Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
159. Happy Ending


__ADS_3

"Makasih kak, aku bahagia bisa memiliki kakak dan kakak ipar yang sangat menyayangi ku, semoga setelah ini kita akan menjalani kehidupan bahagia." ujar nya sebelum melepas kan diri nya dari kedua orang yang di syaangi nya.


"Sayang, aunty pergi dulu ya." pamit Al kepada kedua malaikat yang sedang terlelap di tempat tidur masing-masing.


Al pun segera keluar dari ruangan itu tampa melihat sosok yang ia rindu kan. "Mas Don, kak Reza, Mbak Prily, Kak Ervan, Alexa dan Mas Bro, aku pamit dulu ya, semoga kalian berbahagia selalu." pamit Al kepada semua nya terkecuali Adry.


Semua pun melihat wajah masam Adry sesaat sebelum Prily benar-benar keluar. "Adry, go after your woman. I don't want to spoil your happiness with my presence. And tell her that all she heard was a lie." ucap Alexa dengan tersenyum. Semua tercegang dengan perkataan Alexa barusan.


"I'm sorry Alexa, you're my best friend." balas Adry sembari mencium pipi Alexa dan berlari mengejar Almira.


"No problem, your happiness is everything to me." balas Alexa dengan bahagia ketika melihat pria yang ia cintai bahagia dengan kebahagian nya sendiri.


"Alexa, you are a good woman, one day you will get a man who is more than Adry's brother. Who can love you more than anything else." ucap Zahra yang merasa Alexa adalah sosok wanita baik hati yang rela mengorban kan kebahagian nya demi kebahagian orang lain.


"Thank you Zahra, I'm happy to get to know Adry and his family. Will you be friends with me." balas Alexa dan meminta Zahra dan lain nya untuk berteman dengan nya.


"We have fallen in love with you since the first time we saw you at our wedding, later take your time to visit us often, and vice versa we will always visit you in Canada." jelas Zahra dan kedua nya pun saling berpelukan.


"I wasn't hugged either." seru Prily dengan wajah cemberut nya. Alexa dan Zahra pun memeluk Prily di ikuti gelak tawa dari para pria.

__ADS_1


"Al tunggu!" teriak Adry.


Al pun menghenti kan langkah nya namun ia masih tetap pada posisi nya membelakangi Adry. "Ikut aku sebentar, setelah nya terserah kamu mau ngapain." ucap Adry dan menarik pergelangan Al menuju pintu keluar rumah sakit. Al pun membiar kan Adry membawa nya.


Kini kedua nya sudah tiba di taman belakang rumah sakit. "Katakan lah! aku tidak memiliki waktu untuk mendengar omong kosong mu!" ucap Almira dengan ketus nya.


Adry pun bersimpu di depan Al. "Will you marry me." ucap Adry sembari mengeluarkan kotak kecil yang berisi kan sebuah cincin pernikahan.


Al terpaku dengan yang di lakukan Adry, namun ia mengingat jelas kedekatan Adry dan Alexa beberapa jam yang lalu, dan itu semua di saksi kan jutaan orang. "Apa kau kira pernikahan hanya sebuah lelucon, kau dan Alexa baru saja menyatakan bahwa kalian telah berpacaran beberapa bulan ini, dan sekarang kau memintah ku menikah dengan mu, jangan mimpi, Adry." balas Almira dengan kecewa, ia tidak menyangka jika Adry akan mempermain kan dirinya.


"Di antara aku dan Alexa tidak ada apa-apa, hubungan kami hanya sebatas sahabat tidak lebih. Jika kau tidak percaya, aku akan meminta Alexa kesini dan menjelas kan nya di depan mu Al." jelas Adry untuk meyakin kan sang pujaan hati.


"Baiklah, jika kau tidak ingin menikah dengan ku, aku anggap kau tidak mencintai ku lagi, dan cincin ini akan aku pakai kan di jemari Alexa dan itu tanda nya aku akan memberi Alexa peluang untuk berada di ha-." teriak Adry dan ucapan nya terhenti saat Al mencium bibir nya.


Adry pun membalas ciuman Al, kecupan itu pun semakin dalam saat Adry menarik tengkuk Al.


"Coba saja jika kau berani melakukan nya!" ucap Al dengan kekesalan nya.


"Mana berani aku melakukan itu. Al maafin aku ya, aku hanya tidak ingin kau mengatakan lebih jauh lagi mengenai Zahra, karena jika kau mengatakan sesuatu hal lagi, ia pasti akan sangat sedih dan merasa terpuruk. Aku janji kejadian setahun lalu gak bakalan terulang lagi." jelas Adry sembari mengecup puncak kepala Al.

__ADS_1


"Aku juga minta maaf, aku terlalu egois hingga tidak memikir kan perasaan kalian." balas Al dan kedua nya pun saling mengerat kan pelukan.


"Ciee ciee... Ada yang mau nikahan nih." teriak Alfian dari ruangan Zahra yang berada beberapa tingkat dari taman Adry dan Al berdiri.


"Adry, Mira, congratulations, I hope you are always happy, wasn't my acting good?" teriak Alexa sembari tersenyum bahagia meski ia merasa kan sakit ketika orang yang ia cintai mencintai orang lain.


"Alexa, you're my best friend." teriak Adry.


Beberapa bulan kemudian.


Zahra dan Leon pun menjadi sosok orang tua yang sangat kompoten dalam urusan mengasuh ketiga anak mereka. Hari-hari mereka lewati dengan bahagia. Sejak saat itu Adry dan Almira pun bersanding pada bulan berikut nya. Kehidupan Prily dan Donny pun tampak bahagia.


"***Makasih Tuhan, segala pencapaian ku tidak lah muda, berkat orang-orang terdekat ku, aku bahagia bisa mengembali kan kepercayaan diri Prily lagi, dan engkau memberi keluarga kecil yang begitu sempurna untuk ku." membatin Zahra saat melihat kebahagian dari orang-orang tercinta nya.


***TAMAT.


Note: Saya mohon maaf๐Ÿ™ jika adalah salah kata dalam penulisan cerita ini, dan maaf selalu telat up date. Saya tidak mengharap kan terlalu jauh untuk karya ini bisa di rekomendasi kan di platfon noveltooon, melihat banyak yang membaca saja, saya sudah sangat bahagia. Terima kasih untuk readers yang telah menyempat kan waktu nya untuk membaca karya yang acak-acakan ini๐Ÿค—๐Ÿค—. Dan untuk para readers yang mengfavorit kan cerita ini terima kasih, salam cinta dari saya๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Terima kasih. Semoga kita sehat selalu dan di beri kebahagian oleh Allah SWT****.

__ADS_1


__ADS_2