Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
142. Mengapa kau melakukan nya?


__ADS_3

"Sayang jangan bercanda, aku tidak suka mendengarmu berbicara seperti itu, dan itu semua tidak lah lucu." pungkir Leon dengan tidak percaya.


"Tapi itu semua benar ada nya, Le. Maaf kan aku, awal nya aku berpikir untuk tetap tinggal di Prancis dan menata hidup baru ku bersama anak dan suami ku, namun aku tidak ingin lari lagi, aku harap kamu mau mengerti posisi ku sekarang." jelas Zahra dengan kepedihan melihat raut wajah kesedihan dari bola mata Leon.


"Mengapa? mengapa kamu melakukan nya? apa aku telah berbuat salah kepadamu, jika benar ada nya, aku mohon cerai kan Ricard dan kembali lah bersama ku." ucap Leon sedikit egois.


Semua tampak menitih kan butiran bening ketika melihat ketidak berdayaan seorang Leon. "Nak, alangkah baik nya jika kamu mengatakan alasan dari keputusan mu menikah dengan Ricard yang tiba-tiba." ucap Ayah Laks.


"Ayah, Zahra minta maaf telah mengecewa kan Ayah, namun saat itu hanya ini jalan satu-satu nya untuk menyelamat kan Ommah dan si kecil dari seseorang yang hampir membunuh mereka." jelas Zahra dengan tatapan membunuh ke arah wanita yang masih berdiri di lantai 2 mansion tersebut.


"Sungguh acting yang sangat mendramatis, aku tidak segaja merekam segala nya sejak kau dan Ricard menikah hingga perbincangan kalian yang ingin menguasai ahrta kekayaan nya." seru Arindi dengan seringgai licik.


"Diam kau pelacur!" teriak Zahra yang sudah geram dengan kelicikan Arindi, ia pun melangkah kan kaki nya menaiki anak tangga, namun Leon meneriaki nya.


"Kau pun sama ****** nya deng dia, namun dia tidak pernah memanfaat kan cinta ku untuk merebut semua harta kekayaan ku, tapi kau malah sebaik nya." ucap Leon dengan tajam nya, semua kaget mendengar penuturan Leon yang di luar ekspetasi mereka.


Zahra pun menghentikan langkah nya, ia tidak menyangka jika Leon akan berucap hingga membuat hati nya terluka. "Ya, aku memang seorang ******, yang melahir kan seorang anak di luar nikah karena kecelakaan, tapi aku tidak menyangka jika kamu akan secepat itu percaya dengan wanita iblis itu." balas Zahra dengan marah karena ia kecewa dengan sikap yang di ambil Leon.


Donny yang berada di balik pintu pun merasa geram, ia pun berpikir untuk memberi Leon sebuah pelajaran namun Ricard menahan nya.

__ADS_1


"Jangan Don, semua ini salah ku, seharus nya aku bisa menjaga anak ku, tapi aku pun tidak ingin ada perseteruan antara dirimu dan juga Leon karena anak kami." ucap Ricard sembari menahan pergelangan tangan Donny namun Donny sudah terlanjur tersulut emosi, ia pun menghempas kan tangan Ricard dengan kasar.


"Berani-berani nya kau mengatai Zahra kami!" teriak Donny dan satu pukulan pun melayang di wajah tampan Leon. Leon yang tidak siap pun tersungkur ke lantai. Donny pun yang sudah tersulut emosi terus menerus menonjok Leon tanpa henti. Fahreza dan lain nya pun berhasil menarik Donny dari atas tubuh Leon.


"Don, aku mohon hentikan." ucap Zahra dengan pelan nya.


"Pria ini tak pantas di kasihani, bisa-bisa nya ia berpikir seperti itu tentang mu dan kau masih membela nya." teriak Donny di depan Zahra dengan kesal nya.


"Aku tahu Don, tapi semua ini bukan salah Leon, kau tahu itu." balas Zahra dengan berlinang air mata.


"Dan kau wanita iblis, bisa-bisa nya kau mengadu domba keluarga ini, kau seharus malu dengan perbuatan mu." teriak Donny dan berjalan menuju anak tangga.


Semua kaget melihat Arindi yang mengarah kan pistol nya pada Donny. Zahra pun dengan cepat nya menarik Donny ke belakang.


