Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
24. Jadi pacar pura-pura


__ADS_3

"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, apa kamu ada waktu luang pada saat jam makan siang nanri.?" tanya Ricard.


"Mengenai apa Ricard?" tanya Zahra.


"Aku akan menunggumu di Cafe Delmiv pukul satu siang nanti." ucap Ricard dan hendak memutuskan sambungan telpon nya.


"Tapi aku siang nanti ada pertemuan dengan satu clien aku, dan mungkin aku akan menemui mu sedikit terlambat." jelas Zahra.


"Tidak masalah, ya sudah aku kembali ke kantorku dulu." jawab Ricard.


Tepat pukul satu siang Ricard sudah berada tepat di Cafe Delmiv. Hingga pukul dua siang Zahra tak kunjung datang. Ricard pun mengurungkan niatnya untuk menunggu lagi dan hendak keluar dari cafe, namun ia berpapasan dengan Zahra namun Ricard yang sudah terlanjur kecewa dengan cepatnya berkata.


"Maafkan aku Zahra, tapi aku harus segera kembali ke perusahan. Karena ada beberapa berkas yang harus aku tanda tangani dan untuk pertemuan ini di batalkan saja." jelas Ricard dengan marah.


"Ricard maaf, jika sudah membuatmu menunggu begitu lama, dan untuk menebus kesalahanku, apapun permintaanmu aku akan setuju." balas Zahra


"Kamu yakin dengan apa yang kamu katakan" tanya Ricard memastikan.


"Aku yakin dengan apa yang ku katakan." jawab Zahra.


Ricard pun tersenyum. "Baiklah ayo kita duduk dan bicarakan itu." seru Ricard dengan senyum kemenangan.


Setelah keduanya duduk dan menyantap makan siang Ricard pun mulai bercerita mengenai permintaannya.


"Zahra, sebenarnya aku ingin minta bantuan darimu, tapi mungkin permintaanku sangatlah konyol." jelas Ricard dengan ragu.


"Katakanlah Ricard, jika aku bisa membantumu aku dengan senang hati akan membantumu." balas Zahra.


"Sebentar malam ada pesta perayaan ulang tahun Mamah aku, dan aku tidak di perbolehkan datang jika aku tidak membawa seorang pacar! dan tujuan sebenarnya aku mengajakmu. Maukah kamu menjadi pacar pura-puraku hanya malam ini saja." jelas Ricard hati-hati karena ia tidak ingin ucapan nya di salah arti kan oleh Zahra.


"Whaaatt.!" teriak Zahra.


"Aku mohon! bukannya kamu sudah berjanji untuk menyetujui permintaanku." balas Ricard.

__ADS_1


Zahra pun merasa tidak enak hati jika harus menolak permintaan Ricard karena ia adalah seorang yang selalu menepati setiap perkataannya.


"Baiklah, tapi hanya untuk malam ini, setelahnya jangan libatkan aku dalam masalah ini." ucap Zahra dengan pasrah.


"Ok, aku janji tidak akan melibatkanmu setelah ini. Baiklah aku akan menjemputmu pukul tujuh malam nanti." balas Ricard dengan senyum bahagia.


"Ya sudah aku kembali ke kantorku." ucap Zahra.


Ricard pun beranjak kembali ke apartement untuk bersiap. Hampir 1 jam berlalu akhirnya Ricard selesai bersiap dan kembali menjemput Zahra di Apartementnya. Ricard pun duduk di ruang tamu menunggu Zahra yang sedang bersiap. Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Zahra pun keluar.


Ricard sungguh terpesona ketika melihat Zahra yang begitu cantik dan anggunnya ketika mengenakan sebuah dress berwarna ke coklatan. "Terima kasih kamu sudah mau menemani aku untuk makan malam bersama orang tua ku." seru Ricard.


Zahrapun tersenyum.


"Tapi bisakah kita mampir sebentar di sebuah toko kue, aku udah menyiapkan sebuah kue ulang tahun untuk Mamah kamu dan gak mungkinkan kita kesana dengan tangan kosong." ucap Zahra dengan malu-malu.


"Baiklah, makasi ya Zahra." balas Ricard dengan melayangkan senyum nya.


