Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
28. Introgasi Ommah


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 08.00 waktunya untuk sarapan. Setelah selesai menyiapkan hidangan di meja makan. Zahrapun memanggil semua orang untuk sarapan.


"Sayang, Ricardnya mana? bukannya tadi dia udah kesini." Tanya Fahreza.


Ommah dan Bunda menatap ke arah Fahreza.


"Siapa Ricard, Reza.?" tanya Bunda.


"Itu loh Bun-," belum sempat menjelaskan Zahra dengan cepatnya sudah memasukkan apel ke mulut sang kakak dengan tatapan membunuh. Saat makan tidak ada yang bicara kak Reza.


Toktok toktok


Nah itu orangnya dateng Ommah.


Ricard begitu kaget namun dengan cepatnya Fahreza meperkenalkan Ricard kepada keluarga besarnya. Kenalin ini Ayah dan Bundanya Zahra dan ini Ommah kami yang tercinta.


Ricard pun menyalami satu persatu tetua di keluarga Zahra.


Ayah Zahra pun menyuruh Ricard duduk untuk sarapan bersama.


Ketika melihat sang Ayah yang menyuruh Ricard duduk, ia teringat saat makan malam besama Orang tua Ricard yang begitu baik menyambut kedatangannya, seketika raut wajah Zahra memerah seperti kepiting yang di goreng.


"Sayang wajah kamu kenapa.? kamu alergian ya." Fahreza yang sedari tadi menggoda Zahra.


"Kakaak apaan sih, siapa juga yang alergian." bantah Zahra dengan malu-malu.


"Jika tidak alergian, kenapa juga wajah kamu memerah seperti kepiting yang baru habis di goreng." Adri menambahkan bumbu untuk menggoda sang Adik.


"Hahaha.." gelak tawa semua pun terdengar.


Setelah selesai sarapan mereka kembali berbincang di ruang keluarga. Kali ini giliran Ommah yang bertanya kepada para cucunya.


"Alfian, pacar kamu yang mana, dari ke 2 gadis cantik ini." tanya Ommah


"Pertanyaan macam apa ini Ommah!" ucap Alfian dengan cepat nya.


"Kamu mau jawab atau ommah bertanya pada mesin penjawab." dan langsung menunjuk ke arah Zahra.


Dan zahra pun tertawa.


" Oh Lord..Ommah.. jadi selama ini aku di anggap sebagai mesin penjawab ketika Ommah bertanya." ucap Zahra dengan menggeleng kepala nya menatap ke arah Ommah Diana.


"Maksud Ommah kamu adalah juru bicara Ommah." bantah Ommah dengan cepat nya ketika mendapat tatapan dari cucu perempuan kesayangan nya.


"Kasian banget hidup loh bang di introgasi Ommah." dan menjulurkan lidah ke arah sang kakak bleeee.


" Ternyata dan ternyata selama ini Pasti, kamu ya, yang bilang sama Ommah." Alfian menggeleng tanda tidak percaya kepada Zahra.

__ADS_1


"Cepetan yang mana Alfian, jawab Ommah sedang bertanya padamu." tanya Ommah yang sudah tidak sabar mengetahui wanita yang di cintai cucu nya.


"Yang ini!" menunjuk ke arah Marcella.


"Sini sayang, duduk di samping Ommah. Kamu beneran cinta sama anak nakal ini." tanya Ommah dengan kerutan di dahi nya.


Marcella saat ini sudah sangat malu dan dengan terbata bata menjawab "I-iya Ommah."


"Sudah berapa lama kamu pacaran sama Alfian sayang." tanya Ommah kembali.


"Udah tiga tahunan Ommah." jawab Marcella dengan malu.


"Jika Alfian memperlakukanmu dengan buruk jangan sengan mengatakan kepada assisten Ommah." menunjuk lagi ke arah Zahra.


"Baik Ommah."


"Adri, apa gadis cantik in-" tanya Ommah.


Adri hanya terbelalak mendengar perkataan Ommah karena sedari tadi ia hanya memainkan ponselnya."Pacar apaan sih Ommah. Ommah ada ada aja deh." ketus Adry.


"Sayang pacar kakakmu yang mana,?" ommah bertanya pada Zahra.


"Sayangnya, kak Adri masih jomblo Ommah." ucap Zahra dengan sindiran di akhir perkataan nya.


Fahreza yang asik mengobrol dengan Tuan Laks dan juga Ricard kena imbasnya juga.


"Duduklah di dekat Ommah, ada yang ingin Ommah tanyakan padamu." sambil menepuk tempak kosong di sampingnya.


"Dari kalian berempat cucu Ommah, kamu yang tertua, kapan kamu akan memberikan Ommah cicit dan Bunda kalian juga pengen cepat-cepat punya cucu." ucap Ommah dengan lantang nya.


Naysila yang mendengarkan perkataan Ommah tersendak dan semua mata tertuju padanya.


"Kamu kenapa" tanya Zahra sambil melebarkan senyum piciknya.


"Kenapa pacarmu tidak kau bawa kesini!" Tanya Ommah.


