
Setelah 3 tahun dekat bersama Donny Balldy. Donnypun memintah restu dari tetua di keluarga Chandra. Kini Prily di kejutkan dengan tatapan keluarga besar Bosnya.
Prily kamu duduklah, pintah Tuan Laks. Prily pun duduk di tengah-tengah keluarga besar Chandra. Prily kamu telah kami anggap sebagai bagian dari keluarga kami dan Saya beserta Bunda menganggapmu seperti Anak kami sendiri. Sekarang Aggrita sudah berumur 5 tahun dan sebentar lagi Ia akan berulang tahun.
Paman dan Bunda sudah membicarakan ini bersama seluruh keluarga. Sebelum Ricard menikah dengan wanita itu, Paman ingin melihat kamu menikah.
Paman apa aku telah melakukan kesalahan, Aku sungguh memohon jangan pisahkan aku dengan Aggrita aku sudah menganggapnya seperti Adikku sendiri. Aku mohon Paman. Prily yang sudah menitihkan butiran bening.
Hey, Sayang ada apa denganmu, kenapa kamu menangis? dan siapa juga yang akan memisahkanmu dengan si kecil. Bunda yang berjalan dan menepuk pundak Prily.
Prily pun melihat ke arah wanita di depannya yang sangat Ia kagumi. Bunda kenapa aku harus menikah, aku sungguh tidak ingin pergi jauh dari si kecil, aku jauh lebih bahagia bisa melihatnya tumbuh.
Apa-apaan kamu Ly, emang kamu gak mau nikah dengan Donny? Alfian yang menyelah pembicaraan sang Bunda dan juga Prily.
Prily tampak terkejut mendengar nama yang di sebutkan oleh Kakak angkatnya.
Ia Ly, sebenarnya Donny yang meminta kami untuk melamarmu dan kami pun menerimanya. Jawab Tuan Laks.
Paman berikan aku waktu untuk memikirkannya, aku akan memberikan jawabannya 3hari kemudian.
Semuapun tersenyum dan seraya memeluk Prily. Paman, Bunda aku sangat bahagia bisa berada di sini dan di kelilingi oleh orang-orang yang sangat sayang terhadap diriku, dan terima kasih sudah memberikanku kehangatan yang tidak pernah aku rasakan.
Prily pun berdiri dan berjalan menuju kamarnya. Kini Ia tidak tahu apa yang harus di katakan kepada Zahra.
__ADS_1
Derrrr...derrrr. bunyi ponsel Prily. Ia pun segera mengambil ponselnya yang berada di atas nakas. Ia begitu ketakutan melihat Id penelpon. Ia pun memberanikan diri dan menerima vidiocall itu.
Hallo, Kak Zahra.
Hallo Ly. Ly aku akan kembali saat perayaan ulang tahun Aggrita yang kelima. Ucap Zahra.
Prily pun merasa seperti di sambar petir di malam hari. Ia pun memberanikan diri dan mulai berbicara. Kak ada yang ingin aku katakan, tapi aku mohon Kak maafin aku ya, karna sudah lancang.
Apa itu Ly? Tanya Zahra dengan pelannya.
Kak tadi aku di lamar sama Mas Donny dengan bantuan Paman dan juga semua keluarga. Tapi aku tidak berani menerimanya karna aku takut Kak akan marah kepadaku. Maafkan aku Kak.
Asik dong, akhirnya Donny bisa menemukan wanita terbaik dan juga penyayang sepertimu sayang. Jawab Zahra karna Ia kini tidak terbebani dengan perasaan Donny lagi.
Apa yang harus aku lakukan, itu sudah menjadi kehendak yang di atas, Zahra berjalan menuju Leon yang sedang asik bergelut dengan pekerjaannya.
Zahrapun mengarahkan ponselnya dan melihatkan wajah tampan seorang pria mengenakan kacamata yang sedang sibuk dengan laptop di depannya. Aku sudah menemukan pujaan hatiku Ly.
Sayang, Zahrapun mempertontonkan kemesraannya dengan sang calon suami di depan Prily.
Prily begitu terkejut namun Ia sangat bahagia melihat atasannya sudah bisa membuka hatinya kembali.
Leon pun melambaikan tangannya ke arah Prily. Prily pun tersenyum dan berkata cepatlah Kakak dan juga Kak Ipar kembali.
__ADS_1
Zahra maupun Leon tersenyum bahagia dan berkata baiklah bulan depan kami akan segera kembali. Zahra pun memutuskan sambungan telpon.
Hari berlalu begitu cepat dimana Prily akan memberikan jawaban mengenai lamaran Donny beberapa hari lalu. Semua keluarga kini sudah berkumpul di ruang keluarga.
Bagaimana Ly, Apa kamu sudah memikirkannya? Tanya Reza.
Aku sudah memikirkannya, Aku menerima lamaran itu, tapi dengan 1 syarat.
Katakanlah. Jawan Tuan Laks.
Aku akan menikah dengan Mas Donny tapi aku mau tinggal disini dan akan tetap merawat Aggrita hingga waktunya tiba akan ada seseorang, ketika itulah aku akan pindah dari sini dan mengikuti kemanapun Mas Donny inginkan.
Kata-kata Prily seperti isyarat dan membuat seluruh keluarga saling bertatapan satu sama lain.
Baiklah, Donny pun sangat bahagia, dan mengiyakan syarat dari calon Istrinya. Karna Ia pun tidak ingin jauh dari gadis kecil yang sedang Ia gendong saat ini.
Kali ini Ommah Diana yang berbicara, Prily kemarilah, pintah Ommah Diana. Setelah Prily duduk di samping Ommah Diana, Ommah pun memberikan sebuah kotak kecil kepada Prily.
Apa ini Ommah? tanya Prily.
Ambillah sayang Ommah sudah menganggapmu seperti cucu Ommah sendiri, kamu wanita yang sangat baik, dan mengenai acara pernikahanmu Ommah, Paman dan juga Bunda sudah sepakat acaranya akan di langsungkan sebulan kemudian.
Prily pun memeluk wanita paruh baya yang sudah di anggapnya sebagai Ommahnya sendiri. Ommah terima kasih sudah mencintaiku dan menyayangi diriku layaknya seperti cucu Ommah sendiri, aku sangat bahagia bisa mengenal keluarga ini.
__ADS_1
Semuapun tersenyum bahagia.