
Almira yang sejak pagi sibuk dengan beberapa operasi, akhirnya memilih meninggalkan rumah sakit namun saat ia hendak menuju mobil ia berpapasan dengan dr.Andro.
"Hay, lama tak jumpa dr.Andro," sapa Almira.
" Hay juga dr.kepala Mira, lama tak jumpa, anda terlihat lebih dewasa dari beberapa tahun yang lalu saat kita study." balas dr.Andro.
"Apa kamu masih ingat mengenai anak penderita kelainan otak waktu kita magang di Rs.Calibria,?" tanya Almira.
"Aku ingat, apa terjadi sesuatu kepadanya,?" jawab dr.Andro dengan khawatir.
" Beberapa bulan yang lalu aku bertemu dengan keluarganya, dan mereka memberitahukan jika anak itu sekarang sudah pulih dengan baik paska operasi besar yang kita lakukan dan mereka berterima kasih kepadamu." jelas Almira dengan tersenyum.
" Syukurlah jika anak itu baik-baik saja." jawab sang dokter.
"Jika kamu tidak sibuk lusa nanti, mari kita makan bersama ada beberapa hal yang ingin aku diakusikan dengan anda." ucap Almira.
"Baiklah, oh iya, bagaimana dengan kabar Tuan Leon, apa ia baik-baik saja.?" tanya dr.Andro memastikan.
__ADS_1
Almira binggung dan menatap keheranan ke arah dr.Andro. " Kakak baik-baik saja, tapi mengapa anda menanyakan kondisi kakak,?" tanya Almira dengan selidik.
"Apa Tuan Leon tidak menceritakan mengenai penyakitnya kepada anda." jawab sang dokter.
"Tidak, apa yang sebenarnya terjadi, jelaskan kepadaku karna aku sungguh tidak tahu mengenai kondisi kakak." tanya Almira khawatir.
"Sekitar tiga bulan yang lalu Tuan Leon mengalami sakit kepala berat dan juga sering merasakan nyeri di bagian tengkuk kepala sehingga ia mengalami gagal penglihatan pada beberapa saat awalnya--" belum sempat meneruskan perkataannya Almira segera menyuruhnya berhenti.
"Hentikan aku tidak ingin mendengarnya lagi, aku tahu mengenai gejala ini, tapi pleace jangan katakan kepada siapapun mengenai penyakit kakak, aku bisa menyembuhkan kakakku." ujar Almira dengan berlinang air mata.
"Aku akan mencoba membujuknya, dan terima atas bantuannya, aku akan mengabarimu jika kelak aku membutuhkan bantuanmu, dan jika tidak ada lagi, aku pamit pergi dulu!" balasnya.
"Sama-sama dr.kepala Mira, saya akan menunggu kabar anda dengan senang hati" jawab dr.Andro.
Setelah selesai berbincang Almira pun segera berjalan menuju mobil, ia tampak berpikir panjang mengenai perkataan dr.Andro, ia pun mengeluarkan ponsel dan mencari nama Zahra karna ia ingin menanyakan kebenaran mengenai penyakit sang kakak.
"Hallo kakak ipar." sapanya.
__ADS_1
"Hallo Mira, ini Prily, kak Zahra sedang tidur!" balas Prily.
" Apa kakak ipar sedang sakit,? tidak biasanya ia tidur di waktu begini!" tanyanya khawatir.
"Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan kepadamu mengenai kakak dan juga kakak ipar!" selanya di saat Almira bertanya mengenai kondisi Zahra.
"Apa itu Ly,?" tanya Almira.
" Apa kamu tahu mengenai putusnya hubungan kakakku dan kakakmu,?" jawab Prily dengan suara seraknya.
"Apa maksudmu Ly, bukannya mereka tinggal bersama hingga sekarang,?" Almira begitu binggung dengan perkataan Prily barusan.
"Jadi selama dua bulan ini kakak tidak pernah mengabarimu atau menceritakan mengenai berakhirnya hubungan mereka,! sudah dua bulan lebih kakak sama kakak ipar tidak lagi tinggal bersama, kakak ipar memutuskan hubungan mereka dan meninggalkan kakakku di sini sendirian." jelas Prily dengan jujur mengenai perihal kandasnya hubungan Zahra dan Leon kepada Almira.
"Ly aku sungguh tidak tahu mengenai ini dan aku pun putus kontak dengan kakakku, kira-kira hampir dua bulan lebih juga kakakku tidak mengabariku. Sampaikan salamku untuk kakak ipar dan katakan jangan berpikir macam-macam mengenai kakakku, secepatnya aku akan menanyakan perihal ia mengakhiri hubungan mereka dan mengabari kalian." ucapnya tanpa harus mengatakan kejujuran mengenai penyakit sang kakak.
"Baiklah, aku pun tidak ingin melihat kakakku sedih, apalagi saat ini keadaannya sangat kacau sejak kakak ipar meninggalkannya dua bulan lalu, dan jangan lupa mengabariku secepatnya ya!" balas Prily dan langsung memutuskan sambungan telpon.
__ADS_1