Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
25. Membuatku bahagia


__ADS_3

Ricard yang melihat kedekatan Zahra dan sang Mamah membuat hatinya begitu bahagia karena ia tidak menyangka Zahra bisa cepat berbaur dengan Mamahnya.


Ricard pun menghapiri Zahra dan Mamahnya, "Serius amat sih gobrolnya. Pasti lagi ngomongin aku ya.!" seru Ricard.


"Ihhh geer banget sih kamu sayang." jawab Zahra.


"Mah aku sama Zahra pulang dulu ya. Besok Zahra harus ke kampus, karena besok paska sidang S2 nya, aku juga ada meeting sama clien aku." ucap Ricard kembali namun hati nya lebih bahagia ketika mendengar Zahra memanggil nya dengan kata sayang.


"Ya udah, kalian hati hati ya di jalan. Kamu juga bawa mobil jangan cepat-cepat dan jika ada waktu luang mampir lah kesini."


"Iya Mah!" jawab Ricard dan Zahra.


"Mah, Pah, Zahra sama Ricard pamit dulu ya." Zahra pun memeluk Mamah Linda.


Papah yang sedari tadi hanya membaca koran akhirnya buka mulut. "Nak kapan-kapan kesini lagi ya, pintu ini terbuka lebar buat kamu sayang." ucap Tuan Fikry seraya tersenyum melihat ke arah Zahra.


"Baik Pah.!" balas Zahra dan mencium telapak tangan kedua orang tua itu.


Dalam perjalanan pulang Ricard menatap Zahra yang sudah tertidur. Ricard pun menepihkan mobil nya dan menurunkan kursi yang di dudukki Zahra agar dia bisa tidur dengan baik. Tak lama kemudian akhirnya mereka sampai di parkiran Apartement Zahra.


Ricard pun dengan lembutnya membangunkan Zahra. "Zahra kita sudah sampai di Apartementmu." ucap Ricard dengan lembut.


Zahra pun bangun dan merapikan rambutnya.

__ADS_1


"Zahra, terima kasih ya udah bantuin aku dan maaf jika tadi Mamah membuatmu susah." ucap Ricard kembali.


"Tidak masalah Ricard, toh Mamah kamu juga baik banget sama aku. Ya sudah aku masuk dulu." balas Zahra dengan tersenyum.


Tepat pukul empat subuh Zahra yang sudah bangun, lagi-lagi dia di buat kaget oleh ke 3 kakaknya yang mabuk dan tidur dilantai.


"Ya aammmmpun... punya kakak gini amat sih, ada kamar malah tidur di lantai." gerutu Zahra dan membangunkan Fahreza terlebih dahulu.


"Kak Reza bangun, kok tiduran di sini lagi." ucap nya dengan pelan. Fahreza bangun sambil mengucek ngucek matanya yang masih mengantuk.


"Ada apa sayang?" tanya Fahreza.


"Ngapain sih tidur di lantai, liat disana itu ada kamar yang cukup untuk kakak bertiga tidur loh. Cepetan pindah jika tidak aku pun akan tidur di sini bersama kakak." ancam Zahra.


Setelah Zahra menyelimuti ke tiga kakaknya ia pun kembali ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk mereka. Jam pun menunjukkan pukul 7 pagi. Zahra yang sudah selesai memasak pun beranjak membersihkan ruang tamu yang sudah seperti kapal pecah karena ulah ke 3 kakanya.


Zahra yang sudah selesai bersiap untuk pergi ke kampus untuk ujian pun segera bergegas ke kamar para kakaknya. "Kakak aku pergi ke kampus dulu ya, jangan lupa sarapan, aku udah masak yang banyak untuk kalian." ucap nya dari ambang pintu.


"Iya sayang, hati-hati dijalan, jangan ngebut-ngebut." Teriak Fahreza yang berada di kamar mandi.


"Iya kak." Zahrapun sampai di kampus tepat pada saat namanya di panggil untuk sidang tesis.


Zahra begitu gugup tapi dengan kepintaran yang dimilikinya akhirnya ia bisa menyelesaikan sidangnya dan dinyatakan lulus.

__ADS_1


deerrrrr


"Hallo kesayangan Ayah." sapa Tuan Laks


...... Zahra.


"Gimana dengan sidangmu nak." tanya Tuan Laks


.....Zahra.


"Banyak selamat ya sayang, terus wisudanya kapan sayang!!" tanya Tuan Laks kembali.


........Zahra.


"Baiklah. Ayah Bunda dan Ommah akan segera kesana." ucap


.....Zahra.


"Kami juga menyayangimu sayang." ucap Tuan Laks dan memutuskan sambungan telpon tersebut.


tuuuuttttt


Ricard kini sedang di sibukkan dengan beberapa file yang harus ia tanda tangani namun ia kali ini tidak bisa konsentrasi karna memikirkan kejadian semalam saat ia menjadikan Zahra sebagai pacar pura-puranya. Dan saat Zahra menggandeng tangannya.

__ADS_1


__ADS_2