
Donny sungguh bahagia mengetahui Zahra masih hidup, namun ia tidak lagi mencintai Zahra karena sekarang wanita yang di cintainya adalah Prily, dan ia tidak ingin masa lalunya mempengaruhi pernikahan nya dengan wanita yang teramat di cintainya.
Donny teringat akan perkataan Zahra mengenai Prily yang akan meninggal kan Indonesia, dengan cepatnya ia berlari menuju mobilnya dan mengendarai dengan kecepatan tinggi karena ia sungguh tidak ingin berpisah dengan Prily.
Ricard yang kini sedang sibuk dengan pernikahan nya bersama Sally melupakan jika 3 hari kedepan anak semata wayang nya akan berulang tahun dan itu membuat Aggrita sangat sedih, namun lagi-lagi Aggrita tersenyum mengingat akan ada kejutan besar saat perayaan ulang tahunnya nanti.
Donny yang sudah berada tepat di mansion Chandra segera berlari masuk mencari keberadaan Prily. Sampainya di depan kamar Prily, Donny segera masuk tanpa mengetuk pintu namun ia begitu terkejut melihat Prily yang sedang menangis di pojok ranjang dengan memegang foto prewedding mereka, Donny pun segera menghampiri Prily.
"Sayang, maafin Mas yang sudah meninggalkan mu di taman sendirian tadi, Mas hanya syok saja mendengar penuturan mu." ucap Donny dengan rasa bersalah nya.
Namun Prily tidak mendengar kan apa yang di ucapkan oleh Donny karena ia saat ini sedang hanyut dalam lamunannya. Donny pun memeluk erat Prily dan membuat Prily terlonjak kaget melihat sosok yang mengganggu pikirannya sedari tadi sudah berada tepat di depannya.
"Ma- Mas Donny, maafin Ily tapi jika Mas Donny ingin membatal kan pernikahan, Iky bisa menerimanya dan---"
Belum sempat meneruskan berbicara Donny langsung mencium bibir tipis Prily. Prily tidak membalas ciuman Donny dan juga tidak menolaknya.
Donny pun melepaskan ciuman itu dan berkata, "Mas tidak ingin mendengar kata-kata itu lagi dan tentang perasaan Mas terhadap Zahra, untuk saat ini hanya sebatas Adik dan juga sahabat. Karena kali ini Mas sudah sangat nyaman dengan segala perhatian darimu dan juga sudah sangat mencintaimu dan Ily juga adalah belahan jiwa Mas." ujar Donny dengan ngos ngosan setelah berlari menyusuri pelataran Mansion untuk mencari keberadaan wanita di depan nya.
__ADS_1
"Makasih Mas, Mas udah mau ngertiin posisi Ily dan juga sudah mencintaiku Ily dengan tulus." Prily pun memeluk Donny dengan erat nya.
Disisi lain Sally Jhou bersama Ricard sedang liburan di Italya namun tujuan mereka kesana bukanlah untuk liburan semata melain kan mengabadi kan keindahan ibukota dengan menjadikan foto prewedding mereka di sana.
Leon yang sedang menunggu Zahra melakukan perawatan tubuh di salah satu salon kecaktikan milik sang adik, memilih berkeliling di pusat perbelanjaan miliknya. Namun siapa sangka jika saat itu ia melihat Ricard bergandengan tangan bersama seorang wanita.
"Kenapa orang ini ada di sini! dan mungkinkah wanita ini yang di cerita kan Zahra waktu itu? jika benar ini sungguh menarik. Aku harus menceritakan ini kepada Zahra." monolog Leon dengan senyum kemenangan.
Leon dengan cepatnya kembali ke salon. Sesampai nya di sana, Leon mulai menceritakan situasi yang di lihatnya barusan.
Zahra pun tersenyum dengan penuh kebahagiaan. "Terima kasih sayang, ini kabar yang cukup menarik untukku, apa yang telah Sally lakukan terhadap anakku dan juga keluargaku, akan ku pastikan ia akan sangat menyesal karena telah mengganggu ketentraman di Mansion Ayah." ucap Zahra dengan senyum yang tidak dapat di artikan.
Zahra maupun Ricard kini saling bertatapan, Ricard tampak terkejut namun tidak dengan Zahra. Leon yang melihat reaksi Ricard pun berkata. "Maafkan kekasihku yang sudah menabrak anda Tuan." ucap Leon dengan ramah nya.
Ricard sungguh tidak percaya jika di depannya ada wanita yang sangat di cintainya namun dengan cepat Ricard menepis semua yang ada di pikirannya.
"Tidak masalah, saya juga tidak hati-hati saat berjalan." jawab Ricard tak kalah sopan nya namun Sally dengan segala keangkuhannya mendorong Zahra hingga tersungkur ke lantai dan membuat Leon murka.
__ADS_1
Sally yang berada tepat di samping Ricard berjalan maju dan mendorong Zahra hingga jatuh, dan sekali lagi Sally meneriaki Zahra sehingga mereka menjadi pusat perhatian banyak pengunjung.
Leon membantu Zahra berdiri setelahnya Leon berbalik dan menatap Sally dengan tatapan seperti ingin membunuh.
Ricard pun dengan cepatnya memarahi Sally, "Apa yang kau lakukan Sally, kenapa kau mendorongnya? ini tidak di segaja, dan aku juga yang tidak hati-hati barusan." kesal Ricard dengan sikap Sally yang menurut nya sangat lah konyol.
"Zahra, kamu baik-baik saja kan, sayang?" tanya Leon khawatir.
"Aku baik-baik saja sayang." balas Zahra dengan tersenyum. Mendengar nama yang di sebutkan oleh pria di depannya membuat Ricard mematung dan begitu terkejut.
Leon yang sudah sangat marah pun akhirnya pecah. "Kamu wanita sialan, berani-berani nya kamu mendorong wanitaku, kau sungguh menggali kuburanmu sendiri dengan sikapmu yang sangat sombong. Kau akan sangat menyesal setelah apa yang terjadi hari ini." ancam Leon dengan tatapan membunuh nya.
"Ayo pergi, tidak baik berlama lama di sini." sindir Leon Zahra pun menganggukkan kepala nya namun saat Zahra hendak berjalan ia merasakan sakit di pergelangan kakinya dan itu semua membuat Leon berinisiatif menggendong nya dan kali ini keduanya menjadi pusat perhatian dan para pegawai di pusat perbelajaan itu tersenyum melihat keromantisan dari Bos mereka dan juga calon Istrinya.
Ricard sungguh sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya barusan. Ricard pun berpikir keras bahwa ia akan mencari kebenaran mengenai wanita di depannya tadi.
"Apa mungkin ia Zahra? tapi aku melihat sendiri jasadnya waktu itu. Apa selama ini ia membohongi kami dengan memalsukan kematiannya?" monolog Ricard.
__ADS_1
Sally pun dengan cepatnya menarik Ricard masuk ke salon. Sally adalah seorang Model terkenal jadi merawat tubuh nya adalah prioritas pertamanya.