Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
35. Mengingatnya


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat, sudah hampir 2 bulan lamanya Zahra di Indonesia, menemani dan merawat sang Bunda yang tak kunjung sadar.


"Sayang, sebaiknya kau kembali ke Prancis, bagaimanapun kau sudah menandatangani kontrak kerjasama dengan Alziro Group! dan kau harus menjelaskan situasi ini kepada Ricard, agar tidak terjadi kesalah pahaman antara kalian. Biarkan kami yang merawat Bunda disini, jika terjadi sesuatu kami akan segera menjemputmu dan kami juga akan mengabarimu kondisi Bunda setiap hari kepada mu" jelas Fahreza.


Tuan Laks yang berdiri diambang pintu pun berkata. "Apa kau tidak akan mendengarkan perkataan Kakakmu." Zahra berbalik dan berlari memeluk sang Ayah.


"Apa kalian ingin mengusirku kembali ke Prancis?" tanya Zahra dengan menahan tawa ketika melihat perubahan raut wajah para pria di keluarganya.


"Sayang bukan itu maksud kami." ucap Adry yang hendak menjelaskan. Zahra yang melihat ekspresi ke 3 Kakaknya langsung tertawa. "Hahaha.!" tawa Zahra.


Ke 4 pria itu terkejut melihat Zahra yang tertawa dengan bahagia nya. Karena selama hampir 2 bulan mereka tak pernah melihat ada senyum di wajahnya. Mereka pun begitu bahagia akhirnya Zahra sudah mulai bangkit kembali.


"Baiklah! hari ini Aku akan segera kembali ke Prancis." ucap nya dan mengedarkan pandangan nya kepada wanita yang teramat di cintai nya.


"Kenapa hari ini,?" tanya Alfian.


"Tidak Kakak, Aku sudah begitu lama meninggalkan bisnis dan kerjaanku dan 1 lagi Aku sudah memesan penerbanganku siang ini, tapi Kakak dan Ayah harus berjanji harus mengabariku setiap hari." jelas nya dan meminta ke empat pria itu untuk menghubungi nya setiap hari.


"Kami para pria dari keluarga Chandra berjanji, kepada Tuan Putri Zahra, untuk selalu mengabari perkembangan Bunda setiap detik, menit, jam maupun hari." ucap ke empat pria tersebut.


Semuanya saling menatap dan tertawa dengan lepas nya. "Bunda, setelah cita-citaku tercapai Aku akan kembali ke sisi kalian dan ingin merawat kalian semua terutama Ommah." ucap nya di depan sang Bunda.

__ADS_1


Zahra mengecup kening sang Bunda berkali-kali, dan memeluk erat Tuan Laks dan setelah selesai Zahra pun memeluk ke 3 Kakaknya.


"Baiklah Aku pergi dulu." ucap nya sembari berpamitan.


"Sayang kamu, tidak pamitan sama Ommah." tanya Tuan Laks.


"Udah kok, Ommah juga tau Aku mau kembali ke Prancis hari ini." balas Zahra.


"Ayah, Zahra pergi dulu. Ayah jaga kesehatan dan jangan telat makan." ucap nya dan mencium pipi Tuan Laks.


"Siap Bos, jaga kesehatanmu disana." balas Tuan Laks.


Kali ini Alfian lah yang bertugas untuk mengantar Zahra ke Airport. Fahrezah melihat raut kebahagiaan di wajah sang Paman untuk pertama kali setelah kejadian dua bulan yang lalu.


Semua staf yang mendengar teriakan Ricard begitu ketakutan hingga mengeluarkan keringan dingin. Karena mereka tahu kekejaman seorang Ricard.


Ricard menghentakkan tangannya di meja dan berkata. "Zahra kau sungguh menguji kesabaran ku! Kau sudah berbohong kepadaku. Kita lihat saja seberapa jauh Kau akan lari dari ku. Kau akan menyesal dengan apa yang kau lakukan." monolog Ricard sembari menghamburkan berkas-berkas di atas meja kerja nya. Ricard pun keluar dari ruangannya dan mengumpulkan semua pegawainya, dengan tatapan yang begitu dingin berkata.


"Kalian akan merasakan akibatnya, jika kalian mengetahui keberada Zahra namun tidak memberitahukan nya kepadaku." ucap Ricard di ikuti dengan sebuah ancaman.


"Bubarrr!" teriak nya kembali.

__ADS_1


Ricard berjalan menuju ruangan Zahra dan dia menemukan sketsa gambar dirinya bersama Zahra yang Zahra lukis waktu itu, perlahan -lahan kemarahannya memudar. "Zahra, kenapa kau lakukan ini, Apa kau sungguh ingin mengujiku?" Ricard membawa sketsa gambar itu dan pergi meninggalkan kantor.


Disisi lain Zahra sedang menuju Airport besama Alfian. Zahra pun menanyakan kabar hubungan Alfian dengan sahabatnya Marcella.


"Kakak sama Marcella gimana hubungannya?" tanya Zahra seraya melebarkan senyum manis nya.


"Kakak dan Marcella baik-baik aja dan rencana tahun depan, kakak ingin melamarnya! Oh iya, kamu sama Ricard gimana kabarnya?" jelas nya dan membalas dengan satu pertanyaan yang membuat Zahra gugup.


Zahra mengingat jelas kejadian Ricard yang menciumnya berulang kali. "Apaan sih! dia itu rekan bisnis dan teman Aku loh kak." jawab Zahra dengan tegas nya.


"Tapi yang kami lihat bukan seperti rekan bisnis ataupun teman." Alfian menggoda Zahra.


Zahra yang begitu malu menutup wajahnya dengan ke du tangannya. "Udah ahh kak." ucap Zahra dengan raut wajah yang sangat merah.


Alfian terkekeh melihat tingkah sang Adik yang begitu malu ketika dia menggodanya. Menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai di Airport.


"Kak, makasih ya udah mau ngater Aku kesini." ucap Zahra.


Alfian pun memeluk Zahra dengan eratnya dan berkata "Selesaikan pekerjaanmu dan buatlah bisnismu menjadi berkembang baru kau menikah." seru Alfian dengan seriua.


Zahra tertawa dan berkata. "Selamat tinggal Kak." ucap nya.

__ADS_1


Alfian pun mengecup pucuk kepala sang Adik dan berkata "Sampaikan salam kami buat Ricard.!" teriak Alfian kembali.


"Bey..bey.!"


__ADS_2