
Almira yang hampir tiga jam lamanya berada di ruang operasi akhirnya keluar dan segera kembali ke ruangannya. Saat ingin mengambil ponsel tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangannya.
Toktok....
"Almira lama tak jumpa" sapa seorang pria.
"Hey, Aldo apa kabar.? lama tak jumpa." balas Almira.
Mereka pun berjabat tangan namun Almira sungguh tidak menyadari jika panggilan di ponselnya masih tersambung dengan Adri.
Mira kamu tambah cantik saja dan bagaimana hubunganmu dengan Kinanti,? tanya Aldo.
Kamu kesini hanya untuk nanyain itu, atau mau ngajak aku jalan-jalan. Almira balas bertanya.
Ok ok aku gak bakalan bahas mengenai Alfin lagi dan tujuanku kesini untuk mengajakmu jalan-jalan dan aku udah nyiapin kejutan yang spesial buat wanita tercantik sepertimu sayang.
Baiklah, aku ambil tas aku dulu.
__ADS_1
Adri yang mendengarkan kedekatan Almira dengan seorang pria begitu terbakar api cemburu.
Saat mengambil ponselnya Almira begitu terkejut melihat sebuah panggilan yang masih terhubung dengan durasi panggilan yang cukup lama. Almira pun berbicara.
Aldo bisakah kamu menungguku di tempat parkir, ada beberapa hal yang harusku selesaikan sebentar saja.
Tidak masalah selama itu permintaan tuan putri aku akan melaksanakan. Ya sudah jangan lama-lama ya. Jawab Aldo.
Melihat Aldo yang sudah keluar dari ruangannya Almira pun mencoba menetralisirkan ke gugupannya.
Hallo Adri, ada apa,? tanya Almira.
Mana mungkin kamu salah menekan nomor dengan durasi panggilan selama tiga jam lebih, jika tidak ada yang ingin kamu katakan ya sudah aku sedang sibuk.
Almira pun memutuskan sambungan telpon. Kenapa juga menelponku jika tidak ingin bicara, lama-lama aku bisa gila menghadapi tingkahnya yang begitu mengesalkan. Awas saja kamu menelponku lagi gak bakalan gue angkat monolog Almira.
Adri tampak kesal saat Almira memutuskan sambungan telpon. Sial.! bisa-bisa ia bohong kepadaku dengan alasan sibuk gak tahunya lagi mesra-mesraan bersama pria lain.
__ADS_1
Almira dan Aldo kini sudah berada tepat di sebuah restoran bernuansa Eropa namun hal mengejutkan terjadi saat Almira melihat sosok wanita yang menyebabkan cinta pertamanya meninggal. Apa ini Aldo,? dan mengapa wanita ini ada di sini, jangan bilang kau membantunya untuk bertemu denganku. Almira berbicara dengan kemarahannya.
Almira, bukan aku yang menyebabkan Alfin meninggal, saat itu aku sungguh tidak tau mengenai. Kinanti yang menjelaskan.
Stop, aku tidak ingin mendengarkan penjelasanmu dan kamu juga Aldo jangan lagi seperti ini, jika kamu masih ingin bersahabat denganku berhentilah mencoba mempertemukan kami lagi. Almira berkata dengan tegasnya.
Almira aku mohon dengarkan penjelasanku, aku sungguh ingin menghilangkan kesalah pahaman antara kita yang sudah bertahun-tahun lamanya. Kinanti kembali berbicara.
Apa lagi yang harus kita bicarakan, semuanya sudah cukup jelas dan kau yang membunuhnya. Almira yang berbicara dengan air mata.
Almira pun berjalan menuju pintu keluar namun langkahnya terhenti saat mendengarkan perkataan Kinanti.
Terserah kamu mau percaya atau tidak tapi kebenarannya Alfin meninggal karna ia mengidap kanker darah dan saat itu Alfian memintaku untuk menemaninya membelikan hadiah ulang tahun untukmu.
Apa maksudmu Kinanti,? tanya Almira.
Sebenarnya saat aku dan Aldo magang di Rs.Calabria kami berpapasan dengan Alfin dan juga orang tuanya dan saat itu pun Alfian menceritakan mengenai penyakirnya kepada kami namun ia meminta kami untuk tidak mengatakan kepadamu mengenai penyakitnya. Dan saat ulang tahun kamu Alfin menelponku untuk menemaninya membelikan hadiah untuk kamu tapi hal yang tak terduga terjadi di saat kami membayar tagihan di kasir. Dan saat itulah Alfin menghembuskan nafas terakhirnya saat bersamaku.
__ADS_1
Melihat Almira yang begitu terpukul Kinanti pun segera mendekat dan memeluk erat sahabat yang sangat di sayanginya. Maafkan kami yang tidak pernah jujur mengenai penyakit Alfin kepadamu.