Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
42. Ricard Cemburu


__ADS_3

Setelah kedua nya bergabung bersama beberapa orang, Ricard pun memperkenal kan Zahra kepada para clien nya. setelah bertegur sapa Ricard pun memilih untuk cepat berjalan ke arah lokasi, namun ia di tahan oleh seseorang.


"Maaf Tuan Alziro, bisa kah kita menunggu sebentar lagi!" ucap pria bertubuh gemuk tersebut dengan pelan nya.


"Baiklah!" jawab Ricard dengan datar karena ini adalah kali pertama nya ia menunggu seseorang.


Tidak begitu lama, mobil Porsche berhenti tepat di depan mereka. Zahra tampak tidak menyadari kedatangan seseorang dan terus menerus sibuk dengan ponsel nya. Seorang pria dengan postur tinggi, rambut yang di tata begitu rapi dengan setelan jas yang begitu rapi seketika turun dari mobil. Pria itu terlihat begitu sempurna bahkan membuat seorang Ricard tercengang. Pria itu berjalan menghampiri Ricard dan beberapa orang yang sedang berdiri menunggu kedatangan nya.


"Maafkan saya, Tuan Alziro, karena telah membuat anda menunggu." ucap pria itu dengan lembut nya.


"Anda terlalu sungkan, Mr.Don" balas Ricard sembari tersenyum.


Setelah nya mereka pun berjabat tangan. Zahra yang sedari tadi sibuk memainkan ponsel tampak membeku ketika mendengar suara seseorang yang sangat di kenali nya, namun saat Ricard memanggil nya, Zahra tampak tidak sadar dan terus terdiam. Ricard pun membalik kan badan nya melihat sosok di belakang nya, namun seketika raut wajah Ricard tampak panik ketika mendapati Zahra yang sudah sangat pucat dan berkeringat dingin.


"Ada apa? mengapa wajah mu sangat pucat?" tanya Ricard sembari menggenggam tangan Zahra.


Melihat Zahra yang tak kunjung menjawab nya, Ricard pun memegang pipi Zahra dan bertanya dengan lembut nya. "Kamu sakit? jika kamu tidak enak badan, aku akan mengantar mu kembali sekarang!" ucap Ricard dengan khawatir.


Donny kali ini tampak terkejut ketika mendapati sosok yang di cari nya beberapa tahun ini, ada di depan nya dan terlihat begitu dekat dengan clien nya. Tanpa berpikir panjang ia pun maju selangkah dan menarik sosok tersebut ke dalam pelukan nya.


"Sayang, maaf kan aku! aku mencari mu beberapa tahun ini, namun tidak pernah menemukan mu! aku sangat merindukan mu!" ucap Donny dengan mengerat kan dekapan nya.


Zahra tampak terdiam dan tidak membalas pelukan Donny namun ia juga tidak menolak pelukan tersebut karena ia pun merasa kan kerinduan yang teramat dalam ketika bertemu dengan pria yang di cintai nya.


Ricard tampak syok ketika melihat clien nya memeluk Zahra dengan erat nya, ia pun bingung dengan situasi yang terjadi saat ini. Namun dengan cepat nya ia mencerna segala yang terjadi saat ini. Pandangan nya kali ini menjadi sangat muram.


Menyadari perubahan di raut wajah Ricard, Zahra pun segera menjauhkan tubuh nya dari Donny.


"Maaf Mr.Don, saat ini bukan lah waktu yang tepat untuk melakukan itu." pekik Ricard dengan sinis nya.

__ADS_1


Mendengar perkataan Ricard, Zahra pun mundur selangkah dari hadapan Donny dan kembali berdiri di belakang Ricard. Ia tampak menunduk ketika mendapati tatapan tajam dari Ricard.


"Apa kita bisa meninjau lokasi sekarang!" ucap Ricard kembali dengan dingin nya.


"Maafkan saya, mari!" balas Donny dan segera memimpin rombongan menuju lokasi peninjauan.


Zahra pun berjalan di belakang Ricard. "Aku akan menjelas kan nanti kepada mu! tapi aku mohon kamu jangan marah lagi kepada ku dan jangan menatap ku seperti itu!" bisik Zahra di telinga Ricard.


Mendengar itu Ricard pun menghentikan langkah nya dan menatap Zahra yang berjalan di belakang nya tanpa berkata apa pun selain menatap nya dengan lamat-lamat setelah nya ia pun kembali berjalan mengikuti rombongan.


Hampir tiga jam lama nya, mereka menyusuri lokasi pembangunan di bawah terik matahari. Zahra tampak kecapean, ia pun memilih duduk di salah satu material yang tersussun. Melihat itu Ricard pun berjalan menghampiri nya dan memberikan sebotol air, tanpa mengatakan sepatah kata pun dan berlalu pergi meninggalkan Zahra. Namun Zahra yang tahu jika saat ini Ricard sedang marah kepada nya atas kejadian beberapa saat lalu. Ia tak ambil pusing karena ia berpikir jika setelah kembali ke hotel ia akan menjelaskan semua nya kepada Ricard.


Zahra tersenyum ketika melihat tingkah Ricard yang cuek kepada nya sejak kejadian tadi, seketika pandangan nya teralihkan pada sosok Ricard yang sedang berdiskusi dengan beberapa clien dari jarak yang tidak terlalu jauh.


