Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
52. Perayaan ulang tahun Aggrita


__ADS_3

Sejak hari itu, Ricard setiap akhir bulannya sering mengunjungi sang buah hati. Hingga saat perayaan hari lahirnya sang anak, Ricard bersama Papah Fikry dan Mamah Lindah tiba di Indonesia 3 hari sebelum ulang tahun Aggrita.


Kini di kediaman Chandra sedang sibuk mempersiapkan pesta ulang tahun ke 1 Aggrita. Aggrita tumbuh menjadi anak yang menggemaskan dan sangat pintar. Ia di kelilingi banyak orang yang sangat menyayanginya.


Kali ini Ricard maupun keluarga besar Zahra sedang menyiapkan pesta yang cukup mewah untuk Aggrita.


Ricard dan Donnypun yang sedang sibuk, tiba-tiba mendengar teriakan dari belakang mereka.


Ayah, ama Papah Onny. Lagi Apain? Tanya Aggrita yang berlari ke arah mereka. Ke dua pria yang lagi sibuk mendekorpun berbalik mendengar teriakan sang anak.


Jangan berlarian sayang entar jatuh loh, keduanya pun berjalan menghampiri si kecil. Papah Onny sama Ayah lagi bikin kejutan buat Aggrita. Kan besok ulang tahunnya Aggrita.


Keduanya pun bergantian memeluk si kecil. Ya, semenjak kembalinya Donny Balldy dari perjalanan bisnis, hubungan keduanya pun terjalin baik. Dan kali ini Aggrita memiliki dua orang Ayah.


Donny maupun Ricard kini berbagi tugas merawat Aggrita. Setiap Akhir pekan jika Donny tidak sibuk Ialah yang selalu menemani Aggrita bermain. Ketika Ia sibuk giliran Ricard yang menemani sang buah hati.


Aggrita sungguh beruntung di kelilingi orang-orang yang sangat menyayanginya. Sayang udah makan belum? Tanya kedua pria itu.


dah, tadi auty ikin ayam, enattt banet. Jawab Aggrita sambil memegang ke dua tangan pria itu.


Prily, Makasih ya, udah mau ngerawat Aggrita sampe Ia tumbuh menjadi anak yang pintar.


Itu sudah kewajiban saya Mas Donny. Jawab Prily.

__ADS_1


Ricard pun membawa Aggrita bermain di taman, kini keduanya sedang asyik bermain. Prily kini sedang membantu Donny mendekor ruang tamu. Sesekali Prily melihat ke arah Donny. Prily sudah mulai jatuh hati kepada Donny, namun Ia tidak berani mendekati Donny, karna Ia tahu Donny sangat mencintai Bosnya.


Setelah hampir 2 jam bermain dengan sang anak, Ricard pun kembali ke dalam rumah, Ia pun menyerahkan Aggrita kepada Donny.


Sayang sama Papah Onny dulu ya, Ayah mau bantu Aunty dulu. Aggritapun mengulurkan kedua tangannya ke arah Donny. Donny pun memeluk Aggrita. Donny, Kamu istirahatlah bersama Aggrita, biarkan aku sama Prily yang meneruskan mendekor, dan sepertinya kesayangan kita udah ngantuk. Donny pun memeluk Aggrita dan berulang kali mengecup pipi Aggrita, dan berlalu ke kamar, karna Ia juga sudah merasa capek, namun rasa capeknya hilang ketika bersama Aggrita.


Kini Donny sedang menidurkan Aggrita, Ia setiap kali bersama Aggrita pasti akan mengingat Zahra.


Sayang terima kasih kamu telah memberikan aku seorang anak yang sangat cantik, sekalipun Ia bukan darah dagingku, tapi aku sangat menyayanginya. Seandainya kamu ada di sini, pasti Ia akan sangat bahagia, memiliki seorang ibu yang sangat cantik dan memiliki dua orang Ayah. Donny Balldy yang membatin dan menitihkan butiran bening.


Donny yang melihat si kecil Aggrita yang sudah tertidur, akhirnya beranjak dari ranjang dan kembali ke ruang tamu, karna Ia tidak mau berdiam diri untuk persiapan ulang tahun anaknya.


Kini ruangan itu sudah terlihat sangat indah, dengan banyak balon yang di gantung di sudut ruangan. Setelah selesai, semuanya duduk dan berbincang. Papah Fikry, Mamah Lindah dan Omma Diana sedang sibuk mengurus katering.


Derrrr...ponsel Prily berbunyi.


Prily begitu pucat melihat nama yang menelponnya, karna saat ini Ia sedang duduk bersama Donny dan Ricard.


Ia pun segera mengambil ponselnya dan berpamitan kepada ke dua pria yang sedari tadi melihatnya dengan tatapan yang tidak dapat di artikan, karna dari tadi ponselnya berdering.


Prily pun berjalan menuju kamar Aggrita dan menguncinya dari dalam.


Hallo Bu, maaf bukannya saya tidak mau mengangkat telponnya tapi saya lagi duduk berbincang bersama Mas Donny dan Tuan Ricard.

__ADS_1


Udah, gak apa-apa Ly. Ly entar pukul tujuh malam, ada seseorang yang akan mengantar kado ulang tahun buat baby Aggrita, kamu ambil ya, dan jangan lupa gaunnya di pakein ke Baby Aggrita trus ada lukisan juga.


Baik Bu. Jawab Prily.


Dan satu lagi kamu jangan panggil aku Ibu lagi, panggil aku Kakak, jika kamu memanggilku dengan sebutan Ibu, aku tidak akan berbicara denganmu lagi.


Prily menelan ludahnya, dan mendesah, lalu berucap "Kak.."


"Gitu dong," kan lebih enak di dengarnya. Baiklah, Aku tutup dulu besok saya akan menelponmu lagi. Kalau ada yang nanyain siapa yang memberikan kado itu bilang aja, dari Safeer Ali.


Baik Kak.


Ricard kini sedang menggoda Donny. Donny, kayaknya Prily menaruh hati kepadamu, mengapa kamu tidak mencoba membuka hatimu.


Jangan aneh-aneh deh, Donny mengayunkan bantalan sofa ke arah Ricard. Kamu gimana, kabarnya dengan Patricia. Donny balik bertanya.


Sialan, mana mau aku sama perempuan gila kayak gitu. Mending aku jadi "single father" aja buat Aggrita.


Keduanya pun tertawa, namun Ricard tidak henti-hentinya menggoda Donny. Don, Prily orangnya baik loh, Ia juga sayang banget sama Aggrita, dan aku berharap kamu mau pertimbangkan saran aku, toh Kamu sama Prily bisa merawat Aggrita bersama.


Donny pun terdiam sejenak, dan berucap, mana mau Prily sama pria temprament seperti aku, jangan aneh-aneh deh.


Ricard pun tersenyum licik ke arah Donny. Oh iya, Ayah kemana ya? udah 2hari ini loh gak keliatan.

__ADS_1


Kemarin sih Reza bilang Ayah lagi keluar kota, ada pekerjaan gitu, tapi kok gak balik sih, kan besok ulang tahunnya si kecil.


__ADS_2