Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
153. Penuh Kejutan.


__ADS_3

Setelah merasa cukup dengan tampilan nya, Zahra pun menghampiri Leon yang sedang membaca buju di ranjang. "Dad beneran gak mau ikut? gak takut jika Reimont mengatakan cinta kepada Bunda! bagaimana pun pernikahan kita tidak di ketahui siapapun." ucap Zahra dengan memanas manasi Leon kembali.


Mendengar itu Leon pun segera bangkit dari tidur nya. "Tunggu di sini jangan kemana mana." ucap Leon datar dan berlalu menuju walk in closet.


"Dad, kenakan jas yang udah Bunda siapin ya, biar kita terlihat suami istri yang serasi." teriak Zahra sambil menahan tawa nya.


"Udah tahu!" jawab Leon ketus.


Setelah selesai Leon pun keluar dari walk in closet, Zahra terpana melihat ketampanan sang suami yang mengenakan kemeja putih beserta jas bermarna nafi di padukan dengan dasi berwarna navi juga.


"Dad, kau tampan sekali." goda Zahra kepada sang suami.


"Baru sadar jika suami tampan gini!" itu bukan pertanyaan melainkan pernyataan.


Zahra pun mengecup bibir Leon. " Ayo, kita akan telat jika terus menerus berdebat." seru Zahra dan berjalan melewati sang suami.


Hampir seperkian jam akhir nya mereka tiba di Sangrila hotel, hotel tersebut adalah hotel milik Leon. "Kok Ervan gak bilang jika ada yang menyewa hotel malam ini!" ucap Leon yang tidak mendapat kan pemberitahuan mengenai pesta yang di adakan di hotel milik nya.


"Mana Bunda tau, tanya aja ke Ervan sebentar nanti." balas Zahra dan segera turun dari mobil di ikuti Leon dari samping yang juga ikut turun.


Mereka pun di sambut dengan sopan oleh pegawai hotel. "Selamat datang President dan selamat datang juga Nyonya." sapa seorang mananger yang sudah menunggu kedatangan sang pemilik hotel.


"Selamat malam, terima kasih." balas kedua nya sembari tersenyum ke arah sang mananger hotel.


Kedua nya pun berjalan menuju aula pesta yang di adakan, setiba nya di sana, lampu pun padam secara tiba-tiba. Zahra pun di tarik oleh Reza dan Alfian karena mereka tahu jika Zahra takut akan kegelapan.

__ADS_1


"Tenang lah, di sini ada kakak! kamu yang akan mendorong kue ulang tahun nya. Setelah itu lampu nya akan di nyalakan lagi." jelas Reza yang tahu jika sang adik sudah berkeringat dingin karena takut akan gelap.


"Baiklah kakak!" balas Zahra.


"Bund, kamu di mana? jangan takut ya." ucap Leon khawatir dengan ketakutan sang istri saat gelap.


"Selamat ulang tahun.. Selamat ulang tahun Daddy." nyanyi Zahra saat mendorong kue ulang tahun untik sang suami. Leon tidak dapat berkata apapun, ia tidak menyangka jika sang istri menyiap kan kejutan untuk nya.


Seketika lampu pun di nyala kan, tampak banyak undangan sudah berdiri pada tempat masing-masing, terlebih seluruh keluarga pun ikut hadir dalam perayaan itu.


"Selamat ulang tahun, lelaki ku!" ucap Zahra sembari memeluk sang suami dengan erat nya.


"Sayang, makasih atas segala nya. Kau begitu menyempurnah kan hidup ku. Aku bersyukur memiliki kamu dalam kehidupan ku. I Love you." balas Leon dengan bahagia dan mencium bibir sang istri tercinta.


