
Zahra dan Leon yang sudah berada di Prancis, kedua nya pun berpisah karena kedua nya memiliki urusan masing-masing dan sudah membuat keputusan jika siapa yang selesai dengan urusan terlebih dahulu ialah yang menghampiri duluan.
Zahra yang sedang sibuk bersama Nora Arganta di club miliknya di kejutkan dengan telpon dari salah seorang Leader di toko pakaiannya.
"Nyonya maafkan saya telah mengganggu waktu Nyonya, tapi salah seorang pengunjung toko membuat kami kewalahan dengan tingkahnya yang tidak baik dan suka memerintah seenaknya selama beberapa jam ini. Bisakah anda datang ke sini,?" terang Andin sang mananger toko.
Zahra yang sejak awal bergelut dengan bisnis-bisnis besar tidak pernah mendapat pengeluhan dari stafnya namun kali ini ia di minta turun tangan karna ulah seseorang. "Baiklah, aku akan tiba sekitar 15 menit lagi." jawab Zahra mengindah kan permintaan Mananger toko.
Sampai di depan pusat perbelanjaan Zahra di sambut dengan antusias oleh para pegawai dan juga staf pengelola pusat perbelanjaan tersebut. Zahra pun berjalan menuju toko pakaian. Di sisi lain ia melihat sosok wanita mengenakan sebuah dress berwarna merah dengan kulit putih dan rambut pirang berwarna merah yang sedang membelakanginya.
Zahra datang dari arah utara sedangkan wanita tersebut sedang asiknya memerintah pegawai dan menyuruh mereka seenak hati. Zahra yakin jika wanita itulah yang membuat ke gaduhan di tokonya. Zahra pun berjalan dengan anggunnya menuju wanita tersebut.
Wanita itu pun berbalik, dan alangkah terkejutnya melihat Zahra di toko tersebut. " Ah kamu, kenapa kamu di sini," tanya Sally Jhou.
Merasa tidak ada yang bisa melawannya dan juga Zahra yang tidak di dampingi siapapun membuat Sally Jhou tertawa dengan puasnya karena ia sudah merencanakan sesuatu.
"Apa yang kamu inginkan,?" tanya Zahra dengan tegasnya.
"Aku kesini untuk mencari sebuah gaun yang cukup mahal, karena aku tidak ingin memakai pakaian yang sama dengan beberapa orang dan mungkin kamu bisa rekomendasikan sendiri untukku." jawab Sally Jhou.
Zahra pun tersenyum dan memberikan tasnya kepada Andin lalu mengajak Sally Jhou ke sebuah room yang memang menyimpan gaun-gaun yang memiliki harga fantastik. "Ini adalah salah satu gaun yang sangat langkah dengan motif yang baru dan sulit di dapatkan dengan brand ternama."
__ADS_1
Zahra pun memanggil Andin untuk mengeluarkan gaun tersebut dan mengantar Sally Jhou untuk mencoba gaun tersebut.
"Dee, kamu ambilkan gaun berwarna biru langit itu dan antarkan Nyonya ini ke kamar ganti untuk mencoba gaun itu." ucap zahra.
"Baik bu!"
Sally melipat kedua tangannya di dada lalu tersenyum sinis ke arah Zahra. " Wow, kamu sungguh wanita modis Zahra." ucap Sally.
Zahra tak menjawab perkataan Sally. Begitu Andin keluar dengan membawakan gaun berwarna biru tersebut dan langsung mengantarkan Sally ke kamar pass.
" Zahra, apa ini cocok untukku pakai saat acara pertunanganku dengan Ricard?" tanya Sally dengan percaya diri.
Sungguh wanita yang tidak tahu malu, bisa-bisa nya ia berpikiran untuk memprofokasi aku! hahaha. membatin Zahra seraya tersenyum ke arah Sally.
" Kamu serius,? " tanya Sally dengan percaya diri.
" Tentu saja, anda memiliki tubuh yang begitu ramping dan juga sangat seksi dan mungkin saat anda mengenakan gaun berwarna biru langit ini, anda akan mengeluarkan aura kecantikan yang akan membuat semua wanita merasa iri denganmu karna mengenakan gaun termahal dan di rancang khusus oleh brand ternama." Zahra seperti seorang yang sedang meledek Sally sekarang.
