
Melihat Zahra yang sudah melepaskan cekraman itu seketika Leon begitu murka ketika mendapati Sally yang ada di toko kekasih hatinya.
"Kalian, apa yang kalian lihat disini dan aku sarankan untuk kalian menghapus semua vidio yang telah kalian rekam sedari tadi. Jika kalian berani membuat skandal kalian akan tau apa akibatnya jika membuatku marah." ancam Leon kepada para pengunjung.
Seketika kerumunan itu berhamburan karna takut mendengar ancaman dari pria yang baru saja masuk.
"Sally bisa-bisanya kau membuat kekacauan di toko ini, dan aku pastikan setelah ini kau akan hancur hingga kau tidak bisa melupakannya seumur hidupmu karna kau sudah berani mengusik Istriku." Leon berbicara dengan tangan yang mencengram leher Sally.
Sally sedikitpun tidak takut dengan ancaman Leon dan membalas perkataan Leon.
"Apa yang bisa kau lakukan kepadaku, kau hanya seorang pria miskin yang berdiri di samping wanita kaya raya, tidak seperti Ricard yang memiliki kekuasaan dan ketenarannya sebagai seorang pebisnis muda." jawab Sally dengan bangganya karna ia tidak tau mengenai identitas Leon yang cukup di takuti oleh banyak orang karna kekuasaan dan pengaruh terhadap banyak perusahan yang hancur di buatnya karna melawan dan mencari masalah dengannya.
"Benarkah, kita lihat setelah ini." Leon tertawa geli mendengar perkataan Sally Jhou dan melepaskan cekramannya dari leher Sally.
__ADS_1
"Kau enyahlah dari sini, sebelum aku membunuhmu di depan orang banyak." Leon berkata dengan tegasnya.
Sally pun menatap tajam ke arah Zahra begitu pun dengan Zahra yang menatap Sally dengan jijiknya.
"Harusnya kau tahu diri, siapa yang sedang kamu lawan sekarang? Kamu pikir kamu dan Ricard siapa? sehingga kami bisa takut dengan kalian." Zahra mempermalukan Sally di depan orang banyak dengan kata-kata yang menyentil perasaan Sally.
Leon maupun Zahra berjalan meninggalkan Sally dan pergi ke suatu tempat namun dalam perjalanan Leon marah akan tingkah Zahra.
" Sudah berulang kali aku mengatakan kepadamu untuk tidak berurusan dengan jalang itu. Apa kamu tidak malu berkelahi di depan orang banyak.?" marah Leon kepada Zahra.
"Bagaiman jika aku tidak datang barusan, mungkin kau sudah membunuhnya. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu, Zahra. Aku bisa membunuhnya dengan tanganku sendiri tanpa kau terlibat di dalamnya. Jangan ada hal seperti itu lagi, Zahra." marah Leon kembali.
"Baiklah, maafkan aku, aku janji gak akan seperti itu lagi." jawab Zahra dengan pelannya ketika melihat Leon marah.
__ADS_1
Leon pun melajukan mobil tanpa membalas permohonan maaf Zahra kepadanya. Zahra sungguh tahu dengan sifat Leon ketika ia marah ia pasti akan mendiami Zahra. Zahra pun dengan sekuat tenaga membujuk Leon.
"Le, aku laper, sejak kita tiba di sini kita belum juga makan." ucap Zahra agar Leon mau berbicara kepadanya.
Melihat sikap Leon yang tampak cuek ketika ia berbicara, membuat Zahra sadar jika kadang kala ia membuat Leon kesal dan merasa khawatir akan tingkahnya yang begitu ceroboh.
"Sayang maafkan aku, aku janji gak akan seperti itu lagi, dan tidak akan membuat kamu khawatir tapi pleace maafin aku." Zahra berbicara seraya tidur di pundak Leon.
Leon sungguh tidak bisa lama-lama mendiami Zahra. "Aku hanya gak mau kau terlihat buruk di mata orang lain. Kamu itu adalah seorang pebisnis yang di segani dan seorang wanita yang memiliki anak perempuan, dan jika kelak melihat Sally lagi kamu lebih baik menjauh jangan mempedulikannya lagi." Leon akhirnya melembut dan mengajak Zahra ke restoran.
" Le bukannya kamu harusnya sedang ada pertemuan penting dengan berapa colega jam segini?" tanya Zahra.
" Meetingnya di majuin satu jam dari jam yang telah di sepakati jadi sesuai perjanjian kita berdua, aku yang sudah selesai dengan urusanku niatnya ingin menjemputmu untuk makan siang dan mengajakmu jalan-jalan namun aku di kejutkan dengan pertengkaran antara kalian." jelas Leon.
__ADS_1
Zahra mendongak dan menatap Leon ketika Leon menarik piring yang berisikan kepiting. "Sayang, mengapa kau mengambil kepitingku?" tanya Zahra dengan cemberut.
"Aku tidak ingin kamu sakit ketika kamu memakan habis kepiting itu, kamu kan tahu gejala setelah memakan kepiting berlebihan dengan jumlah yang banyak." jawab Leon dengan isyarat tidak memperbolehkan Zahra makan kepiting itu kembali selain memesan makanan yang lain.