Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
58. Zahra membuka luka lama


__ADS_3

Sally Jhou kini berada di Apartementnya Ia benar-benar marah dengan keluarga Zahra dan juga Donny yang sudah mempermalukan dirinya.


Tunggu saja pembalasanku, setelah aku menikah dengan Ricard kalian akan mendapatkan kejutan yang tidak akan kalian lupakan seumur hidup kalian karna telah mempermalukan diriku.


Zahra yang melihat pertengkaran antara Keluarganya dan Sally begitu geram, ingin rasanya Ia membunuh wanita yang berani mencelakai anaknya dan juga berani membentak sang Ayah.


Zahra kini menjadi sorotan di Italya karna kini Ia sedang dekat dengan Leon Alexander sang Millionaire yang sangat disegani dan di hormati. Leon adalah sosok pria tampan berdarah dingin. Bukan sedikit perusahan yang hampir bangkrut di bantunya, namun Ia tidak suka ada yang menyakiti orang yang Ia cintai. Leon memiliki seorang Adik bernama Almira Alexander yang berprofesi seorang pengacara hebat.


Almira memiliki hubungan baik dengan Zahra yang di kenalnya sebagai Aggrita. Kini kedua wanita cantik itu duduk di sebuah restoran benuansa Eropa, keduanya asik berbincang sambil menunggu pesanan mereka.


Selamat menikmati Nona. Ucap pelayan.


Zahra pun menganggukan kepala seraya berterima kasih. Tak lama mereka makan seseorang menepuk pundak Almira dan Almira begitu terkejut.


"Kakak" Ucap Almira dan langsung memeluk sang Kakak yang sudah lama tidak Ia temui.


Kayaknya obrolan kalian sungguh asik deh. Ucap Leon Alexander, dan wajahnya sangat bahagia ketika mendapati wanita yang Ia cintai ada di depannya.


Hey, Grita Apa kabar? Gimana dengan acara amal kamu di Belgya?


Baik-baik aja, Jawab Zahra dengan senyum yang melebar dan berdiri memeluk Pria yang selalu membuatnya bahagia 2tahun belakangan ini. Keduapun berpelukan dengan eratnya. Aku sangat merindukanmu Leon.


Leon begitu bahagia melihat wanita di depannya berkata merindukan dirinya. Leon pun mengecup pucuk kepala Zahra.


Kini keduanya duduk bersama Almira dan melanjutkan makan. Setelah selesai ketiganya beranjak dan pergi ke Leon Mansion tepatnya di ujung pemerintahan Italya yang terpapar dengan keindahan kota yang sangat Indah.


Setelah sampai di Leon Mansion Zahra berpikir untuk memberitahukan kenyataan tentang siapa Ia sebenarnya.

__ADS_1


Ketiganya duduk di ruang tamu, namun Leon melihat ke arah Zahra yang sedari tadi tampak gelisa.


Aggrita ada apa? tanya Leon.


Leon, Almira ada yang ingin aku katakan pada kalian, mungkin kalian akan sangat marah tapi sungguh aku tidak bisa menyembunyikannya lagi terlebih aku sudah merasa sangat nyaman berada di dekat kalian selama beberapa tahun ini dan aku sangat bahagia bisa mengenal kalian. Tapi aķu akan menerima konsekuensinya.


Katakanlah. Jawab Leon dengan tenangnya.


Sebenarnya namaku bukan Aggrita HC. melainkan Zahra Humairah Chandra, Aggrita adalah nama Anakku. Maafkan aku yang sudah menyembunyikan identitas diriku selama ini.


Kedua Kakak beradik itu tampak terkejut, namun Leon dengan dinginnya menatap ke arah Zahra dan bertanya dengan suara yang meninggih.


Apa maksudmu, bisa-bisanya kamu membohongi kami selama ini. Tanya Leon dengan tatapan yang tidak dapat di artikan.


Maafkan aku Leon tapi semua ini kulakukan demi nama baik Ayahku sebagai seorang peguasa di Indonesia dan juga Jerman. Tapi ada hal yang harus kalian ketahui, 3tahun yang lalu aku melakukan perjalanan bisnis saat itupun aku berhasil di nodai oleh rekan bisnisku. Aku memilih meninggalkan perancis dan tinggal di sini, sebulan kemudian aku hamil. Zahra yang sudah tidak bisa menahan tangisnya.


