Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
66. Kesombonganmu


__ADS_3

Zahra yang sampai di Mansion langsung di bopong oleh Leon, namun lagi-lagi Leon menyuruh Zahra untuk beristirahat.


Sayang kamu harus istirahat, dan saat makan malam nanti aku akan memberikanmu kejutan yang cukup besar. ucap Leon.


Baiklah, Le terima kasih selama ini kamu udah memberikan aku kebahagian dan selalu memanjakan aku, aku mencintaimu sayang. Ucap Zahra.


Leon pun menganggukan kepala, aku juga mencintaimu sayang dan aku berharap kita bisa menua bersama.


Zahra tersenyum mendengar perkataan Leon.


Baiklah, kamu istirahat dulu, aku akan menyelesaikan pekerjaanku, saat jam makan malam aku akan membangunkanmu, Leon mengecup dahi Zahra dan beranjak keluar kamar.


Leon kini masuk ke ruang kerjanya, ia mulai mengerjakan pekerjaannya yang sudah sangat menumpuk, namun ia sangat bahagia bisa bersama Zahra lagi. Aku harus melamar Zahra saat perayaan ulang tahun si kecil dan aku akan menyayangi Aggrita seperti darah dagingku karna aku sungguh tidak ingin kehilangan mereka. Aku harus menceritakan niat aku ke Almira.


Setelah hampir 3 jam ia bergelut dengan file-file. Leon pun beranjak dan pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk dirinya dan juga Zahra karna di Mansion hanya di huni mereka berdua sedangkan Almira memilih tinggal di Apartementnya.


Leon yang sudah selesai menyiapkan makan malam mereka, memilih membersihkan tubuhnya, ia pun menaiki tangga dan menuju kamar, dan pandangannya tertuju pada sosok yang sedang tidur dengan pulasnya.


Zahra aku berjanji akan selalu membahagiakan dirimu, dan akan membuat orang-orang yang sudah berani membuatmu sedih, aku pastikan itu. Leon membatin.


Leon pun berjalan menuju kamar mandi karna ia merasa sangat gerah, setelah selesai mandi Leon pun keluar namun saat ia keluar ia begitu terkejut mendapati Zahra yang sedang duduk dan menatap dirinya.


Zahra sungguh terpana melihat Leon yang bertelanjang dada dan hanya mengenakan handuk yang melingkar di pinggangnya. Leon pun tersenyum genit ke arah Zahra, Ada apa sayang sambil mengedipkan mata ke arah Zahra.


Dasar mesum, zahra memanyunkan mulutnya dan melemparkan bantalan sofa ke arah Leon. Leon pun segera berjalan menuju Zahra dan sampainya di depan Zahra keduanya pun saling berciuman dengan ganasnya.


Namun sayangnya Leon telah berjanji tidak akan pernah menyentuh Zahra sebelum mereka menikah, walaupun mereka tidur seranjang dan berciuman dengan ganasnya namun mereka memilih berpacaran sehat tanpa saling mencumbu.

__ADS_1


Setelah ciuman yang cukup intim itu Leon dengan segera menyuruh Zahra membersihkan tubuhnya karna Leon telah menyiapkan air hangat untuk Zahra.


Kamu mandilah, aku akan menunggumu di bawah ucap Leon.


Zahrapun berjalan dan masuk ke kamar mandi, sedangkan Leon yang sudah berpakaian turun ke bawah.


deerrrr...derrrrrg bunyi ponsel Leon.


Bagaimana apa semuanya sudah kau laksanakan? tanya Leon.


....... Asisten


Kerja bagus, kamu akan mendapatkan bonus dariku.


...... Asisten


Apa maksudmu?


Kamu taruhlah beberapa bukti yang mengarah terhadap Nyonya besar, dan biarkan Ricard menemukan kebenaran itu. Aku sungguh ingin melihat apa yang bisa di lakukan dirinya terhadap Nyonya besar.


......Asisten


Sayang ada apa? kenapa kau terlihat sangat kesal setelah menerima telpon itu? tanya Zahra.


Duduklah, ada yang ingin aku bicarakan denganmu sayang. Ucap Leon.


Zahrapun duduk di samping Leon dan mulai mendengarkan Leon berbicara.

__ADS_1


Sayang aku sudah membereskan Sally Jhou dan di pastikan dia beserta keluarganya hancur malam ini, aku sungguh ingin melihat kehancurannya sebentar lagi dengan kesombongannya dan keangkuhannya yang sudah berani membuatmu celaka.


Terima kasih sayang, bukankah ini kabar yang cukup baik tapi kenapa kamu tampak kesal? tanya Zahra.


Ricard sedang menggali informasi mengenai dirimu, dan orang-orang suruhannya sudah mulai mencari kebenaran itu, dan di mulai dari Rs. Namun aku menyuruh Ervan untuk menaruh beberapa bukti mengenai pemalsuan kematian dirimu karna besok adalah waktunya kamu kembali ke Indonesia. Ucap Leon.


Zahra pun tersenyum, tidak ada yang perlu di sembunyikan lagi dan biarkan Ricard menemukan kebenaran itu. jawab Zahra.


Leon pun tersenyum, makanlah setelah itu kita tidur karna penerbanganmu pukul 4 dini hari.


Leon, panggil Zahra dengan pelannya.


Ada apa sayang dan kenapa kau tidak makan? tanya Leon.


Leon, Apa kamu tidak akan menemaniku ke Indonesia?


Maafkan aku sayang, tapi besok aku harus perjalanan bisnis dengan Ervan ke Malaka. Tapi aku janji akan menghampirimu disana.


Zahra tampak cemberut, setelah makan Zahra membersihkan meja dan mencuci peralatan makan mereka. Setelah selesai Zahra berjalan menaiki tangga dan meninggalkan Leon yang sedang duduk di ruang keluarga. Zahra sungguh kesal dengan Leon yang tidak ingin menemaninya.


Leon menyadari kekesalan Zahra, namun kali ini Leon ingin memberikan kejutan yang cukup istimewah dengan melamar Zahra besok di Indonesia bersama Almira. Leon pun membohongi Zahra dengan mengatakan dirinya tidak bisa ikut ke Indonesia karna ada perjalanan bisnis.


Aku benci kamu Le, di saat aku ingin mengenalkanmu kepada keluargaku kamu malah memilih pekerjaan. Zahra yang kesal akhirnya memilih untuk tidur namun ia tidak bisa tidur jika tidak ada Leon di sampingnya. Zahra pun memilih memainkan ponselnya tidak lama kemudian Leon pun masuk.


Zahra yang melihat Leon masuk ia pun beranjak dan pergi ke kamar mandi untuk menggosok giginya setelah kembali ia mendapati Leon sudah tertidur .


Zahra pun duduk di tepi ranjang dan menatap dalam pria di depannya. Le kenapa kamu bisa memilihku menjadi wanitamu? sedangkan aku adalah seorang janda tanpa status pernikahan. Tapi aku sungguh bahagia bisa memiliki pria sepertimu. Gumam Zahra. Zahrapun mengecup bibir Leon.

__ADS_1


Tanpa Zahra sadari Leon hanya berpura-pura tidur, agar Zahra bisa tidur dengan pulasnya di pelukannya namun Leon tidak menyangka Zahra akan berkata seperti itu.


Zahra pun tidur dengan membelakangi Leon, Leon dengan cepatnya berbalik dan menarik Zahra dalam pelukannya, keduanya pun tidur saling berpelukan.


__ADS_2