
Ricard dengan kemarahannya pun segera melajukan mobil menuju Axixclub sesampainya di sana Ricard segera berlari menuju lift.
Ricard sungguh tidak bisa menahan emosinya sesampainya di dalam ruang VVIP Ricard menarik kasar pergelangan tangan Zahra hingga membuat Leon maupun yang lainnya tampak terkejut.
Saat itu pun membuat Leon murka, dengan segera Leon mendorong Ricard dan berkata "Beraninya kau menyentuh wanitaku. Kau akan--" teriak Leon dengan kemarahannya.
Belum sempat meneruskan berbicara Zahra sudah memeluk Leon dan berkata. "Le jangan katakan itu, aku mohon, beri aku waktu untuk berbicara dengan Ricard berdua di luar, aku janji akan menjaga jarak dengan Ricard saat berbicara." mohon Zahra karna ia tau resiko mencari masalah dengan kekasihnya.
Leon pun berbalik dan menatap dalam Zahra. "Jika dia berani menyentuhmu lagi aku pastikan kehancurannya malam ini." balas Leon dengan ancaman.
Namun gertakan Leon tidak membuat Ricard takut, karna Ricard pun mempunyai kekuasaan yang hampir setara dengan Leon. Mendengarkan perkataan Leon membuat Ricard emosi dan berkata.
"Apa yang bisa kau lakukan denganku,? aku Ricard Alziro tidak pernah takut bersaing dengan siapapun termasuk mendapatkan orang yang ku cintai." tantang Ricard.
"Cinta, jika kamu mencintai Zahra tidak mungkin kau tidur dengan wanita ular seperti Sally Jhou yang sudah hampir mencelakai anakmu sendiri." teriak Leon kembali.
"Apa maksudmu,? kau tidak berhak mengatai Sally Jhou seperti itu. Sally lah yang selama ini memberikan kasih sayang kepada Aggrita di bandingkan ibu kandungnya yang tega memalsukan kematiannya dan rela meninggalkan anaknya selama bertahun tahun lamanya." marah Ricard terhadap sikap yang di ambil Zahra 5 tahun lalu.
"Hentikan. Jika kalian ingin bertengkar keluarlah dari sini dan aku pastikan kalian tidak akan menemukan Zahra setelah kejadian ini, dan kau Ricard tolong jaga sikapmu, jika kau ingin Zahra menjelaskannya aku akan memberi kalian waktu untuk bicara." Dengan kemarahan terlihat ketegasan Fahreza saat berbicara.
"Sayang kamu berbicaralah dengan Ricard di ruang kerjamu, biar Leon bersama kami di sini." Adriyansyah angkat bicara.
"Sayang aku pergi dulu dan sesuai janjiku aku akan menjaga jarak dengannya, tapi pleace jangan seperti ini." bujuk Zahra ketika mendapati tangan Leon di kepal.
__ADS_1
"Baiklah, maafkan aku tidak bisa menahan emosiku." Leon yang berbicara sambil memegang kedua pipi Zahra.
Zahra pun keluar dan di ikuti Ricard dari belakang. Kini keduanya sudah berada tepat di ruang kerja.
Zahra pun mulai menjelaskan mengenai keputusan yang di ambilnya lima tahun lalu. Ricard pun mulai marah saat mendengarkan Zahra berbicara dan berjalan maju mendekati Zahra namun dengan cepatnya Zahra menjauh membuat Ricard semakin emosi dan berkata.
"Zahra berani kau melakukan itu, dan sekarang dengan lancangnya kau kembali membawa pria lain ke sini. Aku sungguh menyesal karna mencintaimu sampai pada saat ini." teriak Ricard dengan puncak kemarahan yang hampir pecah.
Zahra tampak terkejut mendengar Ricard bicara dan berkata. "Jika kau benar-benar mencintaiku mengapa kau tidur dengan wanita murahan itu." tanya Zahra dengan marah.
"Zahraa.." teriak Ricard dan langsung menampar Zahra.
Plaaak..
Zahra tampak hancur mendengar cacian dari Ricard yang mengatai dirinya wanita murahan, sontak Zahra menatap tajam ke arah Ricard dan berkata. "Kau lah yang membuat aku memilih bersama Leon. Semuanya karna kau Ricard," teriak Zahra histeris.