"Itu Ommah, dia la-lagi." perkataannya segera di potong oleh Alfian.


"Lagi apa kak,? tu orangnya lagi duduk di depan Ommah." ucap Alfian dengan cepat nya.


Ommah pun terdiam beberapa saat trus bertanya. "Sayang kamu gak buta kan, dan kamu Nay sungguh tertarik dengan pria tua ini." tanya Ommah dengan selidik.


"Ommah jangan gitu dong, Bunda, kok Ommah ngatain aku tua." regek Fahreza kepada sang Bunda.


"Mamah ihhh, kasian loh Rezanya dikatain tua. Diakan yang paling cakep." bela sang Bunda kepada anak tertua nya.


"Nay kamu sidang nya kapan, sayang? tanya Ommah kembali.

__ADS_1


"Dua pekan lagi Ommah." jawab nya singkat.


"Ommah tunggu bentar ya! aku kebelet nih mau ke kamar kecil!" ucap Zahra seakan ia tahu jika kali ini giliran nya untuk menjawab segara pertanyaan dari Ommah nya.


Reza, Adri dan Alfian tak membiarkan kesayangan begitu saja " Eiitttts mau kemana sayang." ucap ketigaga nya saat melihat Zahra yang hendak kabur.


"Kakak aku kebelet!" ucap nya ketus.


"Oohhhh now." teriak Alfian.


"Kak pleace-pleace jangan ngomong apapun, Ommah, Bunda sama Ayah pasti mengkhawatir kan aku.!" ucap Zahra dengan mengangkat kedua tangan nya sembari memohon.


Tuan Laks dan Ricard yang sedang berdiri pun mengalihkan pandangan mereka ke arah Reza, Adri dan Alfian yang sedang menahan Zahra untuk tidak pergi pun merasa binggung dengan tingkah ke empat orang itu.


"Kenapa kalian kayak anak TK aja!" ucap Tuan Laks.


"Ayah ini loh, kakak nahan aku, akunya udah kebelet tapi tidak di kasih pergi." ucap Zahra dengan senyum kemenangan.


"Sayang duduk sini deh sama Ommah." seru Ommah saat Zahra mengadukan ketiga kakaknya.


Seketika mereka bertiga pun tertawa sambil melayangkan senyum picik ke arah Zahra. Zahra pun kembali berjalan menuju sofa yang di tepuk Ommah dan Bundanya tapi tatapan seperti membunuh ia arahkan kepada ketiga kakak nya.


"Jangan harap, kalian akan mendapat kan." ucap nya dengan mengeluarkan tiga kartu berukuran kecil dari saku nya kepada ketiga kakak nay.


"Sayang kamu kan udah selesai studynya. Dan sudah waktunya kamu kembali ke Batam, kamu di sini aja gak punya pacar, ngapain lama-lama disini." seru Ommah dengan ejekan di akhir kalimat nya.


"Tapi Ommah, aku kan di sini lagi ngurusin bisnis aku yang lagi maju pesat!" jelas Zahra dengan mengelur tangan keriput Ommah Diana


"Gak ada tapi-tapian terkecuali." perkataan Ommah membuat Zahra takut seketika.


"Terkecuali apa Ommah." tanya nya d3ngan khawatir.


"Kamu menikah.!" ucapan Ommah berhasil membuat semuanya terkejut.


"Aku belum siap Ommah, dan beri aku waktu 1 tahun lagi, setelah tujuanku tercapai aku janji akan mengikuti permintaan Ommah." jawab nya dengan jujur.


"Ommah sudah memilihkan calon untukmu, dan kau akan di jodohkan dengan anak sahabat Ayahmu." pungkas Ommah saat memdengar jawaban dari cucu perempuan nya.


Ricard yang mendengarkan perkataan Ommah Diana kepada Zahra pun tiba-tiba menjatuhkan butiran bening. Sebelum orang menyadarinya segera mungkin Ricard menghapus kasar butiran itu dari wajahnya.


Namun sudah terlihat oleh Pak Chandra ( Ayah Zahra ).


'Ommah aku gak mau dijodoh-jodohin, aku ingin memilih calon suami yang benar-benar mencintaiku dan menerimaku apa adanya karena aku membutuhkan sosok pria yang bisa menuntunku dan akan menjadi pemimpinku kelak nanti." tegas nya Zahra berkata.


"Dan untuk kalian berdua secepatnya mengurus lamaran untuk para pacar kalian."


"Apaaaa? Ommah merestui hubungan kami? Terima kasih Ommah!" teriak Alfian di ikuti pelukan hangat untuk sang Ommah.

__ADS_1


Ricard begitu penasaran dengan seluk beluk keluarga Zahra karena ia sudah hampir sebulan mengenal Zahra dan ke tiga kakaknya namun ia tidak mengetahui pengaruh dan juga kekuasaan Orang tua Zahra. Hingga ia menyuruh sahabatnya untuk mencari tahu identitas dan kekuasaan Ayah Zahra yang begitu tertutup.


__ADS_2