
Setelah perbincangan yang panjang kedua nya pun terlelap dengan sendiri nya, mereka tertidur dalam keadaan saling berpelukan.
"Bagaimana perkembangan situasi mengenai pemberitaan Zahra." tanya Adry kepada Ervan saat hendak memasuki ruang rawat Leon.
"Semua nya sudah terkendali, di beberapa Negara pemberitaan itu sudah lenyap bagaikan hembusan angin yang hilang, namun di Perancis belum juga mereda, karena sebagian besar pemberitaan itu menjadi sangat viral dan mulai mengarah pada si kecil!" jelas Ervan dengan berat hati karena ia tahu jika Zahra maupun Leon pasti akan sedih mengetahui itu.
"Aku akan mencoba menghubungi Ricard dan menanyai perihal pemberitaan tersebut! bagaimana pun itu akan membuat kekacauan untuk perkembangan perusahan Ricard maupun Zahra saat ini." balas Adry dengan tenang.
Kedua nya pun berjalan masuk ke ruang perawatan Leon tanpa mengetuk pintu, langkah kedua nya terhenti seketika namun raut wajah mereka tampak tersenyum ketika mendapati Zahra dan Leon yang sedang tidur berpelukan.
Mereka pun hendak keluar, namun tanpa mereka sadari Zahra sejak tadi sudah mendengar pembicaraan mereka.
"Apa yang terjadi sebenar nya?" baritone itu terdengar dari arah belakang mereka, langkah kedua nya pun terhenti ketika mendengar baritone di belakang mereka.
"Dik, apa yang kamu...?" tanya Adry dengan tergagap ketika mendapati Zahra yang sudah berdiri dengan tegap nya di samping ranjang.
"Kalian tidak perlu menyembunyi kan nya lagi dari ku! jelas kan apa yang terjadi saat ini!" pekik Zahra dengan datar.
Leon pun yang sedang tidur tampak mendengar perdebatan di ruangan nya, ia pun menggosok kedua mata nya dan menatap Zahra yang sedang berdiri. "Sayang ada apa?" tanya Leon yang belum menyadari kehadiran Adry dan Ervan di ruangan itu.
"Apa yang sedang kalian coba sembunyi kan dari ku?" tanya Zahra kembali dengan tatapan keingintahuan nya.
Leon pun membalik kan tubuh nya, ia begitu terkejut melihat Adry dan Ervan dengan raut wajah yang sudah sangat pucat. Seketika Leon memejam kan mata nya dan mulai mengatur cara duduk nya. "Duduk lah, aku akan menceritakan semua nya kepada mu!" ucap Leon dengan lembut nya sembari menepuk samping ranjang nya.
__ADS_1
Zahra pun menatap ke arah Leon dengan tatapan yang tidak dapat di arti kan. "Kamu pun tahu!" seru Zahra seketika dengan raut wajah kesal nya.
"Jangan menatap ku seperti itu, kamu terlihat jelek dengan memasang wajah kesal mu!" ucap Leon dengan seutas senyum.
"Gak lucu!" ketus Zahra sebelum melanjut kan bicara nya.
"Sungguh di luar ekspetasi ku, kamu yang jelas-jelas baru bangun dari koma beberapa jam lalu sudah mengetahui segala nya! sedang kan aku, sungguh kalian membuat ku terpojok kali ini. " ucap Zahra dengan ketus nya
"Kalian selalu saja merahasia kan sesuatu dari ku! apa kalian ingin aku terlihat seperti orang bodoh! yang mengetahui segala kebenaran saat semua permasalahan selesai" pekik Zahra kembali.
Leon segera beranjak bangun dan menarik pergelangan tangan Zahra, ia pun memeluk Zahra dengan erat nya. "Redakan emosi mu dulu, setelah nya aku akan menceritakan segala nya, dan mengenai mereka, aku yang meminta mereka merahasia kan semua ini dari mu!" ucap Leon saat memeluk Zahra.
Zahra diam seribu bahasa, ia tidak lagi berbicara saat mendengar detak jantung Leon yang berdetak sangat pelan nya. Tanpa mereka sadari Zahra yang di peluk Leon sudah menitih kan butiran bening dengan deras nya. Perasaan Zahra saat ini sangat lah kacau, ia tidak tahu dengan apa yang terjadi, di tambah dengan kondisi jantung Leon yang lebih melambat dari orang normal. Zahra pun perlahan melepaskan dekapan Leon dan menatap pria di depan nya dengan tatapan yang begitu dalam.