"Jangan membunuh orang yang tidak bersalah, tembak aku sekarang karena setelah ini mungkin kamu bisa memiliki Leon seutuh nya." ucap Zahra tanpa rasa takut.


"Arindi hentikan!" teriak Leon.


"Jika saja wanita ini tak pernah hadir dalam hubungan kita, mungkin kita sudah menikah dan memiliki keturunan, dan cinta mu pasti hanya untuk ku." teriak Arindi seperti orang gila.

__ADS_1


"Zahra hadir dalam kehidupan ku setelah 2 tahun aku memergoki mu di sebuah hotel dengan salah seorang clien ku, dan kehadiran Zahra tidak ada hubungan nya dengan aku meninggal kan mu." balas Leon menjelas kan.


"Bohong! kamu tahu kenapa aku bisa bersama clien mu, itu semua karena ia menjebak ku dengan mengatakan jika kamu yang memintaku untuk bertemu di kamar hotel tersebut untuk menemani istri nya. Dan setelah nya aku di berikan minum oleh nya, aku terbangun ke esokan hari nya dengan tubuh yang sudah telanjang dengan pria itu di sampingku. Dan setelah nya kamu meninggal kan ku, aku tidak akan membiar kan mu bahagia dengan wanita mana pun selain diri ku Leon." jelas Arindi mengenang masa-masa kelam nya.


"Haha, sungguh rubah licik, baik lah kita ihat siapa yang sedang berbohong kali ini, kau atau Cornelles Arkey." teriak Donny yang sejak awal sudah menyelidiki Arindi dan siapa yang pernah berhubungan dengan nya termasuk Cornelles Arkey yang juga salah sahabat nya.


"Keluarlah!" ucap Donny kembali. Dan seorang pria kebulean pun keluar dari balik pintu, seketika Leon pun tercegang ketika melihat pria yang pernah menjadi kolega nya ada tepat di hadapan mereka.


Cornelles pun melempar kan senyum nya kepada Leon. "Lama tak jumpa Tuan Xander." sapa sang pria dengan ramah nya.


Leon pun hanya menganggukkan kepala nya seraya tersenyum.


"Perkenal kan nama saya Cornelles Arkey, saya mohon maaf yang sebesar besar nya kepada Tuan Xander, berhubung saya sedang ada keperluan di sini saya di minta oleh sahabat saya untuk mengklarifikasi kan kejadian 7 tahun yang lalu." jelas nya sembari menatap ke arah Arindi yang sudah menatap nya dengan tajam.


"Apa yang di katakan wanita itu tidak lah benar, malam itu saya lah yang di jebak oleh nya, di bawah pengaruh obat perangsang saya tidak segaja melakukan hubungan terlarang itu dengan nya, ke esokan hari nya saya di ancam oleh nya dengan vidio panas kami, ia meminta saya menjadi kan ia sebagai model International dan menjadi salah satu pemeran utama di film berskala Internasional yang bekerja sama dengan Xander enterpiace. Jika saya tidak menuruti permintaan nya, ia akan menyebar luas kan vidio panas itu kepada media, maka dari itu saya pun menyetujui permintaan nya dan mengganti pemeran utama yang telah perusahan saya sepakati bersama Xander Enterpiace." jelas Cornelles dengan jujur.


Mendengar itu, seluruh keluarga menatap jenggah ke arah Arindi, awal nya mereka tidak percaya namun setelah mendengar kan keseluruhan cerita dari Cornelles mereka tidak menyangka ketenaran yang Arindi dapat selama ini berawal dari menjebak salah satu petinggi Arkey Enterpiace.


"Apa yang kau katakan! semua yang aku dapat selama ini adalah hasil dari kerja keras ku!" teriak Arindi dengan menggila. Semua yang berada di sana tampak panik karena pistol yang di pegang Arindi tetap mengarah kepada Zahra. Namun Zahra dengan berani nya malah menertawakan Arindi.

__ADS_1


"Wow amazing, jangan bilang jika kamu bukan hanya di tiduri Tuan ini saja, sejak awal aku sudah merasa jika kau sebenar nya seorang penggila sexs dan seorang yang mengalami gangguan mental." ejek Zahra dengan telak dan itu berhasil memprofokasi Arindi yang dengan tiba-tiba menarik pelatuk nya dan melepas kan sebuah tembakan. Semua yang berada di sana pun tampak memejam kan mata.


__ADS_2