Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
62. Hancurnya Arindi


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat tidak terasa sudah seminggu dari kandasnya hubungan Leon dan Zahra. Leon kini kembali menjadi seorang pria yang dingin dan kasar.


Di sebuah club malam Leon sedang asik menyesap segelas wine. Namun siapa sangka kali ini Ia melihat sosok yang sudah menghancur kan kebahagian nya ada tepat di depan nya.


"Leon Alexander, sungguh kita di takdirkan bersama, di mana calon Istrimu? Apakah kalian sudah putus? jika benar, itu sangat menguntungkan bagiku dan aku akan menjadi wanitamu yang bisa memberimu kepuasan." ucap sang gadis dengan tak tahu malu nya.


"Dasar wanita ******? karena dirimu aku kehilangan wanita yang sangat aku cintai dan kali ini adalah waktu yang sangat tepat untuk membalasmu" Membatin Leon.


"Arindi! duduk lah di sampingku, aku sangat merindukan dirimu." ucap Leon dengan senyum yang di paksa kan. Arindi pun duduk dan mulai membisik kan sesuatu di teliga Leon.


"Maafkan aku Arindi, tapi aku sedang tidak ingin melakukan hal itu." balas Leon dan Arindi tampak kesal dan ia pun memilih untuk memberikan bubuk perangsang di minuman Leon.


"Sayang, aku akan memesan kan minuman untuk kita, kamu duduk lah disini, aku akan meminta 2 gelas wine untuk kita." bisik Arindi dengan bergelayut manja di depan Leon.


Leon pun tahu apa yang ada di pikiran Arindi, "Baiklah!" balasnya. Leon dengan cepat nya menyuruh seseorang untuk menyiap kan sebuah kamar, dan melihat ke arah bartendert sambil mengisyarat kan sesuatu karena club malam itu adalah anak cabang dari beberapa club besar miliknya.


Arindi kini datang dengan 2 gelas wine di tangannya. Setelah meletakkan minumannya di atas meja tiba-tiba ia mencari ponselnya karena ia akan membuat skandal besar dengan seorang Billionaire namun Ia melupakan ponselnya di meja bartendert.

__ADS_1


Saat itu juga Leon menukar gelas tersebut, dan kali ini Arindi lah yang masuk di perangkap nya sendiri.


Keduanya pun menyesap gelas masing-masing Leon pun mulai beracting. "Ngapain aku bersama wanita yang tidak bisa memberiku kesenangan," Leon pun berpura pura merasakan pening di kepala nya.


Arindi yang melihat perubahan sikap Leon pun tersenyum licik. "Aku akan menjadi wanita terkaya dan juga wanita yang paling beruntung karena bisa berada di sisi seorang Leon Alexander." gumamnya dalam hati.


"Leon, ayo aku antar kamu pulang sekarang, tampaknya kamu sudah terlalu mabuk." Arindi pun membopong Leon menuju mobil nya.


"Arindi antarkan aku ke Paradise Hotel lantai 11 nomor kamarnya 562." Pinta Leon dengan mengedip kan mata ke arah Arindi.


Arindi pun tersenyum ke arah Leon dan berkata, "Baik lah sayang, malam ini akan menjadi malam yang sangat indah untuk kita berdua. Aku akan memberikanmu kepuasan yang tidak bisa kau dapatkan dari kekasihmu sayang." ucapnya dengan bangga.


Tidak memerlukan waktu lama kini keduanya telah sampai di basemant hotel Paradise, Arindi pun dengan sigapnya membopong Leon kembali menuju lift. Arindi mencoba mencium Leon namun Leon membisik kan sesuatu di teliga Arindi dan Arindi pun merasa senang.


Setelah sampai Leon pun membuka pintu kamar dan di dapati kamar tersebut sangatlah gelap. Saat Arindi berjalan menuju saklar lampu dengan cepatnya Leon menarik nya dan berkata. "Aku tidak ingin kamu menyalakan lampu, karena kali ini aku ingin melihat seluruh tubuhmu di kegelapan kamar ini." goda Leon.


Arindi pun mulai melepaskan bajunya dan tampa di sadari Leon sudah keluar dari kamar itu dan di gantikan dengan seorang gigolo yang sudah di sewa oleh Leon.

__ADS_1


Pria tersebut sudah tidak bisa menahan desakan yang di lakukan Arindi terhadapnya Ia pun melepaskan pakaian yang Ia kenakan, kini Ia mulai mencium Arindi dengan ganasnya.


Arindi sungguh tidak bisa menahan gejolaknya Ia benar-benar ingin melakukan hubungan intim dengan Leon, Ia pun menarik pria yang di kiranya adalah Leon. Kini keduanya asik melakukan hubungan intim.


Arindi Nath adalah seorang model International yang cukup seksi dan memiliki banyak scandal dengan beberapa petinggi. Banyak pria yang mendambakan memiliki hubungan dekat dengannya, namun tidak dengan Leon Alexander.


Beberapa tahun yang lalu Leon memiliki hubungan dekat dengan Arindi namun saat Leon ingin menjalin hubungan yang cukup serius dengan Arindi. Leon mendapati kenyataan di mana ia memergoki Arindi sedang melakukan hubungan intim dengan salah koleganya di Apartement Arindi. Leon pun mengurung kan niatnya untuk menikahi Arindi. Saat itulah hubungan keduanya terputus.


Leon saat ini sedang menunggu scandal besar yang sebentar lagi akan membanjiri beberapa stasiun tv. Sungguh Leon ingin membuat Arindi membayar dengan harga yang cukup besar dengan apa yang di lakukaknnya.


Pagi pun tiba, dengan cepat nya beberapa reporter sudah berada tepat di depan kamar Arindi. Namun Leon sudah menyusun rencana. Ia pun memberikan sedikit celah di pintu agar saat kerumunan reporter bisa masuk dan meliput sebuah berita besar. Mengenai scandal seorang Model Internasional melakukan hubungan intim dengan seorang gigolo.


kerumunan reportert pun masuk ke dalam kamar, mereka tampak terkejut melihat Arindi yang tidak mengenakan pakaian dan hanya bertutupkan selimut putih, mereka pun mulai memotret Arindi yang sedang tidur dengan seorang pria. Arindi pun berpura-pura tidak mengetahui kedatangan reporter karena ia belum juga menyadari siapa yang sedang tidur dengannya.


"Sungguh berita yang sangat menarik, seorang model Internasional rela mengeluarkan beberapa juta dollar demi kepuasannya." ucap salah seorang reporter, Arindi yang mendengar nya tampak binggung dengan perkataan seorang reporter.


Ia pun melihat ke arah pria yang berada di samping nya, Arindi sangat terkejut mendapati pria lain dan bukan Leon yang sedang tidur dengannya.

__ADS_1


Arindi kini sudah tamat, karir dan juga popularitas nya hancur dengan sekejap mata.


__ADS_2