Zahra merasa kan jemari dingin Leon, ia tidak dapat berkata kata dan kembali memeluk Leon dengan erat nya. " Kamu harus janji untuk kembali sehat demi aku!" ucap Zahra dengan lirih nya. Ervan maupun Adry seperti merasa perkataan Zahra mengisyarat kan sesuatu ketika Leon menyentuh pipi nya. Kedua nya pun saling bertukar pandang.
Leon pun menganguk, dan membalas pelukan Zahra dengan erat. "Masih mau dengar tidak!" bisik Leon di telinga Zahra.
"Kejadian di Malaka waktu itu sedang ramai di perbincang kan! dan semua itu terungkap saat penangkapan Sally Jhou, Sally membeber kan semua kejadian itu kepada seorang reporter!" jelas Leon dengan pelan nya.
"Ini tidak berhubungan dengan Sally!" bantah Zahra dengan cepat.
"Sally adalah adik perempuan Irchan dan Arwin Kwal, kamu mungkin tidak percaya namun itu lah kenyataan nya." timpal Adry saat Zahra membantah perkataan Leon.
__ADS_1
"Hahaha... sungguh dunia yang sangat sempit! jika saja ia ada saat kejadian di Malaka pasti ia pun akan ikut bersama kedua kakak nya." gelak tawa Zahra pun pecah seketika.
Ketiga pria itu menatap ke arah Zahra dengan raut wajah yang tidak dapat di arti kan. "Kamu masih ingin membunuh lagi! jangan gila kamu!" pekit Leon dengan marah saat melihat Zahra yang tertawa.
"Tidak! tapi jika Tuhan mengijin kan itu, aku pasti akan melakukan nya! siapa pun yang berani mengusik ketentraman orang-orang yang aku sayangi pasti akan merasa kan akibat nya." balas nya dengan sorot mata yang begitu tajam.
"Bagaimana perkembangan mengenai pemberitaan?" tanya Leon kepada Ervan dan Adry.
Semua nya terselesai kan dengan terkendali namun di Perancis pemberitaan itu tiada habis nya, saat ini pun bukan hanya pemberitaan mengenai kakak ipar melainkan identitas si kecil pun mulai di ragu kan, pertanyaan demi pertanyaan mulai tersebar di seluruh penjuru Prancis, mengenai Ayah biologis si kecil!" jelas Ervan dengan hati-hati saat menyebut kan Ayah biologis Aggrita yang pasti nya akan membuat Leon marah.
"Aku tidak akan membiar kan mereka hidup dengan tenang ketika mengganggu Anak ku!" pekik Zahra dengan tatapan yang begitu tajam. "Di mana ponsel ku?" tanya nya sembari mencari ponsel nya di berbagai tempat.
Adry pun berjalan mengambil kan ponsel Zahra. "Apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya nya sembari memberikan ponsel yang ada di samping nya.
Zahra tak menjawab pertanyaan Adry dan hanya mengambil ponsel nya, hampir seperkian detik dia terdiam, dan akhir nya ia pun menelpon seseorang. "Apa kalian sudah bosan untuk hidup! aku tidak ingin mendengar kan penjelasan kalian, kalian pasti tahu apa yang harus kalian lakukan! karena aku tidak ingin anak ku menjadi perhatian public apa pun yang terjadi! jika kalian berhasil memblokir semua pemberitaan itu, aku akan berinvestasi pada perusahan kalian!" ucap nya di balik telpon dengan dingin nya.
"Secepat nya kami akan segera memberi kan kabar baik untuk anda Nyonya." balas pria itu dengan cepat.
"Ingat lah jangan membuat ku kecewa!" seru nya kembali dengan dingin.
Leon, Adry dan Ervan terpaku saat mendengar perkataan Zahra yang begitu menekan kan segala perkataan nya. "Dik apa yang kau lakukan?" tanya Adry dengan cepat.
"Yang harus aku lakukan sudah ku lakukan! aku tidak ingin Aggrita masuk dalam pemberitaan karena itu bisa membuat nya terganggu." balas nya santai kepada Adry.
__ADS_1
Leon tidak dapat berkata kata lagi karena ini kali pertama nya ia melihat sosok Zahra yang begitu serius dalam menyelesai kan masalah.