
Adri yang memiliki kekuasaan setara dengan kedua kakak beradiknya mengerahkan semua orang yang pernah menjadi partner bisnis mereka untuk membantunya melawan Irchan Kwal. Dan mulai menyusun rencana dengan sebaik mungkin namun ia sadar jika sebenarnya yang mempunyai kekuasaan yang cukup di takuti adalah sang Adik ( Zahra ) namun ia takut jika Zahra ikut dalam masalah ini akan ada konsekuensi yang besar buat Zahra dengan sifat pemberontaknya. Siapapun tidak akan lepas dari genggaman sang adik jika ada yang mengusik keluarganya.
"Kak sebaiknya kita memberitahukan ini kepada Zahra, mungkin jika ia turut serta dalam masalah ini akan sangat mudah. Bagaimanapun kekuasaan yang di milikinya cukup untuk menakuti Irchan Kwal." ucap Alfian tanpa berpikir panjang.
"Apa kamu sudah gila! mana mungkin kita akan membiarkannya dalam masalah lagi setelah kejadian belasan tahun yang lalu. Yang mungkin akan membuatnya mengingat kejadian itu kembali." teriak Adri dengan kemarahannya tanpa sadar jika ia telah membuka rahasia terbesar mereka yang telah di kubur keluarga besarnya bertahun-tahun lamanya.
"Apa maksudmu Adri? Apa selama ini kalian menyembunyikan sesuatu dari kami?" tanya Almira dengan selidik.
"Maafkan aku Mira, kami tidak bisa membicarakan itu kepadamu saat ini, tapi suatu saat nanti kamu akan tau dengan sendirinya dan mungkin Zahra akan mengatakannya kepada kamu dan juga Leon." balas Adri dengan tenang.
"Sekarang waktunya kita untuk menyusun rencana, agar secepatnya kita menenmukan kakak dan juga Leon." timpal Adri kembali untuk mengalihkan tatapan mata Almira yang ingin meminta sebuah jawaban atas ucapannya barusan.
__ADS_1
Leon yang mulai merasakan kesehatan pada tubuhnya setelah melakukan chemotherapy beberapa bulan lamanya, akhirnya memberanikan diri untuk kembali namun saat ia hendak bersiap-siap ponselnya berbunyi tanda masuk sebuah notivikasi berita. Ia tampak terkejut melihat pemberitaan mengenai Ervan yang di serang di Malaka, ia tau betul jika Malaka adalah tempat yang tidak nyaman untuk berbisnis ketika mendapatkan lawan bisnis seperti Irchan Kwal. Ia pun berpikir penyerangan yang terjadi kepada Ervan adalah perbuatan Irchan Kwal tanpa membuang waktu lama Leon dengan kemurkaannya segera mengambil pistolnya karna ia tau jika menyelesaikan masalah dengan Irchan Kwal harus menggunakan hukum rimba. Dan kali ini Leon menuju markas Irchan Kwal.
Leon yang telah tiba di markas Irchan Kwal tanpa gentarnya masuk dan membobol pintu masuk markas itu namun tanpa ia sadari di sana ada Fahreza yang menjadi tawanan Irchan Kwal. Keterkejutannya di sambut dengan beberapa pukulan dari anak buah Irchan Kwal namun dengan cepatnya Leon mengambil pistolnya dan mengarahkan itu tepat di depan wajah Irchan Kwal.
"Leon Alexander, kau mengira aku akan takut." bergemalah tawa Irchan Kwal seraya berucap di markas tersebut.
"Beraninya kau mengusikku, kau akan segera bertemu dengan kakakmu, tapi sebelum itu lepaskan dia karna dia bukan orang yang tepat untuk kau tawan." ucap Leon dengan gentarnya.
"Mungkin dia bukan orang penting dalam hidupmu tapi kita lihat saja setelah ini. Seret mereka kesini." teriaknya dengan ejekan.
"Kakak Tolong Aku!" teriak Almira.
__ADS_1
"Irchan Kwal beraninya kau!" teriak Leon dan segera memukul wajahnya hingga tersungkur ke lantai dan mengeluarkan darah.
Merasa kebas di wajahnya seketika Irchan Kwal berteriak.
"Tembak wanita itu." teriaknya dan membuat Leon takut akan terjadi sesuatu terhadap Almira. Dan dengan cepatnya Leon berkata.
"Kau menginginkan tender itu! aku akan memberikannya tapi setelah kau membebaskan mereka. Dan setelahnya kau kirim mereka kembali ke Italya dan saat memastikan itu semua selesai, aku Leon Alexander akan menepati janjiku." ucap Leon dengan tegadnya.
Irchan Kwal pun maju selangkah dan memukul perut Leon dengan kuatnya hingga ia merasakan sakit yang amat luar biasa. Melihat itu Adri, Fahreza, Alfian dan Almira hanya bisa menitihkan butiran bening.
"Kakak, apa yang kau lakukan? tidak seharusnya kau memberikan kerja kerasmu kepada pria saiko sepertinya demi aku. Jangan lakukan itu kakak" teriak Almira sembari memohon.
__ADS_1
"Maafkan kakak, karena kakak kamu dan yang lainnya dalam bahaya. Kamu harus janji setelah tiba di sana, cari Zahra dan katakan kepadanya jika kakak sangat mencintainya, ia wanita terbaik yang pernah kakak jumpai, dan katakan kepada Aggrita bahwa kakak menganggapnya seperti darah daging kakak sendiri dan maafkan kakak saat itu mengusirnya. Kakak mencintai kalian bertiga." ucap Leon dengan menutup kedua matanya yang terlihat menjatuhkan butiran bening.
"Leon, apa yang kau katakan? kita pasti bisa keluar dari sini sama-sama.!" jelas Fahreza.