
Adri merasakan perasaan senang ketika ia bisa memeluk Almira dengan waktu yang lama. "Aku tidak akan melepaskanmu lagi Al, selamanya kamu akan menjadi milikku, setiap hari, setiap detikpun aku ingin selalu bersamamu Al." gumam Adri.
Almira pun sedang sibuk dengan pikirannya sendiri. " Kenapa pelukan itu terasa hangat dan aku benar-benar merasa nyaman saat bersama Adri," gumam Almira sambil memejamkan matanya di samping Adri.
"Adri, terima kasih untuk semuanya. Sejak kedatanganmu kesini beberapa hari lalu aku merasakan nyaman saat bersamamu. Kamu pria baik dan pasti akan mendapatkan wanita yang baik juga. Aku doakan semoga..." Almira tidak dapat melanjutkan ucapannya karena Adri langsung menaruh telunjuknya di bibirnya Almira.
"Cukup! jangan melanjutkan ucapan itu lagi. Aku tidak mau mendengarkannya," jawab Adri yang sudah mulai kesal kepada Almira yang masih mendorong dirinya pada wanita lain.
"Al, aku tidak mau wanita lain. Aku..aku hanya menginginkanmu dan hanya kamu wanita yang aku cintai. Aku mohon jangan menjaga jarak lagi denganku." Ucap Adri dengan perasaan sedih ketika Almira menyuruhnya mencari wanita lain.
" Al apapun akan aku lakukan tapi jangan memintaku untuk menjauh darimu lagi, karna sungguh aku hanya ingin bersamamu. Dan aku berharap kamu mau menerima cintaku dan lamaranku untuk meminangmu." Ucap Adri dengan hati-hati.
Mendengar itu Almira menyingkirkan telunjuk Adri dari bibirnya. "Adri, apakah kamu yakin dengan ucapanmu barusan?" tanya Almira kepada Adri.
__ADS_1
" Kenapa kamu menginginkan aku untuk menjadi Istrimu dan bukannya kamu menganggapku wanita bar-bar waktu itu dan kamu juga bukannya memiliki banyak wanita." tanya Almira terang-terangan kepada Adri.
"Al, waktu itu aku tidak bermaksud mengataimu tapi aku merasa senang jika melihatmu marah-marah apalagi dengan kamu memanyunkan bibirmu. Sejak pertama bertemu denganmu aku mulai jatuh hati kepadamu dan aku tidak tahu cara mengungkapkannya padamu tapi sungguh aku tidak berbohong. Dan mengenai wanita yang menelponku mereka adalah teman kencanku namun aku bersumpah mereka hanya teman minumku tidak lebih." jelas Adri dengan jujur kepada Almira.
Almira terus menatap wajah Adri yang terus berbicara dan semakin ia menatap Adri, ia yakin jika Adri tidak sedang berbohong kepadanya. Sejenak, Almira terdiam dan memikirkan semuanya. Semua sifat baik Adri kepadanya terekam jelas di pikirannya dan membuat ia yakin untuk membuka hatinya kembali dengan menjalin hubungan baru bersama Adri dan mencoba melupakan Alfin.
Hingga saat Almira yang sedang sibuk dengan pertimbangan yang sangat berat itu pun terkejut saat mendengar Adri memanggil namanya.
Almira yang sedang sibuk dengan pikirannya langsung tersedak saat itu juga. "Ahh...iya Adri.!" tanya Almira.
" Al, bagaimana? Apakah kamu mau menerima cintaku dan juga, kamu mau gak menjadi Istriku.?" tanya Adri dengan suara yang lembut.
Almira tidak bisa menghindar dari pertanyaan dan juga tatapan Adri kepadanya. Almira pun memejamkan matanya karna ia harus mengambil keputusan besar dalam hidupnya karna keputusan yang akan mengubah kehidupannya yang awalnya seorang wanita lajang menjadi wanita bersuami.
__ADS_1
Melihat kebingungan di wajah Almira seketika Adri merasa bersalah karna terlalu buru-buru dan membuat Almira dilema seperti saat ini.
"Al, maafin aku yang sudah mendesakmu barusan, aku...aku tahu kalau kamu pasti sangat terkejut dan juga merasa ketakutan dengan semua ini," ucap Adri.
" Aku tidak bermaksud demikian, tapi aku membutuhkan waktu untuk memikirkan semua ini. Bagaimana pun aku harus memikirkan ini dengan baik, agar kelak aku tidak menyesali segala keputusan yang ku ambil setelah kita menikah nanti, tapi aku berpikir alangkah baiknya jika kita berpacaran dulu." jelas Almira.
Mendengar itu, hati Adri di penuhi kebahagian yang tidak dapat di ungkapkan dengan kata-kata. Dia tertawa senang dan mencium pipi Almira berulang kali. " Al kamu sedang tidak becandakan! Aku sedang tidak bermimpikan? tanya Adri dengan nada gembira ketika Almira mau menerimanya sebagai pacar.
"Kamu sedang tidak bermimpi! Tapi bisakah kau berhenti menciumku? Pipiku sakit di cium kamu terus menerus!" ucap Almira dengan sedikit kesal.
" Hehehe...aku minta maaf Al, aku terlalu senang dan aku hilang kendali seperti ini," ucap Adri dan memohon agar Almira tidak marah kepadanya.
" Aku tidak marah kepadamu, aku hanya merasa bahagia sama sepertimu." balas Almira.
__ADS_1