Lanjutkan ceritamu, aku penasaran dengan kau menutup rapat identitasmu selama ini, tanya Leon dengan puncak kemarahannya yang hampir pecah.


Kak, bagaimana kamu bisa seperti ini? seharusnya Kakak tidak seperti ini, Apa sungguh Kakak ingin Zahra meneruskan ceritanya sehingga Ia merasa dirinya hina di depan Aku dan juga Kakak. Dengan tegasnya Almira berkata dengan suara yang meninggih kepada sang Kakak.


Leon pun termenung sejenak dan mulai meredakan amarahnya, namun kali ini Ia sungguh meninggalkan Zahra maupun Almira dan menuju ke lantai dua dan masuk ke ruang kerjanya. Dentuman pintu yang cukup keras membuat kedua wanita di bawah kaget.


Apa ini, beraninya Ia membohongiku selama 2 tahun ini? monolog Leon dan mengacak acak rambutnya.


Almira kini sedang menenangkan Zahra, Zahra pun memberanikan diri dan berkata. Aku akan menjelaskan semuanya sama Leon, sungguh aku tidak ingin kehilangan kalian.


Tapi Zahra, carilah waktu yang tepat dan bicarakan baik-baik sama Kak. Aku yakin ada sesuatu yang membuat kamu menutupi identitasmu dan aku percaya sepenuhnya terhadap dirimu Zahra. Almira pun memeluk Zahra kembali. Namun Zahra tidak bisa menundahnya lagi.

__ADS_1


Almira maafkan Aku tapi kali ini aku ingin berbicara dengan Leon. Aku pergi menemuinya dulu, aku janji akan menceritakan semuanya padamu.


Almira pun mengangguk.


Zahra kini berada tepat di depan pintu ruang kerja Leon. Ia pun mengetuk pintu berulang kali namun tidak terdengar sahutan dari dalam, Zahra pun memberanikan diri masuk di ruangan yang di penuhi dengan asap rokok yang membuat ruangan itu menjadi gelap.


Zahrapun berjalan ke arah Leon yang sedang berdiri di samping jendela. Zahra pun memegang pergelangan tangan Leon dan dengan hati-hati berbicara.


Leon Please dengarin aku, mungkin ini kali terakhir aku berada di Italya. pintah Zahra dengan suara yang masih terdengar dengan isak tangis.


Leon pun menyergitkan alis ketika mendengarkan perkataan Zahra. Ia pun berbalik dan menatap dalam wanita yang Ia cintai. Mengapa selama ini kamu tidak pernah mengatakan ini Zahra? dan kenapa saat kau akan meninggalkan negara ini, kamu baru memberanikan diri mengatakannya sekarang.


Zahra pun menatap dalam pria di depannya, Ia sungguh merasa nyaman saat bersama Leon selama 2tahun belakangan. Maafkan aku, tapi aku baru memiliki keberanian itu sekarang Leon. Jawab Zahra parau.


Leon pun mencoba menetralisirkan kemarahannya. Zahra duduklah dulu.


Kini keduanya duduk berhadapan. Zahra pun menceritakan kembali kejadian yang membuat Ia memalsukan kematiannya.


Leon pun memeluk Zahra dengan eratnya dan berkata Maafkan aku yang sudah sangat kasar barusan. Zahrapun menganggukkan kepalanya.


Tapi kenapa kamu akan kembali setelah sekian lamanya kamu memalsukan kematianmu. Tanya Leon kembali.


Zahra pun mengangkat kepalanya dan menatap Leon tanpa melepaskan pelukan hangat itu dan berucap.


Saat ini terjadi masalah setelah kembalinya mantan pacar Ayahnya Aggrita dan sekarang Ia menjalin kasih kembali dengan Ayah Aggrita. Ia terus menerus mengusik ketentraman di Mansion Ayahku. Aku gak rela ada yang menyakiti orang yang aku sayangi, dan kali ini aku akan membuat perhitungan dengannya.


Leon begitu geram mendengar cerita Zahra mengenai Sally Jhou. Kamu tenanglah biarkan aku yang membereskannya. Zahra pun tersenyum ke arah Leon.

__ADS_1


__ADS_2