Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
44. Ricard Yang kehilangan Zahra.


__ADS_3

Rizard kembali mengemudikan mobilnya menuju Airport. Ricard berteriak di seluruh arah namun tak menemukan Zahra disana. Ricard menelpon kembali nomor Zahra namun nomor Zahra tidak aktif. Ricard mengemudikan mobil menuju restoran milik Zahra.


"Prily, apa Zahra kesini pagi tadi?" tanya Ricard dengan cepat nha.


"Maaf Tuan Alziro, tapi Bos hampir dua bulan tidak lagi kesini. Apa terjadi sesuatu dengan bos,?" tanya Prily khawatir.


"Kamu jangan khawatir, Zahra baik-baik saja. Ya sudah saya pergi sekarang." ucap Ricard meyakin kan Prily.


Kali ini Zahra berada di Italya, Zahra begitu meratapi nasibnya. "Bagaimana nasibku ke depan nya, Apa yang harus Aku lakukan,?" gumam Zahra dalam hati.


Ricard sudah mencari kemanapun namun dia tidak menemukan Zahra. "Dir, ke ruanganku sekarang!" ucap nya dengan dingin.


Toktok...


"Masuklah!" sahut nya dari dalam.


"Apa ada yang bisa saya bantu bos??" tanya Dirga saat melihat wajah kusut Ricard.


"Dir, kamu ke kantor cabang dan temui Rany, cari tahu keberadaan Zahra, minta bantuan Rany untuk mendapatkan informasi mengenai keberadaan Zahra." ucap nya frustasi.


"Baik Bos." balas Dirga dan segera berlalu keluar ruangan.

__ADS_1


Toktok..


"Masuk!"


"Tuan Alziro, para Clien sudah menunggu Anda di ruang rapat." ucap Nancy asisten Zahra.


"Baiklah Aku akan segera kesana." balas nya. Ricard pun merapikan dokument di depan nya dan segera berlalu keluar ruangan nya dan berjalan masuk di ruang rapat. "Maaf telah membuat kalian menunggu saya." ucap nya dengan lembut.


Hampir dua jam lebih Ricard memimpin rapat, setelah mendapat kan kesepakatan ia pun menutup rapat. Ricard kembali ke ruangannya. Ricard begitu merindukan Zahra. Segala cara sudah dia lakukan untuk mencari keberadaan Zahra namun dia tidak mendapatkan petunjuk mengenai Zahra.


Dua minggu berlalu dengan cepat nya. Ricard mencoba mendatangi Apartement Zahra, karena dia berpikir Zahra pasti akan kembali ketika pikirannya sudah tenang.


Donny Balldy yang sudah tiba di Airport Charles de Graulle Prancis, tidak langsung kembali ke kota Toulose namun dia menuju Bordeaux karena dia sangat merindukan Zahra dan ingin meminta jawaban dari Zahra.


..."Donny masuklah, kuncinya ada tepat di bawah kakimu, namun setelah kamu masuk tolong nyalakan tv nya. Aku sangat bahagia mengenal diri mu."...


Donny kini tepat berada di depan pintu Apartement Zahra, seketika ponselnya berbunyi, ketika melihat layar telpon dia tersenyum karena Zahra mengirimi nya pesan. Donny pun membuka pesan Zahra dan mengikuti petunjuk dari Zahra. Donny pun perlahan masuk ke Apartement Zahra, ia berjalan menuju sofa, dan pandangan nya pun tertuju pada sebuah remote tv namun dia mendapati sebuah surat di bawah remote tersebut. Dia pun membaca isi surat tersebut dan tiba-tiba ia melemas dan jatuh tersungkur ke lantai.


"Apapun yang terjadi kepadamu, Aku akan menerimamu, karena Aku begitu mencintaimu, Aku tidak mau kehilangan dirimu lagi." ucap nya dengan frustasi ketika mengetahui Zahra meninggal kan Prancis dan entah kemana saat ini. Donny pun menelpon Zahra berulang kali namun Zahra tidak mengangkatnya, Donny begitu putus asa, ia pun mengepal kan tinju.


Donny pun mencoba menelpon Zahra kembali, ia tidak patah semangat dan terus menerus menelpon Zahra hingga pada akhir nya Zahra pun menerima panggilan telpon nya.

__ADS_1


Ricard begitu bahagia melihat pintu Apartement Zahra terbuka. Ketika dia hendak masuk dia malah mendengar suara Donny. Ricard pun mencoba mendengar Apa yang di bicarakan Donny dengan seseorang di telpon.


"Hallo Zahra, kamu di mana?" tanya Donny dengan frustasi.


Zahra terdiam sesaat ketika mendengar suara isakan tangis Donny, namun kali ini ia berpikir untuk memperjelas semua nya kepada Donny, setelah mengumpulkan keberanian ia pun mulai berbicara.


"Hallo Don, maafkan Aku, aku tidak pantas untuk mu! lupakan aku, tata hidup mu kembali tanpa aku, aku yakin kamu pasti akan mendapat kan wanita yang lebih baik dari ku." ucap nya dengan lirih di ikuti dengan isakan tangis.


"Sayang, apapun yang terjadi kita hadapi bersama, Aku tidak mau kehilangan dirimu lagi." balas Donny Balldy meyakin kan Zahra.


"Donny, aku bahagia bisa bersama mu beberapa tahun yang lalu, namun kali ini Kau harus mencoba melepaskan cinta kita, bukalah hatimu untuk wanita lain. Kamu orang baik, pasti akan mendapatkan wanita yang lebih baik dariku. Kau adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan kepada ku." ucap Zahra kembali dan masih terdengar suara isakan tangis.


"Sayang Apa yang Kau bicarakan, Aku sudah menunggu begitu lama untuk bersamamu kembali. Aku akan bertanggung jawab atas dirimu, biarkan Aku mendapingimu." balas Donny kembali sembari mengepal kan tangan nya karena ia merasa kesal dengan sikap yang di ambil Zahra saat ini.


"Donny, Maaf! Aku tidak bisa merusak kebahagian mu, aku akan tampak sangat egois." ucap Zahra dan memutuskan panggilan tersebut.


"Sayang, sayang." teriak Donny Balldy saat Zahra memutuskan sambungan telpon mereka.


Ricard begitu terkejut mengetahui siapa yang sedang berbicara dengan Donny di telpon. Ia pun berpikir untuk secepat nya pergi dari situ karena tidak ingin Donny melihat keberadaan nya. Namun saat hendak keluar ia mendengar Donny menelpon seseorang.


"Pergi ke hotel Crowne Plasa dan periksa CCTV dua pekan yang lalu! aku akan mengirim kan foto seseorang kepada mu dan cari tahu siapa yang bersama nya pada malam itu." ucap Donny dengan marah nya.

__ADS_1


"Baik bos!" jawab seseorang yang di telpon Donny.


__ADS_2