
Hari berlalu begitu cepat nya, Donny kini sudah tiba di Airport dengan Ricard yang sudah menunggu nya sejak satu jam yang lalu.
"Hey Bro, bagaimana kabar mu belakangan ini, aku sangat menantikan traktiran mu." sapa Donny dan kedua nya saling berpelukan melepas kerinduan satu sama lain.
"Ya seperti ini lah, gimana kabar keponakan ku dan juga adik angkat ku." balas Ricard menjawab pertanyaan Donny dan menanyakan kabar Prily dan juga Gifar.
"Alhamdulillah kedua nya baik, dan ada salam dari Ily buat kamu, kata nya kamu harus menemui diri nya dan juga keponakan mu." jelas Donny dengan senyum mengembang mengingat segala perlakuan baik Ricard dan keluarga nya kepada Prily yang begitu tulus mencintai Prily layak nya keluar besar Alziro.
"Aku akan menyempat kan waktu untuk menemui mereka, tapi apa Prily tahu maksud keberangkatan mu kesini?" tanya Ricard memastikan.
"Tidak, ia tahu jika saat ini aku sedang dalam perjalanan bisnis, ia hanya berpesan untuk aku bisa bertemu dengan mu dan menyampaikan keinginan nya." jelas Donny dan kedua nya berjalan masuk ke mobil.
"Kita kembali ke topik utama dalam pertemuan kita, jadi apa keputusan mu saat ini?" tanya Donny kembali serius setelah berbincang bicang beberapa saat.
"Aku belum memutuskan apa yang harus aku pilih, menurut mu apa yang harus aku lakukan?" jawab Ricard dan kembali bertanya.
"Terima saja, dan kita ikuti kemauan Zahra, agar kita bisa tahu apa yang sebenar nya terjadi." balas Donny tanpa ada keraguan.
"Don, jangan gila! aku gak mau merusak cinta yang tulus dari Leon untuk Zahra, bagaimana pun Leon sosok Ayah sambung yang baik dan tulus buat si kecil." bantah Ricard dengan tidak enak hati.
"Hey bro, jika aku ada di posisi mu, dan jika aku harus menyelamat kan beberapa nyawa, aku pasti akan membuat sebuah keputusan yang besar walau akan ada yang tersakiti." ucap Donny dengan tegas nya.
__ADS_1
"Temui Zahra dan bicarakan segala nya, bagaimana pun semua keputusan ada di kamu." ucap Donny kembali hingga tidak terasa kedua nya telah tiba di tempat pertemuan yang telah di katakan Zahra.
"Kamu turunlah dan temui Zahra, aku akan tetap di sini untuk memastikan apakah ada orang yang sedang mengawasi kalian." ucap Donny dan Ricard pun segera turun menemui Zahra.
"Maaf sudah membuat mu menunggu!" ucap Ricard saat sudah berdiri di depan Zahra.
"Gak pa-pah kok, aku juga barusan nyampe, oh iya, aku sudah memesan makan siang untuk mu dan mungkin sebentar lagi akan di hidangkan." jelas Zahra dengan senyum yang mengembang karena saat ini ia sedang di awasi oleh beberapa orang yang sedang duduk tidak terlalu jauh dari tempat duduk mereka.
"Makasih Ra, oh iya, gimana kabar Leon? Maaf aku tidak sempat mengunjungi kalian saat operasi Leon berlangsung." ucap Ricard dengan rasa bersalah nya.
"Kabar Leon baik-baik saja, gak apa-apa kok, toh Leon juga udah pulih dengan cepat." balas Zahra dengan butiran bening yang sudah lolos di pipi nya. Ricard pun dapat melihat kerapuhan Zahra saat ia menanyakan kabar Leon.
"Jelas kan apa yang sebenar nya terjadi! aku akan membantumu sekalipun nyawa ku taruhan nya, Ra." ucap Ricard dengan pelan nya hingga terdengar seperti kedua nya sedang berbisik.
"Baiklah aku bersedia menikah dengan mu, apapun yang sedang terjadi aku harap kamu tidak akan menyesali keputusan yang telah kamu ambil saat ini." jelas Ricard menyetujui permintaan Zahra.
"Aku yakin dengan keputusan yang sudah ku ambil, dan aku tidak akan pernah mengingkari sumpah janji pernikahan kita, apapun yang akan terjadi kelak nanti." balas Zahra dengan yakin.
"Karena ada nyawa yang harus aku selamat kan, meski akan ada hati yang terluka." membatin Zahra tanpa Ricard tahu.
"Baiklah, ayo kita sah kan hubungan ini, aku sudah mengatur segala nya dan setelah nya kita akan menjadi suami istri yang sah di mata Tuhan dan Negara." ucap Zahra dan kedua nya segera beranjak menuju mobil yang sudah di siap kan oleh para anak buah wanita yang menyekap Agrita dan juga Ommah Diana.
__ADS_1
Donny yang berada di dalam mobil milik Ricard pun dapat melihat jelas ada nya pergerakan dari beberapa orang yang duduk tak jauh dari Ricard maupun Zahra. Kebimbangan dalam diri nya pun terjawab sudah, ada orang di balik semua keputusan yang di ambil Zahra saat ini.
Kedua nya kini sedang duduk di depan beberapa pria paru baya, setelah prosesi ijab kabul akhir nya kedua nya menjadu sah sebagai sepasang suami istri, butiran bening tak henti-henti nya mengalir di pelupuk mata Zahra, ia tidak menyangka jika saat ini ia berstatus sebagai seorang istri dari ayah sang anak.
Setelah mendapat kan buku nikah, Zahra pun meminta Ricard untuk menunggu diri nya di Apartement.
"Ricard, beri aku waktu sehari, setelah urusan ku selesai, aku akan segera menemui mu di apartement. Aku harus pergi sekarang." ucap Zahra seraya mencium punggung tangan Ricard.
Ricard tidak menyangka jika Zahra akan melakukan kewajiban nya sebagai seorang istri kepada suami.
"Aku akan menunggu mu, kembali lah lebih awal." balas Ricard dengan hati bahagia namun tersirat sebuah kepedihan.
"Ikuti kemana mereka pergi!" ucap Ricard kepada Donny dan kedua nya mengikuti rombongan mobil Zahra.
"Aku tahu kamu adalah laki-laki yang kuat dan tangguh semoga kedepan nya akan ada hari bahagia untuk mu dan juga Zahra." ucap Donny merasa kasihan dengan Ricard namun ia bangga memiliki sahabat seperti Ricard yang rela mengorbankan perasaan nya demi wanita yang ia cintai.
"Bonus sudah aku transfr, antar wanita itu menemui anak nya dan wanita usang itu di bangunan tua samping pelabuhan, setelah nya tinggal kan tempat itu secepat nya. Jangan tinggal kan jejak apapun." ucap sang wanita dari balik telpon nya.
"Baik bos, akan segera kami bereskan. Jika ada pekerjaan lagi jangan lupa mengabari kami." balas sang pria dengan smirk jahat.
"Antar wanita itu menuju bangunan tua yang terletak di samping pelabuhan." ucap sang pria kepada anak buah nya.
__ADS_1
"Baik, baron!" balas pria lain nya.