Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
67. Kembali setelah 5 tahun


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 03:00 dini hari, Leon yang memiliki kebiasaan bangun pagi, mulai bersiap-siap dan membangunkan Zahra.


Sayang ayo bangun kamu bakalan telat ke Airport, penerbanganmu pukul 04:00 loh. ucap Leon dengan lembutnya.


Zahra mengucek ngucek ke 2 matanya dan beranjak dari ranjang menuju kamar mandi. Leon pun segera mengisi beberapa setelan pakaian untuk ia pakai saat di Indonesia nanti.


Almira memilih penerbangan pukul 09:00 pagi karna pukul 06:00 Almira harus mengoperasi salah satu pasien jadi mau tidak mau Leon pada pagi hari hanya sendirian di hotel yang telah di booking olehnya dan sang adik.


Zahra yang sudah selesai mandi akhirnya keluar namun ia melonggo ketika mendapati Leon yang sedang berkemas. Apa dia juga akan berangkat ke Malaka pagi ini? begitu kesal dengan Leon yang juga berkemas namun tidak akan pergi bersamanya, Zahra pun tidak menengur atau menyapa Leon.


Sayang nanti kamu di antarin sama Pak Noldy ya, aku ada yang harus di kerjakan sebentar di kantor.


Zahra tak menghiraukan perkataan Leon. Setelah selesai berdandan Zahra segera menarik kopernya dan hendak keluar dari kamar namun dengan cepatnya Leon menariknya dalam pelukannya.


Sayang jangan diamin aku kayak gini dong. Aku gak bisa kalau gak pergi ke Malaka, karna ini proyek yang cukup besar dan sangat penting bagiku. Ucap Leon.


Ini sudah hampir jam keberangkatanku, aku harus pergi sekarang seraya melepaskan pelukan erat Leon ditubuhnya. Zahra menjelaskan tanpa menatap Leon.


Baiklah kamu hati-hati ya. Ayo kita turun sekarang. Leonpun mengambil alih koper Zahra dan turun ke bawah dan Zahra mengekor di belakangnya.


Ervan sudah menunggu Leon di bawah begitu pun dengan Pak Noldy sopir keluarga Leon.


Dirut kita harus pergi sekarang ada beberapa hal yang harus di selesaikan sebelum jam keberangkatan kita.


Setelah barang-barang mereka sudah masuk di bagasi mobil masing-masing Leon pun mengecup bibir Zahra dan berkata. "Maafkan aku sayang, tapi aku harus pergi sekarang dan aku tidak bisa mengantarmu."


Zahra pun segera masuk ke mobil tanpa melihat ke arah Leon. "Pak ayo jalan, kita hampir telat."


Baik Nyonya besar. Jawab Pak Noldy.


Leon segera masuk ke mobil dan segera berangkat menuju Airport mendahului Zahra karna ia tidak ingin Zahra mengetahui keberangkatannya ke Indonesia karna ia ingin membuat sebuah kejutan untuk sang kekasih namun Leon tahu betul jika Zahra sangat kecewa terhadapnya.

__ADS_1


Dirut kenapa anda tidak pergi bersama dengan Nyonya besar, sepertinya Nyonya sangat marah kepada anda. Tanya Ervan asisten sekaligus sahabat Leon.


Aku ingin membuat sebuah kejutan untuknya karna malam nanti aku akan melamarnya di depan keluarga besarnya. Jawab Leon sambil melayangkan senyum yang begitu indah.


Hampir 15 menit perjalanan akhirnya Leon dan Ervan tiba di Airport. Setelahnya Leon segera masuk karna ia tidak ingin Zahra melihatnya.


Tidak berselang lama terlihat sosok Zahra yang sudah berada di Airport, segera mungkin Zahra masuk karna ia tidak ingin ketinggalan pesawat.


Leon mengambil klas khusus di pesawat untuk dirinya maupun Zahra. Namun Leon mengambil tempat duduk paling depan sedangkan Zahra duduk 3 kursi di belakang dari tempat duduk Leon.


Setelah pesawat lepas landas Leon tampak khawatir dengan Zahra karna setiap melakukan perjalanan Zahra selalu tidur dan Leon dengan senangnya memberikan pundaknya kepada Zahra namun kali ini dirinya tidak duduk berseblahan.


Kali ini bukan hanya mereka berdua yang melakukan perjalanan namun sosok Ricard pun ada di pesawat yang sama dengan mereka dan siapa sangka jika Ricard pun memilih first class sama seperti mereka.