Sedangkan wanita itu terlihat sedang kegirangan dengan pipi yang memerah karna mendengar pujian dari Zahra. " Apa yang kamu katakan ada benarnya juga Zahra, aku harus terlihat cantik dengan profesiku sebagai seorang public figur saat acara pertunanganku dengan Ricard nanti.
Zahra tersenyum menghadapi wanita yang sedari tadi membuatnya emosi karna kelakuannya yang begitu mengesalkan.
__ADS_1
" Oh iya, kemarin aku bermain bersama Aggrita seharian dan kamu tau tidak akhirnya ia memanggilku dengan sebutan Mommy." Sally mencoba memprofokasi Zahra dengan mengatakan kebohongan yang di buatnya karna ia tahu betul Zahra benci jika Ricard mengajak Aggrita bertemu dengannya.
Zahra mencoba menahan kemarahannya dan tersenyum menghadapi wanita ular seperti Sally Jhou. " Aggrita itu cucu kesayangan di keluarga Alziro. Jadi jangan coba-coba mengusiknya atau membuatnya menangis, karna itu tidak baik untukmu jika membuat ia sedih."
Sally terkekeh dan mengajak Zahra ke kasir untuk membayar gaun yang ia coba tadi. Sally pun menyerahkan kartu kredit tersebut kepada Zahra.
"Zahra, jadi gimana pendapatmu mengenai Aggrita yang sebentar lagi akan tinggal bersama kami? Kamu pasti tau betul jika pemberitaan itu sangat menyakitkan ketika di dengar." Sally kembali memprofokasi Zahra.
Lagi-lagi Zahra tersenyum " Aku tidak peduli dengan guncingan orang terhadapku. Tapi yang harus kau ingat, jangan pernah mencoba merusak mental anakku ataupun membuatnya sedih karna aku Zahra, tidak akan pernah melepaskan siapun yang mencoba menyakiti anakku. Dan masalah kamu ingin menikahi Ricard itu tidak berpengaruh untukku karna bagiku kau hanyalah sebuah cadangan untuk Ricard saat aku meninggalkannya." Zahra menyindir Sally namun perkataannya yang selalu ditekan membuat orang yang mendengarnya pasti merasa takut.
Raut wajah Sally terlihat begitu kesal dengan jawaban Zahra yang menyinggung hatinya. "Kamu wanita iblis Zahra." teriak Sally dan membuat mereka menjadi pusat perhatian.
Zahra tertawa geli mendengar teriakan Sally. "Iblis? Kamu sedang tidak bercandakan? Aku harap kau tidak lupa untuk bercemin sebelum mengataiku iblis, Sally! Aku tidak peduli dengan apa yang terjadi antara kau dan Ricard tapi aku katakan sekali lagi jangan pernah muncul di hadapan anakku ataupun membuat mentalnya terguncang. Jika kau berani melakukannya kau akan mati mengenaskan di tanganku." ancam Zahra kepada Sally yang terlihat segaja memancing emosinya.
Zahra pun berniat untuk pergi menemui Leon namun Sally menariknya agar tetap berada di depannya. "Kamu mau menghindar dariku? kamu tidak malu sama kelakuanmu yang menipu banyak orang dengan memalsukan kematianmu, Zahra?" teriak Sally yang memang segaja memancing emosi Zahra.
Zahra menatap Sally dengan tatapan seperti ingin membunuh. " Kamu pikir aku takut denganmu, Sally? Aku bisa menghabisimu di sini dengan tanganku sendiri," Zahra berkata dengan satu tangan yang sedang mencekik leher Sally.
Para karyawan yang melihat bosnya yang sedang mencekik leher wanita itu pun maju dan mencoba melerai. Namun Zahra dengan kemarahannya membuat para karyawannya mundur.
Leon yang sedang berjalan menuju toko pun di kejutkan dengan kerumunan orang di depan toko Zahra, ia pun segera berlari menuju toko tersebut namun ia tampak tak percaya melihat Zahra yang bersikap seperti ingin membunuh seseorang. Leon pun segera menghampiri Zahra.
__ADS_1
" Sayang lepaskan, kau tidak seharusnya mengotori tanganmu hanya karna wanita iblis ini.!" Leon berucap dengan lembutnya.
Zahra yang mendengarkan suara Leon pun akhirnya melepaskan cekraman mematikan tersebut.