Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
95. Aku sangat merindukanmu.


__ADS_3

Almira begitu gemetar saat hendak membuka pintu kamar sang kakak karna ia sungguh tidak sanggup melihat kondisi sang kakak. Dengan sekuat tenaga ia mencoba menahan butiran bening yang hampir jatuh.


"Kakak aku sangat merindukanmu!" teriak Almira.


" Sayang kapan kamu tiba di sini, kakak juga sangat merindukanmu." jawab Leon dengan keterkejutannya dan segera memeluk sang adik.


"Kakak bagaimana kabar kakak ipar, apakah kakak ipar ada di sini bersamamu dimana dia, mengapa aku tidak melihatnya sedari aku tiba." tanyanya seolah olah ia tidak tahu mengenai berakhirnya hubungan sang kakak dan juga sahabatnya.


"Kakak iparmu sedang sibuk mengelola perusahannya dan kami belum bertemu sudah 3 bulan lamanya." jawab Leon dengan berbohong.


"Awas aja jika aku bertemu dengannya, aku pasti akan memarahinya karna sudah menelantarkan kakakku." balas Almira dengan senyum canggungnya.


"Udah gak papah kok, toh emang dia wanita pekerja keras sepertimu, dan selalu lupa dengan hal-hal di dekatnya kalau menyangkut dengan pekerjaan. Ya sudah, kamu istirahatlah dulu setelahnya baru kita makan malam bersama." ucap Leon.


"Maafkan aku kakak, tapi aku sebentar nanti ada pasien yang harus di operasi dan itu salah satu pasien yang mengidap kanker darah stadium 4 dan dokter yang menangani operasi malam nanti aku." jawabnya.


" Oh ya, bagaimana dengan tingkat keberhasilan dari operasi itu, apa bisa sembuh walaupun hanya menundah waktu kematiannya dari perkiraan dokter sebelumnya." tanya Leon untuk menggali beberapa informasi mengenai penyakitnya.


"Masalah tingkat keberhasilannya mungkin setara dengan tingkat kegagalannya, tapi sejauh yang aku lakukan terhadap beberapa pasien pengidap Leukimia ada beberapa di antaranya berhasil dan mereka pun bisa berkumpul dengan keluarga mereka kembali." jelas Almira meyakinkan sang kakak.


"Baiklah, biar Ervan yang mengantarmu kembali ke Rs. Dan selalu kabari kakak jika terjadi sesuatu terhadapmu."


"Siap big bos, ya sudah kakak jangan lupa mengabariku setiap saat dan jaga kesehatan karna aku tidak ingin kakak sampai sakit karna kecapean." Ucapnya sembari memeluk sang kakak kembali.

__ADS_1


"Ok, kakak akan selalu mengabarimu setiap saat. Ervan kamu antarkan Mira ke Rs setelahnya kamu pulang dan istirahatlah di Apartementmu dan jangan kembali kesini lagi pada larut malam. Tapi ingat kamu jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya." ujarnya sembari melambaikan tangan kepada sang adik dan juga sahabatnya.


Setelah melihat mobil Ervan berlalu dan tak terlihat lagi Leon pun segera masuk ke dalam villa karna cuaca yang tiba-tiba hujan tidaklah baik untuk kesehatannya.


Zahra yang sudah menunggu beberapa jam lamanya akhirnya memberanikan diri untuk memarkir mobilnya di depan gerbang Villa, tanpa di sadari seorang security melihat ke anehan dari mobil tersebut yang sudah berada beberapa jam lamanya terparkir di samping jalan dekat villa dan kini sudah berada tepat di depan gerbang dan segera masuk dan mengabari ke anehan tersebut kepada sang majikan.


"Tuan maafkan saya mengganggu waktu anda." ucap sang security dengan sopannya.


"Tidak, apa ada masalah?" tanya Leon selidik.