Semua pun memberi selamat kepada Leon tak terkecuali. "Ada hal yang ingin aku sampai kan pada malam ini, namun sebelum itu, saya ucap kan banyak terima kasih kepada kerabat mau pun rekan bisnis yang mau meluang kan waktu pada malam bahagia ini. Mungkin kalian bingung saat panggilan Daddy dan Bunda terucap dari mulut kami berdua, saya mohon maaf tidak mengundang kalian dalam pesta pernikahan kami empat bulan yang lalu. Wanita ini adalah Istri ku. Zahra Khumairah Alexander, kalian pasti sudah mengenal nya bukan." satu persatu kata itu pun di ucap kan oleh Leon dengan bahagia.


Semua para tamu undangan pun ikut merasa kan kebahagian dari kedua insan yang berada di atas panggung.


"Banyak selamat Tuan Leon, kami ikut berbahagia dengan pernikahan kalian." teriak beberapa rekan bisnis nya.


"Terima kasih." balas kedua nya masih dengan senyum yang mengembang.


Kedua nya pun turun dari panggung, Leon menghampiri para rekan bisnis nya sedang kan Zahra berjalan menuju belakang layar.


"Tolong putar kan ini untuk saya." ucap Zahra sembari menyodor kan sebuah memori kecil kepada seseorang di balik layar.

__ADS_1


"Baik Nyonya." balas pria tersebut dan mengambil memori tersebut.


Tampak layar di depan mereka menyala, dan seluruh memori kebersamaan Zahra dan Leon pun terekam jelas di layar tersebut dari awal pertemuan mereka, hingga mereka di persatu kan lagi dalam hubungan pernikahan.


Semua pun melihat rekaman tersebut dengan seksama, hingga pada detik terkhir pun Zahra tampak duduk di ranjang menghadap camera.


"Hay, mungkin aku wanita yang sangat beruntung, aku bisa memiliki keluarga yang sangat menyayangi ku, aku belajar dari sebuah kecelakaan, aku mencoba bertahan demi malaikat kecil ku, dengan kehadiran nya aku mengerti jika hidup ini akan mudah jika kita menjalani nya dengan sabar. Dan kali ini aku bahagia bisa memiliki suami terhebat seperti pria yang sedang berdiri di depan layar ini. Untuk mu aku persembah kan." itu lah isi rekaman yang di putar oleh Zahra namun seketika layar itu pun mati dan telah berdiri sosok Zahra di atas panggung.


Semua merasa bingung, namun masih tenang mengikuti kemana Zahra akan membawa pikiran meraka.


"Di sini, aku ingin memberikan hadiah terindah untuk suami ku." ucap Zahra sembari meminta Leon untuk ikut bergabung bersama nya di atas panggung.


Zahra pun menyodor kan kotak kecil tersebut kepada Leon. Leon pun menerima nya dengan senang hati.


"Buka.. buka." teriak semua orang, yang ikut penasaran dengan hadiah yang di berikan Zahra kepada sang suami.


Leon pun membuka nya, seketika butiran bening itu pun jatuh tatkalah saat ia melihat sebuah foto USG di dalam nya. Semua bingung saat melihat Leon menitih kan air mata. Namun sebuah nya buyar ketika Leon memeluk Zahra dengan erat nya.


"Terima kasih, ini adalah kado terindah yang pernah Tuhan berikan kepada ku. Terima kasih sudah mau mengandung anak ku, terima kasih sudah mau menunggu ku selama ini, I Love you sayang." ucapan syukur pun terua Leon panjat kan.


Seluruh keluarga pun penasaran dengan kafo yang di berikan Zahra kepada Leon, dengan kepo nya Alfian menarik lembaran foto itu dari tangan Leon.


"Zahra kita hamil, aku akan memiliki keponakan lagi." teriak Alfian bahagia ketika melihat foto USG sang Adik.


Ayah Laks pun memeluk Zahra dan Leon. "Ini pertanda baik, bahwa keluarga kalian akan lebih lengkap lagi dengan kehadiran cabang bayi. Selamat ya sayang, doa Ayah akan selalu bersama kalian." ucap sang Ayah dengan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2