Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
57. Kedatangan Sally Jhou di kediaman Chandra


__ADS_3

Ricard yang sudah hampir 7bulan di Norwegia, akhirnya menelpon Sally Jhou. Sally apa yang sedang kau lakukan dan bagaimana kabarmu? tanya Ricard.


Ricard aku sangat merindukanmu, aku sedang nelakukan pemotretan dengan salah satu majalah, ada apa?


Gak, hanya ingin menanyakan kabarmu saja, dan maafkan aku baru bisa mengabarimu sekarang.


Ya, sudah tidak apa-apa, kapan kamu akan kembali kesini? tanya Sally.


Aku belum tahu pasti, mungkin setelah semua masalah terselesaikan aku akan segera kembali ke Indonesia, tapi aku bisa gak minta bantuanmu!


Apa itu Honey?


Ricard terkejut dengan panggilan manja Sally terhadap dirinya. Gini bisa gak kamu ke rumah mertuaku, dan tolong ajak jalan-jalan Aggrita ke mall.


Dengan senang hati Honey.


Baiklah, terima kasih Sally. Ricard pun memutuskan sambungan telponnya.


Kini Sally Jhou sedang dalam perjalanan ke Mansion Chandra, Ia begitu kaget melihat kemewahan dan keindahan rumah Zahra, Ia mengira Zahra adalah wanita rendahan namun kali ini Ia sungguh tidak menyangka Zahra adalah seorang Billionair terkaya di Indonesia dan Jerman.


Sally Jhou pun masuk ke dalam Mansion, namun wajahnya begitu muram melihat sebuah bingkai foto yang cukup besar di ruang tamu, ya itu adalah foto Zahra seperti seorang bidadari.


Prily pun menyapa wanita yang Ia kenal beberapa bulan lalu di club malam itu.


Sally, Ada apa? Tanya Prily.


Hey, Aku di suruh Ricard buat jemput Aggrita jalan-jalan, dimana dia?

__ADS_1


Prily merasa ada yang aneh dengan perilaku Sally, saat Ia menatap jijik foto atasannya. Nona kecil ada di taman bersama para pamannya.


Prily pun mengantar Sally ke taman samping rumah. Mas ada temannya Tuan Ricard.


Hey, Sally, apa kabar?


Aku baik, jawab Sally, Ia pun langsung berbicara. Bisakah aku mengajak jalan-jalan Aggrita,?


Baiklah, Ly kamu gantikan pakaian Aggrita dulu, biarkan Ia di bawah jalan-jalan sama Sally.


Baik Mas Reza. Prily pun membawa si kecil untuk bersiap. Setelah selesai Prily pun mengantar Aggrita kepada Sally.


Sally pun berpamitan kepada mereka dan memengang tangan Aggrita menuju mobilnya. Sally merasa sangat malas harus menjaga Aggrita karna Ia sungguh tidak menyukai Anak kecil.


Sally yang sudah berada di pusat perbelanjaan membelikan Aggrita beberapa main, namun kali ini Ia sungguh kewalahan dengan tingkah Aggrita. Akhirnya Ia menelpon asistennya dan berkata, cepatlah kau kesini, aku akan mengirimkan lokasinya. Sally pun menutup telponnya.


Hampir setengah jam asistennya tiba di depan mereka, kau ajaklah anak ini bermain, nanti setelah pukul 7malam aku akan menjemput kalian.


Sally kini sibuk dengan perbincangan bersama teman-temannya. Hingga Ia melupakan Aggrita, Ia begitu terkejut melihat jam tangan yang sudah menunjukkan pukul 10malam.


Chandra Mansion sudah sangat ribut, karna Tuan Laks sangat khawatir dengan sang cucu, ini kali pertamanya Ia marah dengan ke 3ponakannya dan juga Prily. Ke empat anak muda itu hanya menundukkan kepala.


Apa yang kalian lakukan seharian dan kenapa kalian membiarkan orang asing itu membawa Aggrita, kalian sungguh-, belum sempat meneruskan perkataan.


Kakek, Grita kangen Kakek. teriakan sang cucu. Tuan Laks pun berpaling dan berjalan ke arah sang cucu.


Sayang, kamu dari mana aja,? tanya Tuan Laks kepada sang cucu.

__ADS_1


Kakek Grita abis jalan-jalan sama Mommy. Aggrita menjawab dengan polosnya. Namun semua mata menatap marah kearah Sally ketika mendengar kata Mommy yang di ucapkan si kecil.


Prily, kau bawa Aggrita ke kamarnya. perintah Tuan Laks. Prily pun menggendong Aggrita dan berjalan ke arah kamar.


Tuan Laks pun berbalik dan menatap sarkas ke arah Sally dan berkata. Apa maksudmu? menyuruh Aggrita memanggilmu dengan sebutan Mommy.


Maafkan saya, saya adalah calon istri Ricard, Apa yang salah dengan panggilan Mommy, kelak aku akan menjadi Ibu pengganti untuknya.


Tuan Laks dengan kemarahannya beserta keluarga besarnya menatap jijik ke arah Sally. Jika kelak kau ingin menikah dengan Ricard, jangan pernah berharap Aggrita akan ikut bersama kalian dan 1 lagi tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan posisi Mommy di hati Aggrita.


Oh, sungguh keluarga yang sangat dramatis, masih menginginkan sang Ibu yang sudah tiada.


Donny yang baru tiba dengan cepatnya berjalan dan menampar wajah Sally, dasar perempuan jalang. Kamu mengira kamu bisa seenaknya berkata di rumah ini.


Semua kaget melihat kemarahan Donny Balldy karna selama ini Donny adalah sosok yang sangat baik, namun siapa sangka Ia akan terbakar api kemarahan saat seseorang berbicara lantang dengan keluar mendiang kekasihnya.


Enyahlah kau dari sini, sebelum aku merobek mulutmu.


Sally pun beranjak meninggalkan Chandra Mansion namun lagi-lagi Donny berkata. Aku tahu semua yang kau lakukan seharian ini, teganya kau membiarkan kesayangan kami di jaga oleh asisten yang rela menidurkan si kecil di emperan toko.


Semua begitu marah mendengar perkataan Donny barusan. Apa maksudmu Don? dan mengapa kau bisa mengetahuinya. tanya Reza.


Tadi Prily menelponku dan menceritakan mulai kedatangan Sally dan yang sangat mengejutkanku saat Prily mengatakan, Ia melihat wajah Sally menatap foto Zahra dengan jijiknya. Aku pun segera menyelesaikan meetingku secepatnya, dan mulai membuntuti Sally. Donny menjelaskan panjang lebar.


Tuan Laks begitu marah sehingga menelpon seseorang dan menyuruh menyelidiki Sally Jhou atas kepulangannya ke Indonesia setelah 3tahun.


Donny pun geram dengan perlakuan Sally dan hendak menelpon Ricard namun di tahan oleh sang Ayah.

__ADS_1


Nak biarkan ini menjadi rahasia kita dulu, kasian Ricard sedang sibuk dengan masalah anak perusahannya, lihat saja Ia sudah hampir setahun tidak kembali.


Baiklah Ayah. Jawab Donny.


__ADS_2