"Jadi sedari tadi saya dan yang lainnya melihat sebuah mobil terparkir di seberang jalan dekat Villa dan sekarang mobil tersebut sudah berada tepat di depan gerbang dan jika tidak salah seorang wanita yang mengemudikan mobil tersebut." jelasnya kepada sang majikan.


Mendengar perkataan sang kepala keamanan hati Leon berdegup kencang dan segera masuk ke kamarnya dan melihat dari balik jendela dan firasatnya sungguh benar jika itu adalah Zahra, ia pun segera keluar kembali dan menyuruh kepala security untuk tidak memperbolehkan Zahra masuk dan mengusirnya pergi.


"Baik Tuan." jawab sang security dan berlalu turun meninggalkan sang majikan.


Leon pun segera masuk dan mematikan lampu kamarnya untuk melihat ke arah mobil wanita yang teramat di cintainya.


Toktoktok...ketukan kaca mobil dari sang kepala security.


"Nona maaf, apa ada yang bisa saya bantu,?" tanya security saat Zahra menurunkan kaca mobilnya.


"Bisakah anda membukakan pintu untukku, aku ingin bertemu dengan Tuanmu.!" jawab Zahra dengan lugungya.

__ADS_1


"Maaf nona mungkin anda salah alamat, villa ini tidak ada yang tinggal dan hanya kami di sini yang menjaganya." jelas sang security.


"Tapi yang saya lihat sepertinya ada orang yang menempati villa ini selain anda dan teman-teman anda." ujar Zahra dengan kesalnya.


" Maaf nona, sebaiknya anda pergi dari sini, jangan membuat kekacauan disini." Tegas sang security sembari meninggalkan Zahra.


Zahra begitu kesal dan juga marah karna Leon tega menyuruh seseorang untuk mengusirnya pergi. "Baiklah kita lihat setelah ini, apa kamu masih tega melihatku berdiri di bawah hujan deras dan tidak mengijinkanku masuk kedalam villamu." monolog Zahra sambil menghapus kasar butiran bening di pipinya dan membuka pintu mobil dan berdiri menggigil di bawah hujan yang cukup deras.


Leon sungguh terkejut melihat kegigihan Zahra yang tidak mau pergi dari Villanya sebelum bertemu dengannya. Leon yang awalnya tidak perduli dengan kegilaan Zahra memilih berbaring di ranjang namun hatinya begitu sakit melihat wanita yang di cintainya berdiri mematung menahan dinginnya hembusan angin dan derasnya air hujan yang membuat wanitanya basah kuyup akhirnya bangun dan mengenakan mantel yang cukup tebal dan berjalan turun menuju halaman rumahnya.


Leon berjalan menuju gerbang yang di mana sang kekasih hati sedang berdiri menggigil menahan dingin.


"Apa kau sudah gila, mengapa kau lakukan ini,? pulanglah Zahra, jangan melakukan hal konyol seperti ini, aku sudah menikah dan kita tidak bisa bersama lagi.!" ucap Leon dengan mata yang memerah.


Plakkk...tampar Zahra ke arah wajah Leon.


"Baiklah jika itu maumu, tapi tolong katakan jika kamu benar tidak mencintaiku lagi dan tolong katakan itu saat kau menatap mataku, setelahnya aku tidak akan pernah mengganggu hidupmu lagi." teriak Zahra dengan berlinang air mata.


" Aku tidak...tidak mencintaimu lagi Zahra.!" ucap Leon dengan menutup kedua matanya.


"Ok, aku tidak akan pernah muncul ataupun hadir dalam hidupmu lagi, biarkan aku memelukmu untuk yang terakhir sebelum kepergianku ke America." jawab Zahra.


Leonpun menarik Zahra dalam pelukannya dan dengan eratnya ia memeluk wanita yang teramat dirindukannya.

__ADS_1


Maafkan aku Zahra, tapi aku tidak ingin kau hidup dengan pria penyakitan sepertiku yang sebentar lagi di kejar oleh kematian. Membatin Leon dengan putiran bening yang jatuh di puncak kepala Zahra.


__ADS_2