Kak Leon menemukan Kakak. Aku takut terjadi sesuatu kepada Kakak." ucap Prily histeris dengan berlinang air mata.
"Ayo duduk dulu, jelas kan apa yang sebenar nya terjadi, dan Mas harap Ily tenang dulu." tanya Donny sembari menenang kan sang Istri.
Prily pun menjelaskan segala nya kepada Donny, begitu pun Donny tampak berpikir panjang namun dengan cepat nya ia mengingat segala perkataan Ricard barusan, ia pun yakin jika saat ini Ricard pasti sudah mendengar segala nya namun ia sudah berjanji untuk tidak mengatakan apapun kepada Prily. Dan ia yakin jika Ricard pasti memiliki jawaban dari pertanyaan nya saat ini.
"Mas akan mengerah kan seluruh anak buah Mas, untuk mencari keberadaan Zahra, tapi kamu harus janji untuk tetap tenang dan jangan terlalu memikir kan sesuatu karena Mas gak mau terjadi sesuatu kepadamu dan berimbas kepada Gifar. Ily pergi temani Gifar di kamar, Mas akan menghubungi anak buah Mas dulu." jelas Donny dengan lembut nya.
"Kabari Ily secepat nya, Ily gak mau terjadi sesuatu kepada Kakak." balas Prily dan segera beranjak dari duduk nya dan menuju kamar sang bayi.
"Aku pun bingung harus mulai dari mana, tidak ada yang perlu di khawatirkan, Zahra saat ini berada di Perancis, namun sebenar nya ada sesuatu hal yang sejak pagi tadi mengganggu pikiran ku." jelas Ricard dengan jujur.
"Katakanlah, aku akan mendengar kan nya dengan senang hati." balas Donny.
"Pagi tadi Zahra menemui aku, dan meminta aku untuk menikahi nya besok hari, namun aku menolak permintaan nya, aku tidak ingin di anggap sebagai perusak hubungan orang lain." jelas Ricard dengan berat hati.
__ADS_1
Donny begitu terkejut, ia pun kehabisan kata-kata mengingat ketulusan cinta antara Leon dan juga Zahra. "Apa kamu merasakan ke anehan saat Zahra mengatakan itu semua kepada mu." tanya Donny memastikan segala nya.
"Sejak kedatangan Zahra pagi tadi, aku merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh nya, terlebih ada beberapa pria berbadan besar dengan pakaian santai, aku pun menanya kan perihal beberapa pria tersebut namun Zahra mengatakan jika mereka adalah bodyguard nya." jelas Ricard kembali dengan serius nya.
"Pasti telah terjadi sesuatu dan saat ini Zahra mungkin dalam penekanan dari seseorang, aku akan segera menemui mu di Prancis, cukup kita saja yang tahu situasi ini, karena aku tidak ingin membuat keluarga yang lain nya khawatir termasuk Leon yang masih dalam penyembuhan." ucap Donny dan sambungan telpon pun di putus.
"Apa sebelum nya kalian bertengkar?" tanya Reza kepada Leon.
"Semua ini salah ku, seharus nya aku tidak mendiami nya, dan kejadian ini pasti tidak akan terjadi." sesal Leon dengan berlinang air mata.
"Ini bukan lah salah mu, mungkin saat ini Zahra memerlukan waktu untuk menenangkan diri nya, berikan ia waktu beberapa saat lagi, sebelum kalian menikah." balas sang Ayah sembari menepuk pundak Leon.
"Tapi bagaimana jika terjadi sesuatu kepada nya, Ayah!" ucap Leon.
"Sstttt..jangan bicara seperti itu, Ayah dan kalian pun tahu bagaimana Zahra menghadapi masalah sebesar apapun ia pasti akan baik-baik saja." ucap sang Ayah kembali.
Kini Zahra sedang berada di Apartement miliknya yang sudah sangat lama ia tinggal kan, beberapa kali ia teringat dengan wajah pucat Leon, namun ia pun tidak ingin kehilangan orang-orang yang sangat berarti dalam hidup nya.
__ADS_1
"Maafkan aku Le, aku seharus nya mengatakan segala nya kepada mu namun aku tidak ingin kamu terlibat lagi dalam masalah keluarga ku, aku sangat mencintai mu, dan mungkin saat semua ini berakhir kamu akan membenci diri ku, karena telah mengkhianati diri mu. Dan semoga kelak kau mendapatkan wanita yang lebih dari diriku." monolog Zahra sembari membuka lembar galeri foto kebersamaan diri nya dan juga Leon di ponsel nya.