
Sesampai nya di kamar hotel, Zahra segera menjatuhkan tubuh nya di atas ranjang. Melihat itu Ricard menggeleng pelan kepala nya dan mulai menarik Zahra.
"Zahra jangan tidur dulu, bersihin tubuh mu, ayo cepet!" ucap Ricard dan menarik Zahra dengan pelan nya. Zahra pun beranjak dan berjalan masuk ke kamar mandi.
Sudah hampir sejam lama nya Zahra tak kunjung keluar dari kamar mandi. Ricard yang sudah kebelet pipis pun mulai meneriaki Zahra. "Zahra kamu di dalam sana lagi apa sih! cepetan dong! aku kebelet nih." teriak Ricard dan mulai mengedor ngedor pintu kamar mandi.
"Iya-iya udah, bawel banget sih." gerutu Zahra tepat di depan wajah Ricard.
Zahra pun keluar dengan menggunakan lingerie berwarna pink. Ricard habis pikir dengan Zahra yang mengenakan pakaian yang menurut nya belum selesai di jahit. "Kamu udah gila ya! bisa-bisa kamu mengenakan itu di depan ku! atau kamu mencoba menggodaku." pekik Ricard dengan kesal.
"Geer banget sih loh, ini tu baju tidur Aku, dasar mesum, udah masuk sana." balas Zahra ketus dan mendorong Ricard masuk ke kamar mandi. Hampir beberapa menit berlalu, Ricard yang sudah selesai mandi dan berganti pakaian belum juga keluar dari dalam kamar mandi karena ia begitu malu untuk bertemu Zahra yang hanya mengenakan pakaian yang belum selesai di jahit oleh perancang pakaian tersebut. Lamunan nya buyar ketika mendengar ketukan dari luar kamar mereka.
Mengingat Zahra yang mengenakan pakaian itu ia pun segera beranjak untuk keluar.
Zahra yang sedang memakai cream perawatan wajah pun beranjak dari depan meja rias untuk membuka pintu namun dengan cepat Ricard menarik pergelangan tangan nya dan menatap nya dengan dingin. "Zahra kamu lihat pakaianmu, Apa kamu ingin mempertonton kan tubuh mu dengan pakaian seperti itu, biar aku yang buka pintunya." pekik Ricard dengan kesal.
Zahra pun berpikir jika perkataan Ricard ada benar nya juga namun ia tidak menerima perkataan Ricard mengenai mempertonton kan tubuh nya. Ia pun kembali ke ranjang dan menutup tubuh nya dengan selimut.
Ricard merasa bersalah karena sudah terlalu kasar berbicara kepada Zahra. Setelah menaruh makan malam di atas meja. Ricard pun duduk di tepi ranjang dan mulai membujuk Zahra.
__ADS_1
"Zahra maaf! aku udah kasar tadi, Aku bertanggung jawab untukmu saat ini, jika terjadi sesuatu padamu, gimana Aku ngomong sama Paman Laks." ucap Ricard dengan rasa bersalah.
"Zahra ayo makan." pinta Ricard kembali.
"Aku gak laper." ketus Zahra dari dalam selimut.
Ricard pun menarik selimut yang menutup wajah Zahra. "Zahra kamu ini kenapa sih, dikit-dikit ngambek, kamu kayak anak kecil aja, bangun gak!" Ricard mulai kesal dengan tingkah Zahra.
"Aku bilang gak mau makan, ya gak mau." teriak Zahra dengan suara yang meninggi.
"Baiklah jika kamu gak makan, jangan salah kan aku jika aku melewati batasan ku!" ancam Ricard ketika Zahra tidak mau makan bersama nya.
"Kamu kan gak mau makan, ya udah mumpung hanya kita berdua disini." seru Ricard.
Zahra mendorong Ricard dan berlalu ke sofa mengambil sepotong pizza. Ricard tersenyum dan berjalan ke arah Zahra, mereka pun makan dalam diam setelah nya Ricard mengambil bungkusan rokok dan berjalan menuju balkon yang memiliki pemandangan yang begitu memanjakan mata karena terpampang keindahan Kota Toulose.
Zahra melihat ke arah Ricard yang berdiri sambil merokok dan tersenyum. Zahra begitu terpesona dengan ketampanan Ricard. Zahra pun menghampiri Ricard di balkon.
"Sungguh tempat yang begitu indah.! gumam Zahra. Zahra pun mengambil ponsel nya dan berpose. "Ricard bantuin Aku dong." ucap Zahra.
__ADS_1
"Apa?" tanya Ricard tanpa melihat ke arah Zahra.
"fotoin Aku dong," Ricard pun berbalik dan meraih ponsel Zahra dan mulai mengambil beberapa foto untuk Zahra. "Ricard sini dong, kita foto bareng." panggil Zahra kembali.
"Gak perlu!" tolak Ricard dengan cepat.
"Ricard." panggil Zahra dengan lembut.
"Kamu berisik amat sih! ya udah sekali aja." pekik Ricard kembali dan bejalan mendekat ke arah Zahra.
Mereka pun berfoto bersama, dengan banyak pose namun ada beberapa foto saat Ricard mencium Zahra. Setelah kejadian Ricard mencium Zahra. tak satupun kata yang keluar dari Zahra begitupun Ricard.
Zahra tidur di ranjang sedangkan Ricard di sofa. Zahra bangun dan berjalan ke kamar mandi. Setelahnya Zahra yang hendak tidur kembali, melihat Ricard yang tidur dengan tidak nyaman di sofa dan akhirnya Zahra menghampiri Ricard dan membangunkannya dengan pelan. "Ricard bangun!" ucap nya pelan.
Ricard pun bangun dan menggosok kedua matanya. "Ada apa Zahra,?" tanya Ricard.
"Ricard, kamu tidur di ranjang aja, jangan tidur disini, toh kita juga gak ngapa-ngapain." Zahra pun menarik Ricard. Posisi tidur kedua nya pun berseblahan dengan guling sebagai pemisah untuk kedua nya.
Setelah selesai sarapan Ricard dan Zahra keluar dari hotel dan menuju lokasi pembangunan, menempuh perjalanan hampir 3 jam, akhirnya mereka tiba di lokasi. Mereka di sambut oleh Asistent Zahra dan beberapa Clien mereka.
__ADS_1