"Aku memilih Leon saat aku tahu kau pergi ke Apartement Sally Jhou dan tidak pulang semalaman, awalnya aku pikir karna kau mabuk saat itu, namun saat kau bersamanya masuk ke sebuah hotel saat itu lah aku memilih membuka hatiku untuk Leon." tambah Zahra karna kecewa dengan sikap Ricard waktu itu.
"Dan ya, saat ini aku sangat mencintai Leon tanpamu aku bisa bahagia namun yang harus kau ingat setelah pernikahanmu bersama Sally jangan pernah kau injakkan kakimu di Mansion Ayahku ataupun bertemu dengan Aggrita karna aku tidak ingin Aggrita dalam bahaya." ucapnya beruntutan menyalahkan Ricard
Ricard sungguh terpukul mendengar perkataan Zahra, namun ia tidak menerima jika Zahra akan memisahkannya dengan sang anak karna Aggrita dalam bahaya jika bersama dengannya.
"Apa maksudmu mengatai jika Aggrita dalam bahaya jika bersamaku,? mana mungkin aku akan membiarkan anak semata wayangku dalam bahaya." tanya Ricard yang binggung dengan perkataan Zahra.
__ADS_1
"Kamu sungguh ingin tahu kebenarannya, baiklah aku akan memperjelas semuanya. Bukankah saat itu kau menyuruh wanita ular itu mengajak baby Grita jalan-jalan ke wahana permain dan kau tidak tahu mengenai dirinya yang membiarkan baby Aggrita tidur di emperan toko hingga larut malam." Jelas Zahra.
Ricard tampak terkejut dan tidak percaya dengan yang di katakan Zahra. "Kau pasti bercanda, selama ini Sally mencurahkan kasih sayang kepada Aggrita tidak mungkin ia melakukannya." ucap Ricard sedikit membela Sally.
Zahra tahu Ricard tidak mudah percaya untungnya Zahra masih menyimpan foto saat Donny mendapati si kecil yang tidur di emperan toko dan mengambil beberapa foto dan mengirimnya kepada Prily.
"Apa ini di lakukan oleh keluargaku,? pastinya tidak kan." Zahra berbicara sambil menyodorkan ponsel miliknya yang memperlihatkan foto anak mereka yang tidur di emperan toko waktu itu.
"Atau mungkin wanita itu berbohong kepadamu dan mengatakan yang tidak tidak mengenai keluargaku dan juga Donny yang menamparnya dan mengancamnya, sehingga kau menjaga jarak dengan Donny." Zahra berbicara dengan senyum piciknya.
"Dasar wanita jalang beraninya kau melakukan itu kepada anakku. Kau akan merasakan akibatnya." gumam Ricard sambil mengacak acak rambutnya.
"Baiklah Ricard, semuanya sudah jelas dan tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Aku sudah memikirkannya jauh sebelum aku kembali kesini. Kita akan berbagi waktu untuk mengurus baby Aggrita. Aku pun tidak ingin Aggrita kehilangan kasih sayang salah satu dari kita, kamu berhak atas dirinya, kita akan merawatnya bersama sama. Dan aku berharap kau akan mendapatkan wanita yang baik dan juga bisa menyayangi Aggrita dengan tulus dan bukan karna hartamu." ucap Zahra dengan lembutnya.
"Zahra bisakah aku memelukmu sekali ini saja." pinta Ricard.
Zahra terdiam sejenak dan mengiyakan permintaan Ricard. "Baiklah." jawab Zahra.
Ricard pun berjalan maju dan memeluk erat Zahra dan berkata. "Maafkan aku sambil mengecup pucuk kepala Zahra, semoga kau bahagia selalu Zahra." ucap Ricard di sela ingin melepaskan pelukan hangat itu.
"Ricard, makasih kau sudah mau menerima kenyataan ini dan semoga kau juga bahagia." balas Zahra dengan mendoakan Ricard bahagia.
Keduanya pun menyudahi pelukan terakhir itu dan berlalu menuju ruangan VVIP di mana Leon dan yang lainnya berada.
__ADS_1