Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
22. Sungguh wanita gila


__ADS_3

"Tolong ceritakan kepadaku tentang kehidupan Zahra sebelum aku mengenalnya." ucap Ricard.


Fahreza pun bercerita. "Zahra adalah satu satunya perempuan dikeluarga kami. Seperti cerita ku waktu itu. Ia adalah perempuan tangguh, setiap kali ia dalam kesusahan apapun itu, ia tidak pernah mengeluh sekali pun kepada kami. Zahra pun mengikuti beragam kegiatan sosial dan membantu orang yang sedang kesusahan dan ia adalah pendonor dana terbesar di Jerman."


"Semua pebisnis Jerman, cukup mengenalnya, suatu saat stasiun tv mengundang Zahra untuk menjadi bintang tamu dalam pembahasan mengenai dirinya yang menjadi pendonor dana terbesar namun dengan sifat nya yang tidak suka pamer dan ketulusan nya ia hanya menjawab aku ingin membatu orang tanpa mereka tau siapa diriku sebenarnya. Karena apa yang kita lakukan belum tentu baik di mata orang, jadi biarkan ini semua berjalan sebagai mana mesti nya." itu adalah kata-kata yang di ucap kan Zahra kepada pemimpin perusahan itu.


"Ia pun membangun beberapa air mancur di Negara Maju, karena ia terispirasi oleh seorang anak kecil. Dan salah satunya ada di pusat perbelanjaan miliknya."


"Makanya selama dia ingin pergi kemanapun, kami tidak pernah melarangnya karena kami tau dia adalah sosok wanita terhebat yang diberikan tuhan kepada kami." jelas Fahreza panjang lebar.


Tidak terasa haripun mulai terang


tanpa sarapan semua pun bangun dan bergegas menyusuri lembah untuk mencari Zahra kembali. Menempuh bermil mil pun mereka mendapati sebuah tempat yang terdapat api unggun yang masih menyala.


Fahreza dan yang lainnya pun berteriak memanggil nama Zahra.


"Zahraaaa ..Zahraaa!" teriak semua nya bersamaan.


Tidak mendapat kan balasan akhirnya mereka melanjutkan pencariaan namun melihat para wanita mereka yang tampak kelelahan, dan tidak sanggup berjalan lagi. Mereka pun beristirahat sejenak namun seketika mereka mendengar suara air.

__ADS_1


Ricard pun berlari ke arah air terjun yang mereka singgahi pertama kali dan di lihatnya Zahra yang sedang melakukan yoga di atas bebatuan. Ricard pun berbalik dan menceritakan kepada Fahreza dan yang lainnya bahwa ia melihat Zahra di dasar air terjun.


Mendengar itu mereka pun berlari ke arah air terjun. Betapa terkejutnya mereka melihat Zahra yang melakukan yoga diatas bebatuan besar tanpa ada rasa takut sama sekali dan seperti tidak terjadi sesuatu.


"Zahraaaa!" teriak Fahreza.


Zahra yang mendengar teriakan orang memanggil namanya berdiri mencari arah suara itu. Ricard pun berlari ke arah Zahra yang tepatnya ada di bawah mereka tanpa mempedulikan jalan yang begitu licin, akhirnya ia sampai tepat di belakang Zahra.


"Dasar wanita gila! bisa-bisanya kau duduk dengan santainya di sini. Apa kau tidak tahu jika kami semua sudah hampir gila memikirkanmu." ketus Ricard dengan marah.


Zahra hanya diam tanpa membalas perkataan Ricard.


"Maafkan aku sudah membuat kalian begitu khawatir, tapi aku sungguh tidak bermaksud demikian." jelas nya kepada Ricard saat Ricard berjalan di depan nya.


"Ayo kita harus kembali sekarang, sebelum gelap menyelimuti pegunungan ini kembali." ucap Ricard dengan ketus nya.


Kedua nya pun berjalan menuju ke atas tebing, dimana ada Fahreza dan lain nya yang sedang menunggu mereka. Namun tidak dengan Adri yang sudah tau kebiasaan Zahra dan tidak terlalu mengkhawatirkannya.


Ketika melihat Zahra, Fahreza dan Alfian langsung berlari dan memeluknya. Marcella yang melihat Adri yang hanya berdiri disampingnya langsung bertanya.

__ADS_1


"Adri, apa kamu tidak merasa khawatir dengan adikmu yang hilang 2 hari ini." ucap Marcella.


Adri pun hanya menatap Marcella dan melayangkan senyum. Marcella dengan marah nya meninggalkan Adry dan bergabung bersama yang lain nya.


Setelah semuanya memeluk Zahra kini Zahra menatap ke arah kakaknya ( Adriyansyah ) dan langsung tersenyum dan berlari menghampiri kakaknya dan berkata.


"Apa kakak tidak khawatir denganku yang hilang dua hari!" tanya Zahra dan seketika ke duanya pun tertawa.


"Hahaha.."


Fahreza dan yang lainnya menatap tajam dan dengan penuh kemarahan meneriaki keduanya.


"Apa yang kalian lakukan! setelah kejadian ini kalian masih sempat tertawa. Kalian berdua harus menjelaskan nya kepada kami semua ketika sampai di Apartement." teriak Fahreza dengan marah


Zahra dan Adri pun menganggukan kepala tanda mereka akan meceritakan semuanya.


Mereka pun berjalan saling bergandengan tangan dengan para kekasihnya namun tidak dengan Adri, Zahra, Prily dan Ricard yang tidak memiliki pasangan. Menempuh perjalan yang cukup jauh, akhirnya mereka sampai di kaki gunung pada malam hari.


"Ya sudah para wanita akan tidur di Apartement Zahra dan para pria akan tidur di Apartement Ricard." seru Fahreza. Mereka pun pergi dengan mobil masing2 seperti mereka pergi pertama kali namun kali ini Zahra ikut bersama Ricard di mobil Ricard.

__ADS_1


__ADS_2