"Aku rasa, aku mulai jatuh cinta dengan pria emosional itu!" gumam nya dalam hati seraya tersenyum melihat ke arah Ricard. Tanpa ia sadari entah sejak kapan Donny sudah berada tepat di belakang nya.


"Don! bukan nya kamu sedang berdiskusi dengan mereka!" tanya Zahra dengan cepat dan segera memalingkan wajah nya.


"Ra, ada beberapa hal yang ingin aku bicara kan dengan mu! jika kamu tidak keberatan ikut lah bersama ku saat makan siang sebentar lagi." ucap Donny dengan lembut nya.


"Baiklah Don! aku pun, punya beberapa pertanyaan yang ingin aku tanya kan kepada mu." balas Zahra.


Ricard yang awal nya sangat serius saat berdiskusi tiba-tiba ia tidak fokus lagi ketika melihat Zahra yang telah berlalu pergi bersama clien nya menggunakan mobil.


"Ini sudah waktu makan siang! diskusi akan kita lanjut kan setelah jam makan siang berakhir." ucap Ricard cepat karena ia ingin mengikuti Zahra.


Mobil Donny pun berhenti di sebuah cafe yang terletak di pinggir jalan utama Kota Thoulose, cafe yang bernuansa klasik dengan beberapa lukisan abstrak. Kedua nya pun turun dari mobil dan berjalan masuk ke cafe tersebut.


Donny pun menarik kursih untuk Zahra setelah nya ia duduk di seberang Zahra. Ia pun memesan beberapa hidangan untuk makan siang mereka.

__ADS_1


"Ra, mengapa saat itu kamu meninggal kan aku dan kembali ke Indo tanpa mengabari ku sebelum nya." tanya Donny dengan lembut nya.


Zahra tampak terdiam dan mulai meremas ujung pakaian nya sebelum ia berbicara, ia pun mengumpul segala keberanian nya. "Don maaf, tapi saat itu ada hal mendesak, jadi aku kembali ke Indo tanpa memberitahukan nya kepada mu, aku mencoba mencari cari keberadaan mu sejak beberapa bulan kita berpisah namun tidak seorang pun yang tahu kemana pergi nya kamu." jelas Zahra


"Kamu seharus nya tahu, jika hari di mana kamu meninggal kan ku adalah hari 5 tahun kita pacaran. Segala nya telah aku persiap kan untuk mu malam itu, dan kamu tahu, aku menunggu mu hingga pukul tiga subuh. Sebelum akhir nya aku beranjak kembali." ucap Donny dengan sedih mengingat diri nya beberapa tahun lalu seperti orang yang kehilangan arah saat Zahra tidak menemui malam itu.


"Ra, bisa kah kita memulai nya kembali?" tanya Donny dengan lembut nya.


"Don, beri aku waktu! aku sangat bahagia bisa bertemu dengan mu namun pertemuan ini menurut ku terlalu cepat. Aku tidak ingin menyalahkan waktu, namun setelah perpisahan ku dengan mu beberapa tahun lalu aku selalu merasa bimbang. Tolong beri aku waktu lebih lama lagi untuk memikir kan semua ini.!" jelas Zahra karena di sisi lain fikiran nya teralihkan oleh sosok Ricard, bayangan Ricard selalu menyelimuti pikiran nya.


"Baiklah, aku akan menunggu kabar bahagia itu." balas Donny dengan bahagia.


Di luar cafe tanpa mereka sadari, sebuah mobil ferari telah terparkir dengan baik dan di dalam nya ada sosok yang sudah terbakar api kecemburuan, wajah nya mulai terlihat merah padam karena menahan kemarahan nya.


"Shitt! maaf kan aku Zahra, aku tidak akan membiarkan mu di rebut pria lain! kau hanya milik ku!" pekik nya dengan kemarahan.


Setelah menyelesaikan makan siang, tampak Donny berdiri dan berjalan ke arah Zahra. "Ra, boleh kah aku memeluk mu! aku begitu rindu dengan mu." ucap Donny dengan pelan nya.


Zahra pun tidak menolak karena yang ia pikir kan saat ini, mungkin ia akan memberani kan diri untuk memeluk Donny karena ia pun ingin mengetahui apakah ia masih akan merasa nyaman saat di peluk Donny atau kah sebalik nya.


Donny pun mengeratkan pelukannya, karna bertahun-tahun lama nya ia merindukan nya. "Ra, aku bersyukur Tuhan masih memberiku kesempatan untuk bertemu dengan mu, tahun-tahun di mana kamu meninggalkan ku, terasa seperti cambukan untuk ku." pekik Donny dengan sedih.


Melihat adegan romantis itu, Ricard pun melajukan mobilnya kembali ke lokasi. Begitu pun dengan Zahra maupun Donny setelah selesai makan siang mereka pun kembali ke lokasi yang sama namun sesampai nya di sana Zahra tidak dapat menemukan Ricard.


"Nyonya, sedang mencari siapa?" tanya Nancy asisten nya.


"Tuan Ricard di mana? kita masih ada satu pembahasan lagi!" jelas Zahra.


"Ooh, Tuan Ricard sudah kembali ke penginapan." balas Nancy. Zahra tampak tidak percaya mendengar Ricard meninggalkan diri nya di sana. "Oh Lord...dia pasti mencari ku, dia pasti salah paham dengan kepergian ku." gumam Zahra dengan pelan nya.

__ADS_1


__ADS_2