Akhirnya mereka tiba di sebuah toko kue milik Zahra yang tak jauh dari kampusnya. Setelah mengambil kue, mereka pun langsung menuju rumah utama Orang tua Ricard. Menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai di rumah utama Orang tua Ricard.


"Mana pacarmu.! jika kau kesini sendirian, lebih baik kamu kembali saja." Mamah Linda Aldewinata Alziro dengan tegasnya berkata.


"Tenang aja Mah, pacar aku ada di mobil, dia malu ketemu Mamah sama Papah." ucap nya dan Ricard pun kembali menghampiri zahra yang sedang duduk di dalam mobil karena ia sungguh malu dan gugup bertemu kedua Orang tua Ricard.


"Sayang ayo, gak apa-apa kok!" ucap nya seraya membukakan pintu untuk Zahra.


Ketika Zahra turun. Ricard pun berbisik "Maaf! aku sudah lancang memanggilmu dengan kata sayang." bisik Ricard.


"Tidak masalah, tapi ingat janjimu dan jangan melibatkan aku lagi setelah ini." balas Zahra.


"Ok! aku akan menepati janjiku." ucap Ricard.


Mamah Linda begitu bahagia ketika melihat Zahra. Papah Fikry yang sedang berbincang dengan para rekan bisnisnya di kejutkan dengan kedatangan sang Istri yang dengan cepatnya menariknya.

__ADS_1


"Mamah ada apa sih?" tanya Papah Fikry dengan binggungnya melihat tingkah sang Istri.


"Papah anak kita udah dateng dan ternyata ia kesini gak sendiri, melainkan dia membawa pacarnya. Dan gadis itu sangat cantik dan dari raut wajahnya seperti wanita baik-baik dan berpendidikan." jelas Ny.Linda dengan bahagia.


Zahra dan Ricard pun masuk kerumah dan di sambut oleh Mamah dan Papah Ricard. Namun karena kecantikannya Zahra pun menjadi sorotan para tamu yang ada.


"Ayo masuk sayang. Mamah ini Zahra pacar Ricard." ucap Ricard memperkenalkan Zahra.


Zahra pun mencium telapak tangan ke 2 orang tua Ricard. Mamah Linda memeluk Zahra dan Zahra pun membalas pelukan tersebut. Zahra pun duduk bersebelahan dengan Mamah Linda.


"Mah ini kue dari Zahra." ucap Ricard dan menyodorkan kotak kue.


"Selamat ulang tahun Tante semoga di beri kesehatan dan bahagia selalu." Ucap Zahra.dengan


"Makasih Sayang, ayo kita makan dulu." Mamah Linda pun mengambilkan makanan buat Zahra.


"Tante gak usah, biar Zahra ambil sendiri aja." ucap Zahra malu.


"Kok panggil Tante sama Om sih sayang, panggil Mamah sama Papah dong." ucap Ny.Linda dengan tersenyum.


"Uhuukk" Zahra tersendak, Ricard pun bangkit dan berjalan ke arahnya dan memberikan Zahra minum.


"Kamu kenapa sayang? makan nya pelan-pelan dong!" ucap Ricard.


"Gak apa-apa kok sayang." balas Zahra dengan raut wajah memerarah.


Mamah Linda yang melihat anaknya yang begitu perhatian dengan seorang wanita pertama kalinya begitu bahagia.


"Akhirnya sekian lama kamu gak pulang, ketika pulang membawa seorang pacar yang begitu sopan dan juga begitu cantik. Sungguh membuat hati Mamah bahagia sayang." ucap Ny.Linda yang terlihat begitu bahagia.


Papah Fikry bertanya kepada Zahra. "Nak orang tuamu sekarang dimana??" tanya Tuan Fikry.


"Ayah sama Bunda, tinggal di Batam, aku disini melanjutkan study dan mengelola bisnis kecil-kecilanku." balas Zahra

__ADS_1


"Pah, udah dong introgasinya! liat tu wajah Zahra pada memerah." seru Ricard.


Ricard beserta Tuan Fikry sedang membicarakan perusahaan. Sedangkan Zahra dan Mamah Linda sedang melihat album foto semasa Ricard kecil.


__ADS_2