Pandangan Leon menjadi buram ketika mendapati sosok Ricard yang duduk di samping Zahra. Leon tampak kesal melihat Ricard yang duduk berseblahan dengan Zahra dan bukan dirinnya.


Ricard tidak menyadari jika ia sedang duduk berseblahan dengan Zahra. Karna Zahra yang sudah tidur dan memakai penutup mata sehingga ia tidak bisa mengenali sosok di sampingnya.


Zahra pun membuka penutup matanya. Ia tampak terkejut melihat Ricard duduk di sampingnya, dengan cepatnya Zahra mengenakan masker dan juga kacamata hitam agar Ricard tidak mengenalinya.


Leon pun sudah bersiap jika Zahra hendak beranjak dan turun dari pesawat ia akan membuntuti Zahra.


Sally Jhou yang duduk tidak jauh dari Ricard. Sally pun beranjak dan berjalan menuju Ricard, keduanya pun berjalan keluar pesawat.


Setelahnya Zahra beranjak dan di ikuti Leon dari belakang.


Leon sudah di tunggu oleh orang suruhannya, dan mobilnya di parkir tepat di belakang mobil Prily dan juga Donny yang akan menjemput Zahra.


Zahra dengan anggunnya berjalan keluar dan ia sungguh menarik perhatian orang-orang karna lekuk tubuhnya sangat indah dengan setelan blazer yang ia kenakan.


Prily sungguh tidak percaya melihat perubahan diri Zahra. Prily dan Donny pun berjalan menuju Zahra. Zahra begitu merindukan sosok Prily.

__ADS_1


"Kakak" teriak Prily dan keduanya pun saling berpelukan dengan eratnya. "Kakak bagaimana kabarmu dan kenapa Kakak sendirian? dimana Kakak ipar.?" tanya Prily.


Kakak baik-baik saja, seketika wajah Zahra berubah kesal mengingat Leon yang lebih mentingin pekerjaan di banding dirinya. "Leon sedang melakukan perjalanan bisnis ke Malaka." jawab Zahra.


Kini pandangan Zahra fokus pada sosok yang pernah di cintainya yaitu Donny Balldy.


Donny, lama tak bertemu. Ucap Zahra.


Donny pun melangkah maju dan memeluk Zahra dengan eratnya. Lama tak berjumpa Zahra dan kau sungguh terlihat lebih dewasa sekarang. Tapi kamu kok sendirian saja di mana kekasihmu yang di ceritakan Prily sambil melepaskan pelukan mereka.


Selamat ya Donny akhirnya kau menemukan sosok wanita yang baik dan juga penyayang seperti Prily.


Donny pun memperlihatkan kemesraanya dan juga Prily di depan Zahra. Namun tiba-tiba Ricard beserta Sally Jhou sudah berada tepat di belakang Zahra.


Zahra tampak tidak terkejut namun tidak dengan Donny maupun Prily keduanya mematung ketika mendapati Ricard dan juga Sally di belakang Zahra.


Donny yang tidak ingin Ricard melihat Zahra akhirnya maju dan memberikan kode kepada Prily untuk membawa Zahra pergi namun Zahra tidak ingin menutupi semuanya lagi ia pun menahan pergelangan Donny dan berkata.


Donny ayo kita pergi, sebentar lagi acara Aggrita akan di mulai Ayah maupun Bunda pasti mencari kamu dan juga Prily. Karna sungguh Zahra ingin Ricard mendengar suaranya.


Seketika itu pun Ricard mematung dan mencoba mencerna perkataan seseorang barusan dan juga suara yang sangat familiar.


"Sedang apa kalian disini" tanya Sally Jhou, belum sempat Prily maupun Donny menjelaskan Zahra berbalik dan berkata "menjemputku."


Ricard sungguh terbelalak. Ricard yang dengan spontannya menarik pergelangan tangan Zahra dan hendak bertanya namun segera mungkin Zahra menepis tangan Ricard dan berkata.


"Maaf aku tidak memiliki urusan dengan kalian."


Leon yang dari kejauhan melihat sikap Ricard mulai murka namun setelah melihat sikap Zahra yang enggan menanggapi Ricard Leonpun mengurungkan niatnya mendekati Zahra.


Zahra, Prily maupun Donny pergi meninggalkan Ricard dengan seribu pertanyaan dan mematung seperti orang yang di sambar petir di malam hari.

__ADS_1


__ADS_2